SurabayaPagi, Surabaya – Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Jawa Timur bersama Grand Heaven Surabaya menggelar peringatan Hari Ulambana, Sabtu (5/9/2026).
Berbeda dari pelaksanaan pada umumnya, kegiatan doa dan pelimpahan jasa kebajikan bagi para leluhur tersebut digelar di luar kawasan vihara.
Baca juga: Grand Heaven Surabaya Salurkan 300 Paket Sembako dalam Program Peduli Ramadhan
Peringatan Ulambana itu menjadi momentum bagi keluarga untuk mendoakan para leluhur, baik yang disemayamkan di kolumbarium maupun telah dimakamkan.
Pelaksanaan di luar vihara juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan keagamaan yang lebih dekat dengan keluarga.
Pimpinan Grand Heaven Surabaya, Tung Tung, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan MBI Jawa Timur.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Ketua MBI Jatim Arianto Tanuwijaya atas dukungan dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk Ulambana dan Cengbeng.
"Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MBI Jawa Timur, khususnya Bapak Arianto Tanuwijaya, atas dukungan dan kerja sama yang sangat baik selama ini, baik dalam penyelenggaraan acara Ulambana maupun Cengbeng," ujar Tung Tung.
Menurut dia, pelaksanaan tahun ini menjadi satu-satunya peringatan Ulambana yang digelar di luar vihara.
Kegiatan tersebut secara khusus ditujukan untuk memfasilitasi keluarga yang ingin mendoakan leluhur mereka yang berada di kolumbarium maupun makam.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan setiap tahun dengan persiapan yang semakin baik.
Baca juga: Di Apresiasi DPR RI, Grand Heaven Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Tionghoa Pra Sejahtera
Apresiasi terhadap kolaborasi tersebut juga disampaikan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Jawa Timur, Ketut Panji Budiawan.
Ia menilai sinergi antara generasi muda MBI Jatim dan Grand Heaven Surabaya memiliki arti penting dalam menjaga tradisi penghormatan kepada leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat.
"Sebagaimana diajarkan dalam Sanghyang Kamahayanikan maupun Mangala Sutta, menghormati mereka yang patut dihormati adalah berkah utama. Momen ini menjadi ladang subur bagi kita untuk menanam kebajikan, agar limpahan jasanya dirasakan para leluhur dan berkahnya kembali kepada kita yang masih hidup," tutur Budiawan.
Sementara itu, Sekwil Sagin Jatim, Y.M. Biksu Nyanadharmamaitri Mahathera, menjelaskan bahwa Doa Ulambana memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Buddha.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenang leluhur sekaligus memanjatkan doa agar mereka yang masih berada dalam kondisi penderitaan dapat memperoleh jalan menuju alam kebahagiaan.
Baca juga: Sambut Hari Raya Idul Fitri, Grand Heaven Surabaya Gelar Baksos Untuk Warga Pra Sejahtera
"Doa Ulambana ini ditujukan untuk mengenang para leluhur keluarga. Apabila ada leluhur yang masih berada di alam penderitaan, semoga melalui kegiatan ini mereka dapat terbantu untuk memasuki alam bahagia serta memperoleh ketenangan dan kedamaian," ungkap Biksu Nyanadharmamaitri Mahathera.
Pengurus MBI Jawa Timur, Haryanto, turut menyambut baik pelaksanaan peringatan tersebut. Ia berharap kerja sama antara MBI Jatim dan Grand Heaven Surabaya dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain menjadi ruang untuk mengenang leluhur, peringatan Ulambana tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dapat terus dirawat melalui kolaborasi berbagai pihak.
Kegiatan itu diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebajikan, penghormatan kepada leluhur, serta kepedulian antargenerasi.
Editor : Redaksi