WhatsApp Hadirkan Agen AI 24 Jam, Peluang Baru bagi UMKM Tingkatkan Penjualan

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara pelaku usaha melayani konsumen. WhatsApp memperkenalkan Meta Business Agent, agen AI yang memungkinkan bisnis merespons pelanggan selama 24 jam melalui percakapan di WhatsApp.

Teknologi tersebut diperkenalkan dalam WhatsApp Business Summit (WABS) Indonesia keempat yang berlangsung 11 Agustus 2026.

Kehadirannya menyasar bisnis dari skala usaha kecil hingga perusahaan besar, dengan fungsi mulai dari menjawab pertanyaan pelanggan, memberikan rekomendasi produk, hingga membantu proses penjualan.

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi tersebut. Data yang dipaparkan WhatsApp menunjukkan 71 persen masyarakat Indonesia kini mengirim pesan kepada bisnis setiap hari.

Sementara itu, 83 persen responden menyatakan agen AI membantu mereka mendapatkan kebutuhan dengan lebih cepat dan efisien.

Angka tersebut menunjukkan bahwa komunikasi berbasis pesan semakin menjadi bagian penting dari aktivitas bisnis di Indonesia.

Di saat yang sama, konsumen mulai terbiasa dengan penggunaan AI dalam memperoleh informasi maupun layanan.

Bagi usaha kecil dan menengah (UKM), Meta Business Agent tersedia melalui aplikasi WhatsApp Business.

Pelaku usaha dapat melatih agen AI berdasarkan informasi bisnisnya sehingga sistem dapat menangani pertanyaan pelanggan secara otomatis dengan gaya komunikasi yang disesuaikan.

Agen tersebut juga dapat memberikan rekomendasi produk dari katalog, menjadwalkan janji temu, mengidentifikasi calon pelanggan, membantu proses penjualan, serta meneruskan percakapan kepada anggota tim apabila membutuhkan penanganan manusia.

Potensi Efisiensi bagi UMKM

Bagi pelaku usaha kecil, kemampuan melayani pelanggan di luar jam operasional menjadi salah satu manfaat yang ditawarkan.

Tanpa harus menambah tenaga kerja untuk bekerja sepanjang waktu, percakapan dengan konsumen dapat tetap dilanjutkan melalui agen AI.

Mastung, agensi kreatif digital yang beroperasi secara nasional, menjadi salah satu pengguna teknologi tersebut.

Pemilik Mastung Untung Surapati mengatakan bisnisnya mengalami peningkatan konversi penjualan sekitar 65 persen setelah menggunakan Meta Business Agent.

“Sebagai usaha kecil, kami tidak memiliki tim penjualan yang dapat melayani pelanggan selama 24/7. Meta Business Agent membantu kami mengatasi tantangan tersebut dengan melanjutkan percakapan saat tim kami berada di luar jam operasional,” ujarnya.

Kasus lain datang dari Queensi, merek kecantikan dan kesehatan di bawah Sastro Group. Founder dan CEO Sastro Group Mega Putra Md mengatakan penggunaan agen AI memungkinkan perusahaannya menangani 250 persen lebih banyak percakapan pelanggan dibandingkan sebelumnya tanpa menambah jumlah staf.

Menurut dia, teknologi tersebut juga membantu meningkatkan penjualan produk dengan nilai lebih tinggi. Upselling ke paket yang lebih tinggi tercatat terjadi pada 60 persen pelanggan.

Dari sisi ekonomi bisnis, penggunaan AI berpotensi mengubah struktur biaya layanan pelanggan. Pelaku usaha dapat menangani volume komunikasi yang lebih besar tanpa harus meningkatkan jumlah tenaga kerja secara proporsional.

Namun, efisiensi tersebut juga menuntut pelaku usaha menyiapkan basis data, katalog produk, standar komunikasi, dan mekanisme pengalihan kepada staf manusia agar layanan otomatis tetap sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Perusahaan Besar Bisa Integrasikan Sistem

Untuk perusahaan berskala besar, WhatsApp menyediakan Meta Business Agent Platform. Platform tersebut memungkinkan perusahaan membangun dan menyesuaikan agen AI serta mengintegrasikannya dengan sistem bisnis yang telah digunakan.

Integrasi dapat dilakukan dengan berbagai sistem, termasuk Shopify, Zendesk, dan Shopee. Dengan pendekatan tersebut, agen AI tidak hanya berfungsi sebagai kanal komunikasi, tetapi dapat menjadi bagian dari alur layanan dan penjualan perusahaan.

Paragon menjadi salah satu perusahaan yang mengadopsi platform tersebut melalui DermaScalp Expert (DSE), merek perawatan rambut dan kulit kepala di bawah naungannya.

Chief Technology Officer Paragon Corp Risman Adnan mengatakan teknologi tersebut digunakan untuk memberikan konsultasi yang lebih personal, rekomendasi produk, hingga membantu pelanggan dalam proses pembelian.

“Perawatan rambut dan kulit kepala perlu dipersonalisasi, dan itu dimulai dengan memahami kebutuhan unik setiap individu,” katanya.

AI Mulai Masuk ke Rantai Penjualan

Vice President India & Southeast Asia at Meta Sandhya Devanathan mengatakan penggunaan agen AI untuk bisnis terus berkembang secara global.

Menurut dia, lebih dari satu juta bisnis menggunakan Meta Business Agent di WhatsApp dan Messenger setiap pekan.

“Di Indonesia, WhatsApp bukan sekadar aplikasi perpesanan, melainkan tempat masyarakat memesan makanan, merencanakan perjalanan, dan terhubung dengan bisnis yang mereka percayai,” ujar Sandhya.

WhatsApp juga menyiapkan fitur yang memungkinkan pengguna menemukan bisnis yang didukung Meta Business Agent melalui kolom pencarian di aplikasi. Pengguna nantinya dapat mencari nama bisnis secara langsung atau membagikan kontak bisnis kepada orang lain.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan bisnis digital tidak lagi hanya berkaitan dengan kehadiran produk di platform daring.

Kecepatan merespons konsumen, kemampuan memberikan rekomendasi, serta ketersediaan layanan di luar jam kerja mulai menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.

Bagi UMKM, teknologi agen AI dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kapasitas layanan tanpa harus langsung membangun tim besar.

Sementara bagi perusahaan besar, integrasi AI dengan sistem yang sudah berjalan membuka peluang untuk mengotomatisasi sebagian proses interaksi dengan konsumen.

Namun, dampak ekonominya tetap akan bergantung pada kemampuan bisnis mengintegrasikan teknologi tersebut dengan strategi penjualan, kualitas data, serta kebutuhan pelanggan.

Dengan demikian, AI bukan sekadar alat untuk menjawab pesan, tetapi mulai berkembang menjadi bagian dari infrastruktur operasional dan rantai penjualan bisnis.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru