SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Rumput Stadion Batoro Katong, Ponorogo, mengalami kerusakan setelah digunakan sebagai lokasi konser Jos Jis Fest, Minggu (30/08/2026) malam. Rumput yang tengah dalam proses perawatan itu terinjak-injak selama konser sehingga kondisinya menurun dan membutuhkan pemulihan sebelum kembali digunakan untuk aktivitas sepak bola.
Asisten Pelatih Persatuan Sepak Bola Ponorogo (Persepon ) Dodi Amril Setiawan mengatakan penggunaan stadion untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang berisiko merusak rumput, terlebih kondisi lapangan masih dalam tahap penguatan.
“Mungkin ya layu pasti, Mas. Tapi itu kan butuh perawatan paling enggak dua minggu untuk mengembalikan,” kata Dodi, Senin (31/08/2026).
Menurut Dodi, dampak terhadap rumput berbeda dengan penggunaan lapangan untuk aktivitas latihan sepak bola. Persepon selama ini sengaja membatasi penggunaan lapangan utama agar rumput tidak terus-menerus terinjak. Hal ini diklaim untuk mempertahankan kualitas rumput yang pegadaanya menelan anggaran APBD Rp 678 juta tersebut.
“Kalau latihan, kita ada program latihan itu tidak di atas lapangan itu, nanti kan bisa rusak kalau kayak tadi malam diinjak-injak orang banyak,” ujarnya.
Dodi menilai kerusakan tidak hanya berkaitan dengan kondisi rumput yang berubah setelah terinjak-injak. Area lapangan juga masih ditemukan material sisa konser yang berpotensi membahayakan pemain.
“Saya tadi lihat ke sana itu banyak sekali masih sunduk-sunduk sama apa itu kawat-kawat pula, masih banyak itu. Takutnya itu nanti dampaknya ke atlet juga,” katanya.
Karena itu, ia meminta lapangan terlebih dahulu dibersihkan dan disterilkan sebelum digunakan kembali. Setelah itu, rumput perlu mendapatkan perawatan berupa penyiraman dan pemupukan.
“Pertama itu harus dibersihkan, disterilkan dulu untuk lapangan itu, habis itu baru mulai perawatan di rumputnya,” ujar Dodi.
Dodi mengatakan rumput Stadion Batoro Katong berjenis Zoysia japonica itu, belum memiliki ketebalan dan kekuatan seperti lapangan di daerah lain. Kondisinya masih dalam proses perawatan agar kualitas rumput semakin baik.
“Madiun sudah lebih tebal, kalau sini kan masih dalam proses,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi alasan mengapa penggunaan stadion untuk konser perlu dipertimbangkan. Sebab, rumput yang belum sepenuhnya kuat lebih rentan mengalami kerusakan ketika diinjak dalam jumlah besar.
Padahal, sebelum konser, kondisi rumput disebut mulai membaik setelah mendapatkan perawatan rutin.
“Ini kan baru-baru ini sudah mulai hijau, disirami, terus dipupuk barang itu. Kok sekarang malah dikasih konser,” kata Dodi.
Persepon meminta penyelenggara konser memenuhi komitmen untuk bertanggung jawab terhadap dampak kegiatan terhadap stadion.
Dodi mengatakan pertanggungjawaban tersebut penting agar kerusakan rumput tidak menjadi beban pengelola stadion maupun Persepon.
“Makanya sesuai dengan janji kemarin yang katanya siap untuk kalau ada kerusakan, siap untuk bertanggung jawab. Berarti harus sesuai dengan apa yang dikatakan,” ujarnya.
Ia juga mengkhawatirkan kondisi lapangan apabila Stadion Batoro Katong kembali digunakan sebagai lokasi pertandingan Liga 4 pada Desember 2026 mendatang. Menurutnya, kualitas lapangan menjadi bagian penting agar Ponorogo tetap dapat dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi.
“Kalau enggak dijaga, nanti kembali lagi ke yang dulu, sulit lagi untuk berbicara di sepak bola khususnya di Jawa Timur,” kata Dodi.
EO Konser Jos Jis Fest, Akbar Yuda, mengatakan pihaknya siap bertanggung jawab apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kerusakan akibat konser.
Akbar mengatakan Stadion Batoro Katong akan dikarantina selama satu minggu hingga maksimal 10 hari untuk memberikan waktu bagi proses pembersihan dan pemulihan.
“Pada dasarnya, kita selaku EO siap bertanggung jawab,” kata Akbar.
Menurut dia, evaluasi kondisi rumput akan dilakukan setelah seluruh perlengkapan konser selesai dikeluarkan dari stadion.
“Nanti setelah barang-barang yang loading itu keluar, kita evaluasi lagi, kita cek lagi, rumput mana yang perlu kita benahi, mana lagi yang kita bersihkan, pasti nanti kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Akbar mengatakan pihaknya siap mengikuti hasil kajian dinas mengenai bagian stadion yang harus diperbaiki, dirawat, maupun dipupuk.
“Kita harus komitmen pada intinya apa yang kita sampaikan, kita siap bertanggung jawab,” katanya.
“EO siap untuk memberi kontribusi ketika ada kerusakan sedikit pun atau mungkin ada kerusakan yang lain,” lanjut Akbar.
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan Kabid Pemuda dan Olah Raga Disbudparpora Ponorogo, Wahid Purwanto memilih bungkam terkait kondisi rumput stadion pasca konser. Hal ini terbukti konfirmasi redaksi melalui pesan singkat tidak digubris. roh
Editor : Redaksi