SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menindaklanjuti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di hutan pinus di Gunung Butak, Kabupaten Ngawi, kini mulai dalam kondisi darurat karena mengakibatkan akses warga terputus buntut tidak padamnya api yang membakar hutan tersebut hingga sepekan lamanya, Rabu (07/10/2026).
Saat ini, api semakin mendekati permukiman warga, sementara akses jalan penghubung Desa Sine dan Desa Sumbersari, Kecamatan Sine, terganggu akibat sejumlah pohon pinus tumbang. Kebakaran terjadi di Petak 2A1, 2A2, dan 2B yang masuk wilayah RPH Salam, BKPH Lawu Utara, KPH Lawu dan sekitarnya. Luas area hutan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 60 hektare.
Baca juga: Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman
Melihat hal tersebut, sejumlah warga yang khawatir api semakin mendekati permukiman berupaya menghalau api menggunakan peralatan seadanya. Suwarni, warga, mengatakan kebakaran yang berlangsung selama sepekan tersebut membuat warga khawatir, terlebih api semakin mendekati permukiman. Warga pun berupaya membantu menghalau api dengan peralatan yang tersedia.
Baca juga: 11 Hektare Situs Ijen Geopark Black Lava Plalangan Bondowoso Hangus Terbakar
Bahkan, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Ngawi dikerahkan ke lokasi untuk membantu pemadaman. Petugas juga menebang sejumlah pohon yang dinilai rawan tumbang untuk membuka akses sekaligus mengurangi risiko bagi petugas dan warga.
Baca juga: Pemkab Ngawi Pasang 260 Titik PJU, Sasar Jalur Rawan dan Akses Pertanian
Meski demikian, hingga kini, proses pemadaman masih terus dilakukan. Jalan penghubung Desa Sine dan Desa Sumbersari belum dapat dilalui kendaraan karena tertutup sejumlah pohon pinus yang tumbang, sementara petugas masih berupaya memadamkan titik api sekaligus membuka kembali akses jalan bagi warga. ng-01/dsy
Editor : Redaksi