SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi ancaman bencana alam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, pada tahun ini telah membentuk enam Desa Tangguh Bencana (Destana) baru yang dirancang untuk membekali masyarakat sekaligus mengajarkan kemandirian warga yang tinggal di kawasan rawan bencana alam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto menyampaikan enam Destana yang dibentuk pada tahun ini, yaitu Desa Pesisir, Desa Besuki (Kecamatan Besuki), Desa Desa Sumberanyar (Kecamatan Banyuputih), Desa Jangkar (Kecamatan Jangkar), Desa Jatisari (Kecamatan Arjasa), Desa Seliwung (Kecamatan Panji).
Baca juga: Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat
"Dengan demikian, pembentukan Desa Tangguh Bencana hingga saat ini mencapai sekitar 90 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan," katanya, Kamis (05/11/2026).
Baca juga: Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkab Situbondo Gelar Gerakan Pangan Murah
Dalam program Destana ini, masyarakat desa rawan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang. Mereka diajarkan berbagai langkah mitigasi guna meminimalisasi risiko sebelum bencana terjadi. Dan di setiap Desa Tangguh Bencana itu masyarakat setempat dilatih mengenali dan menganalisa potensi bencana alam di wilayahnya, serta mitigasi maupun penanganan pascabencana.
Baca juga: Pemkab Situbondo Berhasil Tekan Kemiskinan Jadi 10,83 Persen per 2026
"Di Desa Tangguh Bencana, warga diajarkan seperti tata cara penanganan dan penanggulangan ketika bencana terjadi, hingga langkah pemulihan pascabencana. Harapan kami di Desa Tangguh Bencana ini mampu mengenali ancaman bencana, sehingga mampu mengurangi risiko bencana di wilayah masing-masing," tutur Timbul. st-01/dsy
Editor : Redaksi