Kurangi Volume Sampah TPA Mrican, DLH Ponorogo Perkuat Bank Sampah

surabayapagi.com
Gunungan sampah di TPA Mrican, Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Mrican, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat hulu melalui optimalisasi bank sampah. Sehingga dengan mengaktifkan kembali bank sampah yang kurang aktif dapat mendorong pembentukan bank sampah baru di sejumlah desa dan lingkungan masyarakat.

"Saat ini kami terus mengoptimalkan bank sampah yang sudah ada, termasuk mengaktifkan kembali yang kurang aktif dan membentuk bank sampah baru di sejumlah desa. Ini menjadi salah satu upaya menangani sampah dari sisi hulu," ujar Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo Adhi Fahrianto, Selasa (15/09/2026).

Baca juga: Masjid Al-Ikhlas Ponorogo Terbakar, Api Muncul Usai Shalat Zuhur

Sedangkan saat ini terdapat sekitar 141 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah Ponorogo. Pengelolaan bank sampah juga mulai diterapkan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Dari 56 OPD di lingkungan Pemkab Ponorogo, sebanyak 45 OPD telah melaporkan kepada DLH bahwa mereka memiliki bank sampah. 

Baca juga: Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Oleh karenanya, dengan adanya keberadaan bank sampah turut mengurangi sampah yang masuk ke TPA Mrican. "Bank sampah ini lebih banyak menangani sampah anorganik, terutama sampah plastik. Sementara untuk sampah organik masih membutuhkan metode pengelolaan lainnya," katanya.

Berdasarkan perhitungan DLH, pengurangan sampah melalui bank sampah mencapai sekitar 3 hingga 4 persen. Namun, pengelolaan melalui bank sampah saat ini masih didominasi sampah anorganik, terutama plastik. Sementara sampah organik membutuhkan metode pengolahan tersendiri.

Baca juga: 1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

Di sisi hilir, DLH Ponorogo juga mendorong perubahan sistem pengelolaan TPA dari pola open dumping menuju sanitary landfill untuk memperbaiki pengelolaan sampah secara bertahap. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menangani persoalan sampah sembari menunggu kepastian pembangunan fasilitas pengganti TPA Mrican. pn-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru