Berkah Terik Matahari, Petani Tembakau di Lumajang Untung Rp 30 Juta per Ha

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani tembakau saat panen. SP/LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Berkah teriknya matahari saat musim kemarau membuat proses pengeringan daun tembakau lebih cepat sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen. Hal itu menjadi momen panen cuan bagi para petani tembakau di Lumajang, Jawa Timur. Pasalnya, harga tembakau kasturi tahun ini mencapai Rp 53 ribu per kilogram. 

Salah satu petani tembakau, Muis Ul Hidayah (49), warga Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Lumajang, mengaku bisa memanen hingga 1,5 ton tembakau kering jenis kasturi dalam setiap hektare lahan. Sehingga, Muis menyebut petani bisa meraup keuntungan hingga Rp 30 juta per hektare.

Baca juga: Masuki Panen, Pemkab Bojonegoro Dorong Kenaikan Harga Jual Tembakau Rajangan Kering

"Musim kemarau membawa berkah tersendiri bagi petani tembakau. Saat ini untuk keuntungan bisa Rp 30 juta per hektarenya," ujar Muis, Kamis (20/08/2026).

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Salurkan Pupuk NPK, Beban Pengeluaran Petani Tembakau Berkurang

Lebih lanjut, menurut Muis, kondisi cuaca panas sangat membantu proses pengeringan daun tembakau. Daun yang telah dipanen dapat lebih cepat kering sehingga kualitasnya tetap terjaga.

Terpisah, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Lumajang, Dwi Wahyono, mengatakan musim kemarau tahun ini juga berdampak pada peningkatan luas lahan tembakau sekitar 300 hektare dibandingkan tahun sebelumnya. "Musim tahun ini jumlah luasan tanaman tembakau meningkat 300 hektare. Kalau sebelumnya 1.400 hektare, tahun ini mencapai 1.700 hektare," ujar Dwi Wahyono.

Baca juga: Imbas Kebakaran Blok Bantengan, TNBTS Tutup Sebagian Akses Wisata Bromo

Oleh karenanya, adanya berkah kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak petani yang memilih menanam tembakau saat musim kemarau karena dinilai memberikan peluang keuntungan yang cukup menjanjikan. lj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru