SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Melalui Gerakan ASN Pelopor Pangan (GASPOL), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meminta seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkup setempat mengkonsumsi produk lokal yang diawali beras lokal Rajekwesi, sekaligus untuk membangun kemandirian pangan yang dimulai dari lingkungan pemerintah sendiri.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan pada tahap awal, ia meminta seluruh ASN dan PPPK untuk mengonsumsi beras lokal ini mulai September mendatang dengan target minimal 15 kilogram setiap bulan. Pasalnya, selama ini hasil panen gabah Bojonegoro seringkali dikirim ke luar daerah hanya untuk dibeli kembali oleh warga Bojonegoro dengan harga lebih mahal karena beban transportasi.
Baca juga: Masuki Panen, Pemkab Bojonegoro Dorong Kenaikan Harga Jual Tembakau Rajangan Kering
"GASPOL ini berfokus pada pemanfaatan produk lokal seperti beras premium produksi lokal hasil kerja sama dengan Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri. Gerakan ini sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah karena sebagai kabupaten penghasil padi terbesar kedua di Jawa Timur dan sudah saatnya Bojonegoro berdaulat atas hasil buminya sendiri," jelasnya, Kamis (20/08/2026).
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Salurkan Pupuk NPK, Beban Pengeluaran Petani Tembakau Berkurang
Sehingga, dengan adanya gerakan ini, dapat menjaga stabilitas harga gabah untuk menyerap gabah petani dengan harga terjaga. Serta ASN dapat menikmati beras Rajekwesi yang berkualitas dengan harga Rp14.800 per kilogram di bawah harga pasar dan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Melalui program ini pemerintah melakukan hilirisasi untuk memberikan nilai tambah pada hasil tani lokal, BUMD Pangan sebagai social entrepreneur ini untuk menjaga dan membangun kemandirian hasil produk yang ada di Bojonegoro," katanya.
Baca juga: Percepat Program GAYATRI, Bojonegoro Gelar Bimtek Serentak di Tiga Kecamatan
Lebih lanjut, pihaknya juga turut berharap GASPOL ini menjadi pemantik ekonomi lokal yang lebih kuat sekaligus membuktikan bahwa Bojonegoro mampu berdaulat atas pangannya sendiri demi masyarakat yang lebih sejahtera, bahagia, makmur, dan membanggakan. bj–01/dsy
Editor : Redaksi