Puluhan Warga di Gunungkidul Dipasung  

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Yogyakarta – Kasus orang terpasung di Kabupaten Gunung Kidul masih tinggi. Dari catatan Dinas Sosial setempat, terdapat 46 orang dipasung. Dari jumlah itu, 4 orang diantaranya sudah dievakuasi. Melalui hari kesehatan jiwa sedunia, keluarga dan masyarakat diajak lebih peduli pada orang dengan gangguan Jiwa (ODGJ). Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Irvan Ratnadi menyampaikan, usia ODGJ di wilayahnya berkisar 16 hingga 65 tahun. Dari rentang usia tersebut, ODGJ didominasi usia produktif. "Sebagian besar merupakan usia produktif dengan rata-rata usia 25 hingga 40 tahun,"kata Irvan, Rabu (11/10/2017). Pemasungan dilakukan dengan menggunakan rantai ataupun alat tertentu. Ada juga yang dikurung dalam kamar tertutup. Segala aktivitas mulai dari makan hingga buang air di tempat tersebut. Pemasungan dilakukan agar ODGJ tidak meninggalkan rumah. Irvan mengaku, tak mudah untuk mengevakuasi orang yang dipasung. Sebab, dari beberapa kasus pemasungan, keluarga tidak menghendaki untuk dipisahkan. Ia mencontohkan di kecamatan Semin. Ketika petugas Dinas Sosial Gunungkidul dan tim anti pasung DIY mendatangi lokasi pasung yang tidak terawat, keluarga tidak memperbolehkan petugas membawa penderita ODGJ ke RS Grasia, di Sleman. "Keluarga menolak untuk dibawa. Padahal kita mau membantu agar lebih baik dan semuanya gratis. Bahkan jika tidak memiliki BPJS akan kita bantu," tuturnya. Sebenarnya, upaya pemerintah untuk membantu ODGJ sering dilakukan. Mereka diberikan pelatihan dari Balai rehabilitasi di Kalasan, Sleman. Beberapa orang yang sudah ditangani mampu bekerja kembali. Pihaknya pun sudah mengupayakan agar obat yang dibutuhkan ada di setiap Puskesmas sehingga memudahkan keluarga untuk mengambilnya. "Sekarang puskesmas sudah ada obat. Yang disosialisasikan keluarganya, jangan sampai telat. Kita menyediakan gratis," ucapnya. Kepedulian ODGJ Masih Rendah Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari Ida Rochmawati menilai sebagian besar kasus pemasungan yang ditemukan sekarang merupakan repasung atau bukan pemasungan pertama. Pada umumnya, mereka sudah pernah mengakses layanan kesehatan jiwa namun tidak berkelanjutan sehingga terjadi pemasungan kembali. "Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa masih rendah," katanya. Selain itu, faktor jarak yang jauh dari pusat kesehatan menyebabkan masyarakat sulit mengakses pelayanan kesehatan. Padahal DIY memiliki Peraturan Gubernur No 31 Tahun 2014 tentang Pemasungan. "Sebenarnya yang terpenting itu bagaimana penanganan pasca pasung. Bagaimana mereka bisa mendapatkan akses kesehatan Sementara dari salah seorang anggota Yayasan Inti Mata Jiwa, Sigit Wage Daksinarga mengatakan, penanganan ODGJ di Gunungkidul cukup sulit. Sebagian dari 2.000 ODGJ tidak bisa mengakses kesehatan. "Mereka tidak punya e-KTP sehingga tak memiliki jaminan kesehatan," ujarnya. Apalagi obat yang dikonsumsi jika dibeli, harganya Rp 300.000 per bulan. Dengan kondisi ini, tidak mengherankan jika masih ada pemasungan. "Pemerintah harus memberikan kemudahan akses kesehatan bagi ODGJ. Masyarakat juga harus lebih peduli dan perhatian," pungkasnya.
Tag :

Berita Terbaru

Warga Desa Tambakrejo Blitar di Temukan Tewas Tenggelam saat Memancing di Laut

Warga Desa Tambakrejo Blitar di Temukan Tewas Tenggelam saat Memancing di Laut

Rabu, 18 Feb 2026 14:17 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rudi Purwanto 34 warga Desa Tambakrejo  Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar di temukan tewas di Pantai Gumiling Desa Tambakrejo, di …

RSI Disebut Hanya Boneka, Warga RT 59 Nambangan Lor Protes Gedung Baru 8 Lantai

RSI Disebut Hanya Boneka, Warga RT 59 Nambangan Lor Protes Gedung Baru 8 Lantai

Rabu, 18 Feb 2026 14:02 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 14:02 WIB

‎‎SURABAYA PAGI, Kota Madiun – Polemik pembangunan gedung baru 8 lantai milik RSI Aisyiyah Kota Madiun kian memanas. Dalam audiensi bersama DPRD Kota Madiun, Ra…

Sambut Ramadan, Pemprov Jatim dan Baznas Salurkan Bantuan RTLH dan Beasiswa

Sambut Ramadan, Pemprov Jatim dan Baznas Salurkan Bantuan RTLH dan Beasiswa

Rabu, 18 Feb 2026 13:11 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 13:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa dan berbagi kebahagiaan bersama 850 Bunda Ojek O…

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah-Balai Desa di Pasuruan Rusak

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah-Balai Desa di Pasuruan Rusak

Rabu, 18 Feb 2026 12:01 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebanyak puluhan bangunan di Pasuruan, Jawa Timur rusak diterjang angin kencang. Bangunan yang rusak termasuk balai desa.…

Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Lumajang Tembus Rp 40 Ribu per Kg

Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Lumajang Tembus Rp 40 Ribu per Kg

Rabu, 18 Feb 2026 11:55 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menjelang bulan puasa, sejumlah komoditas seperti harga daging ayam di Pasar Baru Lumajang melonjak hingga tembus Rp 40.000 per…

Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi

Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi

Rabu, 18 Feb 2026 11:46 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Baru-baru ini sempat viral di media sosial (medsos) melalui  Instagram @ingintauindonesia, yang menyebut jika menu makan bergizi …