SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mewujudkan target kota setempat bebas masalah sampah 2027, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun siap mencairkan dana operasional program pilah sampah dari rumah sebesar Rp10 juta tiap rukun tetangga (RT) pada akhir Agustus 2026 untuk mengelola sampah di lingkungan masing-masing, baik sampah organik maupun anorganik dengan melibatkan tim Pendekar Hijau yang telah dibentuk untuk mendampingi pengelolaan sampah di tiap RT.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menjelaskan gerakan memilah sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat sejak dari rumah menjadi kunci agar volume sampah yang dibawa ke TPA dapat terus berkurang.
Baca juga: Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas, Pemkot Madiun Fasilitasi Pelatihan Digital Lewat POS
"Saya minta segera, karena masyarakat sudah menunggu. Kalau bisa 31 Agustus nanti sudah mulai dicairkan. Sesuai laporan dari teman-teman organisasi perangkat daerah (OPD), anggarannya sudah siap. Kapanpun mau dicairkan sudah siap. Tinggal kita samakan teknisnya, apakah mau dicairkan serentak atau per kelurahan," ujarnya, Selasa (25/08/2026).
Baca juga: Atasi Sampah Organik, Pemkot Madiun Kembangkan Budidaya Maggot
Perlu diketahui, Program Zero Waste 2027 bukan berarti sampah hilang. Namun, program tersebut diarahkan pada bagaimana seluruh pihak mampu mengelola sampah dengan lebih baik, terutama melalui pemilahan sejak dari sumbernya, sehingga masalah sampah dapat teratasi.
Baca juga: Optimalkan KBM, Pemkot Madiun Usulkan Revitalisasi Bangunan SD Pakai APBN
Selain membahas program prioritas tentang pilah sampah dari rumah, rapat dinas tersebut juga menyoroti tentang berbagai program prioritas lain, seperti pembangunan lanjutan Kampung Jepang, pengembangan wisata dengan pihak Perhutani Forestry Institute, hingga serapan belanja. Sedangkan terkait serapan anggaran, Pemkot Madiun mencatat hingga Agustus ini sudah mencapai angka 43,3 persen. Bagus meminta setiap OPD segera mempercepat serapan anggaran sesuai target. md-01/dsy
Editor : Redaksi