SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, meningkatkan kuota penerima beasiswa Program 1.000 Sarjana menjadi sedikitnya 600 mahasiswa, pada rancangan KUA-PPAS 2027 di Kota Batu.
Rencana tersebut masuk dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Program pendidikan tersebut tetap dipertahankan meskipun ruang fiskal Kota Batu semakin terbatas. Dimana, program 1.000 Sarjana menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses masyarakat Kota Batu dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Baca juga: Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Pemkot Batu Andalkan Sektor Pertanian
Pada tahun depan, kuota kembali ditambah. Sedikitnya 600 mahasiswa ditargetkan mendapatkan dukungan pendidikan melalui program tersebut. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Batu dalam memilah belanja agar anggaran yang tersedia tetap memberikan dampak langsung kepada masyarakat. “Penguatan SDM menjadi salah satu arah belanja kita,” ujar Wali Kota Batu, Nurochman, Selasa (15/09/2026).
Baca juga: Cegah Aksi Vandalisme, Pemkot Batu Siapkan Ruang Ekspresi yang Sasar Fasilitas Publik
Sehingga, terkait target penerima pada 2027 tersebut meningkat dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Pada 2025, Program 1.000 Sarjana menyasar 273 mahasiswa dengan anggaran sekitar Rp1.700.000.000. Jumlahnya kemudian bertambah menjadi 400 mahasiswa pada 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp5.600.000.000.
Selain pendidikan, arah belanja 2027 juga menempatkan desa sebagai salah satu fokus intervensi. Penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui penyediaan fasilitas publik, sektor pertanian, UMKM, hingga pengembangan potensi lokal. Pemkot Batu juga menyiapkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk membantu desa menangani kebutuhan yang lebih spesifik.
Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkot Batu Tata Kawasan Jalan Bukit Berbunga Sidomulyo
Dengan arah kebijakan tersebut, APBD 2027 tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik berskala kota. Sebagian belanja juga diarahkan agar lebih dekat dengan kebutuhan warga, mulai dari akses pendidikan hingga penguatan ekonomi di tingkat desa. bt-01/dsy
Editor : Redaksi