SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengerahkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) terjun ke lokasi dengan membawa dua armada, yakni satu fire truck berkapasitas 3.000 liter dan satu unit mobil ranger.
Tim tersebut bertugas bersama unsur gabungan untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik yang sulit dijangkau. Sedangkan untuk pengerahan personel dilakukan setelah pihaknya menerima permintaan dukungan dari BPBD Jawa Timur dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya.
Baca juga: Antisipasi Karhutla Bromo Tak Berulang, Pemkab Probolinggo Perkuat Mitigasi
“Kami diminta membantu penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Setelah berkoordinasi, tim rescue dan pasukan rayon langsung berangkat. Fire truck yang kami bawa kapasitasnya 3.000 liter karena personelnya lima orang dan masih ada beberapa peralatan yang harus dibawa, kami juga menggunakan mobil ranger,” jelas Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani, Kamis (13/08/2026).
Selama berada di lokasi, tim Surabaya membantu pemadaman di sejumlah titik, di antaranya kawasan Pasar Berisik hingga mengarah ke Ranu Pane. Medan yang berat menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Operasi udara juga dilakukan berulang kali untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Sementara tim gabungan di darat melakukan pemadaman pada titik-titik yang masih dapat dijangkau.
Baca juga: Cegah Karhutla Bromo, Pemkab Probolinggo Edukasi Warga dan Terapkan EWS
Dalam operasi tersebut, tim Damkar Surabaya juga menggunakan AFT Backpack (Advanced Firefighting Technology), yakni alat pemadam api portabel berbentuk ransel yang dapat dipanggul dan dilengkapi sistem bertekanan tinggi. Peralatan ini dinilai efektif untuk membantu memadamkan titik api di medan yang sulit dijangkau. "Kami membawa dua unit alat pemadam yang bisa dipanggul. Kapasitasnya sekitar 10 liter dan bertekanan tinggi, sehingga sangat membantu ketika ada titik api yang padat dan harus segera dipadamkan," ujarnya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi