SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Pameran tunggal lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Surabaya dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Selasa (15/9/2026). Pameran tunggal tersebut dibuka di Voza Tower Surabaya untuk masyarakat mulai 16–29 September 2026 dengan sekitar 95 lukisan SBY yang dibawa dalam rangkaian pameran di Surabaya.
Pameran ini sekaligus memperlihatkan kehidupan baru SBY setelah meninggalkan pemerintahan dan politik praktis. Kanvas menjadi ruang bagi SBY untuk merekam perjalanan, pengalaman personal, keindahan alam hingga kegelisahannya melihat berbagai persoalan kemanusiaan. “Kalau memang ada yang melihat lukisan saya, saya bersenang hati di Kota Surabaya. Sebenarnya nanti bulan Desember akan ada pameran lukisan saya. Saya akan tampilkan 500 lukisan saya di Jakarta,” kata SBY usai pembukaan pameran.
Baca juga: Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen
Sebagian karya yang ditampilkan memiliki cerita sangat personal. SBY mengungkapkan sejumlah lukisan terinspirasi dari karya fotografi mendiang istrinya, Ani Yudhoyono. Kepergian Ani menjadi salah satu fase yang mendorong SBY semakin mendalami dunia seni lukis.
Selain pengalaman pribadi, lukisan SBY juga merekam pandangannya terhadap situasi sosial dan kemanusiaan. Pameran tersebut antara lain terbagi dalam lanskap memori, sosial-politik, serta karya-karya alam yang banyak dikerjakannya dalam beberapa tahun terakhir.
Aktivitas melukis juga menjadi bagian dari pilihan SBY menjalani kehidupan setelah dua periode memimpin Indonesia. Dalam pembukaan pameran, ia mengatakan kegiatan seni membantunya menghindari post-power syndrome dan keinginan ikut campur dalam urusan pemerintahan.
Baca juga: Khofifah Ajak Warga Perkuat Literasi di Momentum Hari Buku Sedunia 2026
Meski telah meninggalkan politik praktis, SBY mengaku tetap mengikuti perkembangan Indonesia dan dunia. Ia juga masih menerima undangan untuk berdiskusi dan memberikan pandangan mengenai berbagai persoalan, tetapi menekankan perlunya menjaga batas sebagai mantan presiden.
“Saya sudah tidak lagi di kekuasaan. Saat ini yang memimpin adalah Presiden Prabowo. Saya harus menjaga sikap, tutur kata saya agar tidak dianggap cawe-cawe dan tidak dianggap melampaui kepatutan sebagai seorang mantan presiden,” kata SBY.
Baca juga: Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal
Pameran di Surabaya juga disertai peluncuran buku monograf seni lukis bertajuk “Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Lanskap Hati Susilo Bambang Yudhoyono”. Buku tersebut merekam perjalanan kreatif SBY dalam melukis, termasuk fase setelah kepergian Ani Yudhoyono.
Setelah Surabaya, SBY telah menyiapkan agenda pameran yang lebih besar di Jakarta pada Desember 2026. Ia menyebut sekitar 500 lukisan akan ditampilkan, sekaligus memperlihatkan semakin seriusnya aktivitas seni yang dijalaninya setelah meninggalkan panggung kekuasaan. rko
Editor : Redaksi