Kemdikbud : Pendidikan Dini Masih Kurang Perhatian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Harris Iskandar, mengakui, pendidikan dini belum menjadi perhatian utama, baik oleh pemerintah sendiri maupun masyarakat. Harris menilai, ada paradoks dimana pemerintah dan masyarakat lebih menitikberatkan pada pendidikan hulu seperti tingkat pendidikan menengah atas dan pendidikan tinggi. “Pada saat yang sama perhatian kepada pendidikan dini yang merupakan hilirnya masih sangat minim,” ujarnya. Ia mencontohkan, bagaimana anggaran untuk pendidikan tinggi yang jauh lebih besar ketimbang pendidikan dini. Padahal, menurut Harris, fase pendidikan dini merupakan hal yang paling menentukan dari proses tumbuh kembangnya anak sebagai generasi bangsa. Ia menyebut, 90 persen perkembangan otak manusia terjadi pada usia 5 tahun pertama. Adapun, mengutip ahli neurosains, usia kunci perkembangan anak terjadi pada 1.000 hari pertamanya sejak dalam kandungan atau sampai berusia 2 tahun. “Karenanya tidak proporsional jika pendidikan dini kurang diperhatikan,” imbuhnya. “Tapi mana investasi kita untuk memastikan bahwa anak-anak tumbuh dengan baik. Semua diserahkan masing-masing keluarga,” tambah Harris. Ia menegaskan, untuk mewujudkan generasi emas sebagaimana visi 100 tahun Indonesia pada 2045 mendatang, perlu diperhatikan sejak hilirnya, yakni pendidikan dini. Kemendikbud sendiri, menurutnya, dalam hal ini sudah berupaya salah satunya dengan membuat direktorat khusus mengenai pendidikan keluarga yang berada dibawah Ditjen PAUD dan Dikmas yang disahkan sejak 2015 lalu. sd
Tag :

Berita Terbaru

Tabir Misteri Bangunan ‘Mewah’ di Lapas Cibinong, Mulai Terungkap

Tabir Misteri Bangunan ‘Mewah’ di Lapas Cibinong, Mulai Terungkap

Kamis, 01 Okt 2026 07:38 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tabir misteri di balik berdirinya deretan bangunan ‘mewah’ di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Ja…

Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Kamis, 01 Okt 2026 07:35 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pabrikan mobil asal Jepang belum sepenuhnya menggantikan manusia dengan robot untuk merakit kendaraan. Wakil Presiden Direktur PT Toyota…

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Siap Diaudit Forensik

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Siap Diaudit Forensik

Kamis, 01 Okt 2026 07:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) siap mendukung rencana audit forensik tata kelola Keuangan Haji. BPKH juga akan menyediakan data dan…

Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Kamis, 01 Okt 2026 07:31 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Honda meluncurkan skuter matic edisi khusus yang bisa bikin penggemar Gundam ngiler. Honda NS125FX Freedom Gundam Limited Edition resmi…

Sejumlah Penjual di TikTok Shop, Ngadu ke DPR-RI

Sejumlah Penjual di TikTok Shop, Ngadu ke DPR-RI

Kamis, 01 Okt 2026 07:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Sejumlah penjual di TikTok Shop mengadukan persoalan saldo tidak dapat dicairkan hingga menjadi Rp 0 ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR…

BI, Batasi Pembelian Dolar AS

BI, Batasi Pembelian Dolar AS

Kamis, 01 Okt 2026 07:27 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) menyampaikan alasan di balik kebijakan pembatasan pembelian dolar Amerika Serikat (AS). Penetapan batas transaksi…