Gerakan Gebyar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Di Ponorogo Banjir Antusias Warga

surabayapagi.com
Warga Kelurahan Tambakbayan tampak antusias dalam mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan di stand Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

SURABAYA PAGI, Ponorogo- BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja melalui program Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan tema Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan yang Berkelanjutan.

Kegiatan ini dikemas dalam kegiatan Jalan Santai dan Kreasi yang digelar di Kelurahan Tambakbayan Kecamatan Ponorogo, Minggu ( 23/08/2026).

Baca juga: Pesta Rakyat Bernuansa Nusantara di Wiyung, Edukasi Jaminan Sosial Sasar Pekerja Informal

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini pun banjir antusias masyarakat setempat. Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini sendiri merupakan program dari BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka memberikan literasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja. Petugas juga membuka booth sosialisasi untuk memberikan informasi mengenai program-program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.

“ Gebyar ini merupakan kegiatan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan bersama mitra kami, yaitu Perisai, memberikan literasi kepada masyarakat sampai ke RT, RW, dan lingkungan masyarakat lainnya,” ujar Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Dony Eko Setiawan. 

Menurut Dony, edukasi tersebut tidak hanya menyasar pekerja formal. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah pekerja informal dan pekerja mandiri yang hingga kini masih banyak belum memahami manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan berupaya menjelaskan bahwa setiap pekerja memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Selain pekerja-pekerja formal, yang kita sasaran adalah pekerja-pekerja informal yang pada saat ini masih banyak yang belum mengetahui apa itu BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada dua ahli waris peserta.

Dua penerima santunan tersebut masing-masing mendapatkan Rp42 juta. Dengan demikian, total santunan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp84 juta. Mereka adalah ahli waris dari Sumadi, tenaga kerja dari Kantor Kelurahan Tambakbayan yang telah meninggal dunia. Serta ahli waris dari Iswondo, pengurus RT di wilayah Tambakbayan.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Sevy Renita Setyaningrum mengungkapkan, kesadaran masyarakat menjadi hal penting karena risiko pekerjaan tidak hanya berdampak kepada pekerja, tetapi juga keluarga yang menjadi ahli waris.

Melalui program ini pihaknya berharap, literasi mengenai jaminan sosial semakin luas, khususnya di kalangan pekerja informal dan pekerja mandiri. Pada akhirnya, semakin banyak pekerja di Ponorogo yang terlindungi dari risiko pekerjaan dan memiliki jaminan bagi keluarganya.

Baca juga: Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

“Harapannya dengan dilakukan gerakan sadar ataupun Gebyar ini, masyarakat sadar bahwasanya masyarakat ini juga ada risiko-risiko pekerjaan ketika mereka mencari nafkah atau bekerja melakukan kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Menurut dia, ketika masyarakat telah memahami risiko tersebut dan kemudian menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pekerja maupun keluarganya akan memperoleh perlindungan sesuai program yang diikuti.

“Ketika masyarakat sadar kemudian bergabung atau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, risiko-risiko yang terjadi untuk dirinya, bahkan ke ahli waris ataupun anaknya, sudah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” kata Dony.

Ditempat terpisah, Lurah Tambakbayan, Suhariyanto, menyampaikan apresiasi atas perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada perangkat kelurahan dan pengurus RT di wilayahnya.

“Kami sebagai pihak kelurahan dan wakil dari ahli waris mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan kepedulian BPJS Ketenagakerjaan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam melindungi perangkat kelurahan dan pengurus RT yang ada di lingkungan kami,” ujar Suhariyanto.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Malang Perluas Perlindungan bagi Pengurus Masjid

Dia menilai jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi perangkat kelurahan maupun pengurus RT yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan memiliki risiko dalam pekerjaannya.

“Dengan jaminan dan perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat menjadi jaminan pelindung bagi kami dalam beraktivitas dan menjalankan pekerjaan pelayanan yang memang memiliki risiko,” katanya.

Suhariyanto juga mengapresiasi peran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat melalui program Gebyar.

Menurut dia, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman pekerja mandiri mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.

“Kami juga mengapresiasi peran aktif BPJS Ketenagakerjaan dalam mengedukasi masyarakat melalui program Gebyar ini, di mana dengan kegiatan ini masyarakat pekerja mandiri lebih aware dan paham tentang perlindungan jaminan kerja,” pungkasnya. roh

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru