SURABAYAPAGI.com, Malang - Pasca wilayah Malang Raya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sejumlah harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, naik dalam sepekan terakhir. Bahkan, harga labu siam, timun, dan kubis dilaporkan naik dua kali lipat, sedangkan cabai rawit mencapai Rp 70.000 per kilogram.
Salah satunya, di Pasar Bunulrejo, kenaikan harga sayur-mayur mulai dirasakan pedagang dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu pedagang sayur di Pasar Bunulrejo, Nasir, mengatakan beberapa komoditas mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan harga normal.
Baca juga: Kekeringan Ekstrem, Malang Dropping 84.300 Liter Air ke Desa Terdampak
"Labu siam, timun, sama kubis naik jadi Rp 10.000 per kilogram. Padahal harga normalnya biasa di angka Rp 5.000," ujar Nasir, Kamis (29/10/2026).
Selain sayuran tersebut, harga cabai juga terus merangkak naik. Nasir menyebut harga cabai rawit kini mencapai Rp 70.000 per kilogram untuk kualitas sedang. Sementara itu, harga cabai besar naik menjadi Rp 60.000 per kilogram dan cabai keriting mencapai Rp 70.000 per kilogram.
Baca juga: Heboh! Monyet Besar Bebas Berkeliaran di Pemukiman Jalan Cimanuk Kota Malang
"Cabai kecil naik jadi Rp 70.000, itu pun kondisinya sedang, ada campuran yang agak busuk sedikit-sedikit. Harga normalnya 40.000 sampai 50.000 per kilogram. Harga cabai memang fluktuatif, naik turunnya cepat sekali. Padahal kemarin masih harga Rp80.000 per kilogram,” jelasnya.
Menurut Nasir, hujan yang mengguyur wilayah Malang Raya memengaruhi kondisi tanaman di tingkat petani, terutama ketika hujan deras turun pada malam hari. Pasalnya, kualitas komoditas yang rentan rusak akibat air hujan menjadi salah satu faktor yang dapat mengurangi stok sayuran di pasaran. Selain itu, sayuran daun termasuk komoditas yang rentan rusak akibat paparan air hujan berlebih.
Baca juga: Imbas Kebakaran Hutan, Dishut: Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Sementara
"Kemungkinan harga bisa naik lagi, apalagi kalau musim hujan malam hari. Harga sayur pasti naik drastis karena banyak petani yang gagal panen. Seperti sayur sawi contohnya, terkena air hujan sebentar saja bisa langsung rusak. Kalau stoknya rusak, pasti harganya ikut naik," kata Nasir. ml-02/dsy
Editor : Redaksi