SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Keberadaan satwa laut hiu paus di perairan muara Sungai Porong, Kecamatan Jabon, Sidoarjo yang sempat viral, kini dinilai berpotensi mendongkrak daya tarik wisata bahari berbasis alam dan konservasi di sekitar kawasan tersebut. Pasalnya, kemunculan hiu paus tersebut hanya terlihat saat memasuki musim kemarau dan kondisi air laut sedang jernih.
"Kalau musim kemarau, kondisi air sedang jernih, ikan paus dan hiu tutul itu muncul," jelas Wedha, pengelola Seven Point Jetsky di perairan Porong, Selasa (01/09/2026).
Baca juga: Dorong Perluasan Pasar, Pemkab Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan UMKM
Sementara itu, terkait kemunculan hiu paus diduga berkaitan dengan aktivitas satwa itu mencari makanan di sekitar muara Sungai Porong. Ia menyebut fenomena itu kerap terlihat pada musim kemarau, terutama saat kondisi perairan mendukung. Meski dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan wisata bahari di Sidoarjo. Namun, pengembangan wisata tetap perlu memperhatikan keselamatan pengunjung dan kelestarian habitat satwa.
"Diduga hiu itu mencari makan, ganggang yang ada di muara Sungai Porong. Kemunculannya setiap musim kemarau, saat air dalam kondisi jernih," ujarnya.
Baca juga: Ditarget Rampung 2027, Pemkab Sidoarjo Siapkan Perluasan Akses KDKMP Ngingas
Terpisah, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan potensi alam di kawasan pesisir Sidoarjo tidak semestinya hanya dilihat dari sisi mendatangkan wisatawan. Menurutnya, pengembangan kawasan harus terkoneksi dengan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Meski memiliki potensi wisata, Mimik menegaskan Pemkab Sidoarjo tidak ingin terburu-buru menentukan bentuk pengembangan kawasan itu. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui potensi kawasan sekaligus memastikan aspek legalitas dan perizinannya.
Baca juga: Harga Daging Ayam di Pasar Porong Tembus Rp 43 Ribu per Kg saat Maulid Nabi
"Ke depannya nanti kita harus mengkaji ulang potensinya seperti apa. Karena ini masih wilayahnya BBWS dan Kementerian PU, jadi kita harus kerja sama. Kita akan komunikasikan dengan pemerintah pusat dan provinsi ini sebaiknya seperti apa, terutama menyangkut izin-izinnya," ungkapnya. sd-02/dsy
Editor : Redaksi