Lewat ‘Shrimp Fiesta’, Pemkab Banyuwangi Kampanyekan Budidaya Udang Berkelanjutan

surabayapagi.com
Kegiatan "Shrimp Fiesta" di Banyuwangi, Jawa Timur. SP/BYW

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui agenda "Shrimp Fiesta" atau pesta udang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, gencar mengampanyekan budi daya udang berkelanjutan, karena wilayah Banyuwangi memiliki potensi perikanan yang terus dikembangkan, salah satunya komoditas udang.

"Shrimp Fiesta menjadi bagian dari upaya mengampanyekan potensi udang Banyuwangi sekaligus membangun kesadaran bahwa budi daya udang merupakan salah satu sektor penting yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (31/08/2026).

Baca juga: Gandeng Dunia Usaha, Pemkab Banyuwangi Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Lebih lanjut, menurut Ipuk, pengembangan budi daya udang harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Dan dalam kesempatan itu, dirinya memberikan apresiasi dengan terbentuknya Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan Banyuwangi.

Baca juga: Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Hadirkan 19 PNS Tenaga Kesehatan

"Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan, kami ingin menjadikan budi daya yang berkelanjutan sebagai bagian dari cara Banyuwangi membangun sektor perikanan ke depan," ungkapnya.

Oleh karenanya, Ipuk berharap tim tersebut menjadi contoh tata kelola budi daya udang yang mampu berjalan beriringan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, potensi udang di Banyuwangi tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, namun juga telah menembus pasar internasional.

Baca juga: Lewat Program Inklusif, Pemkab Banyuwangi Komitmen Penuhi Hak Dasar Warga

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menambahkan, pasar ekspor udang Banyuwangi cukup besar, dan sejumlah negara menjadi tujuan pengiriman komoditas tersebut, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, China dan negara-negara di Eropa. Dan sebanyak 28 warung rakyat dan pelaku UMKM turut terlibat dalam lomba memasak, dan kegiatan itu juga dimeriahkan dengan masak besar bersama juru masak dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). by-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru