Bagikan Bantuan Beras 800 Kilogram, Pemkot Surabaya Libatkan Karang Taruna

surabayapagi.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela penyaluran bantuan beras kepada masyarakat. SP/SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya kembali membagikan bantuan beras sebanyak 800 kilogram kepada keluarga penerima manfaat di Kelurahan Kemayoran, dengan melibatkan karang taruna membantu pembagian bantuan tersebut.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga turut mengapresiasi karang taruna yang ikut serta membantu penyaluran beras kepada warga penerima manfaat supaya bantuan beras dari pemerintah pusat itu cepat tersalurkan. Dan total bantuan beras yang disalurkan di wilayah Kelurahan Kemayoran sebanyak 1.452 kantong, dan baru 800 kantong beras disalurkan hari ini, sedangkan sisanya akan diberikan kepada KPM.

Baca juga: Khusus Desil 1-4, 144.540 Keluarga di Lumajang Terima Bantuan Pangan Beras

"Karang Taruna di Kota Surabaya ini yang bergerak ketika ada pendataan membantu, dan ketika ada penyaluran juga membantu. Karena saya berharap, Gen Z dan Karang Taruna ini bisa menjadi bagian dari pembangunan yang ada di wilayahnya masing-masing,” ujar Cak Eri sapaan akrabnya, Selasa (01/09/2026).

Baca juga: Gencarkan Jemput Bola Jukir, Pemkot Surabaya Perluas Penerapan Digitalisasi Parkir

"Tadi juga ada tempat meja khusus bagi lansia dan penerima yang membawa anak. Jadi tidak lagi antre dan langsung ke tempat yang disediakan. Dan untuk distribusi dilakukan dua tahap agar tidak terjadi penumpukan dan orang yang menunggu terlalu lama," imbuhnya.

Baca juga: Perkuat Semangat Gotong Royong, Pemkot Surabaya Buka Lomba Kampung Pancasila 2026

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Surabaya Febryan Kiswanto mengatakan dalam kesempatan ini Karang Taruna bermitra dengan Bulog sebagai tim penyalur bantuan agar tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. “Kami mendapatkan data, kemudian kroscek di lapangan sekaligus bersama kelurahan dan kecamatan untuk membagikan undangan. Atas kemudian data yang tidak pas, akan menjadi catatan dan record, sehingga menjadi evaluasi,” ungkapnya. sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru