Pasca Proyek Tol Paspro Ambruk

Konstruksi Diduga tak Sesuai Spek, DPRD Jatim Panggil PT Waskita

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ambruknya proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo (paspro) yang menewaskan satu orang berbuntut panjang. PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut tidak hanya berurusan dengan Polda Jatim. DPRD Jatim juga berencana memanggil manajemen perusahaan plat merah (BUMN) tersebut. Di sisi lain, warga juga mengeluhkan proyek tol ini karena berdampak ke mereka. Beberapa hari terakhir, warga mengalami sesak nafas. ----------- Laporan : Riko Abdiono, Kadir, Hendarwanto - Editor : Ali Mahfud ----------- Komisi D DPRD Jatim dalam waktu dekat akan memanggil PT Waskita Karya terkait runtuhnya 4 girder di dalam pembangunan tol di Pasuruan. Selain akan mengevaluasi proyek tersebut, Komisi D akan mendalami penyebab kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal itu. "Kami akan panggil PT Waskita Karya untuk kita minta penjelasan, karena ini proyek tol pemerintah yang ada di Jawa Timur," ungkap Ketua Komisi D DPRD Jatim Edy Paripurna, Rabu (1/11). Politisi asal PDIP ini mengatakan pihaknya ingin menggali sejauh mana keterangan PT Waskita Karya dalam penanganan girder tersebut. "Kalau ada unsur kelalaian bisa masuk ranah pidana. Kami akan minta penjelasan mereka," jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim, Renville Antonio menegaskan agar pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa tersebut. "Bisa jadi tak sesuai dengan speknya sehingga girder tersebut bisa runtuh," tandas pria asal Mojokerto ini. Senada, Achmad Heri politisi asal Fraksi Nasdem ini memberikan rekomendasi, yaitu pertama soal konstruksi tol Paspro harus dikaji ulang secara cermat agar kedepannya tol tersebut menjadi kuat dan kokoh apabila dilalui, sehingga tidak ada lagi peristiwa jatuhnya korban akibat girder tol ini. "Kami harap dihitung secara sistematis dan akurasi bahan yang standar ulang, sehingga ketahanan konstruksi menjadi tahan lama," terang Heri. Anggota Komisi D DPRD Jatim lainnya, Surawi mengatakan pihaknya prihatin atas terjadinya peristiwa tersebut. Maka harus ada penyidikan lebih intensif untuk mengetahui sebab musababnya. “Jika nantinya dalam penyidikan tersebut ditemukan adanya force majeur maka pihak kepolisian bisa mempidananya,” sebutnya. Sebelumnya, melalui siaran pers, PT Waskita menyatakan pengerjaan proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, tersebut sudah sesuai dengan prosedur. PT Waskita juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban. Selain menewaskan satu pekerja, insiden pada 29 Oktober 2017, itu menyebabkan dua pekerja proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo terluka. Korban tewas adalah Heri Sunandar, pekerja mekanik PT Waskita, sementara korban luka bernama Sugiono dan Nurdin. Saat ini, kedua korban luka tersebut masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil. Warga Kena Dampak Sementara itu, puluhan warga yang berada di Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo mendapatkan bantuan kesehatan dan biaya perbaikan rumah atas dampak pembangunan Tol Paspro, Rabu (1/11) siang. Fia, warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, mengaku memang beberapa hari terakhir, mengalami sesak nafas. Ia mengaku, mulai sesak nafas seiring dengan pengerjaan urukan Tol Pasuruan-Probolinggo di dekat rumahnya. "Saya batuk dan mengalami gangguan pernafasan beberapa hari terakhir ini," cerita dia. Hal sama juga disampaikan, Rita. Ia mengalami gangguan pasca ada pengerjaan Tol Paspro. Hampir setiap hari, rumahnya berdebu. Ia menilai, udara di rumahnya sudah tak lagi bersih, karena terkontaminasi debu. "Saya susah bernafas. Saya sering batuk. Kata dokter, saya memiliki alergi debu," jelasnya. Masyarakat yang mengeluhkan ini langsung mendapatkan perawatan dari dokter yang sudah disediakan pihak Kementerian PUPR dan Waskita. Mereka mendapatkan obat yang memiliki kualitas baik bukan obat generik. "Ini bentuk tanggung jawab negara. Kami siap memberikan bantuan," cetus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Paspro, Agus Minarno. Unsur Kelalaian Penyidik Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimum) Polda Jatim membidik ketidaksterilan saat pengangkatan/pemasangan girder ke tiang pancang di fly over Tol Paspro. Ketidaksterilan itu terlihat adanya korban tewas Heri Sunandar dan dua orang pekerja luka, Sugiono dan Nurdin setelah tertimpa beton girder yang beratnya sekitar 100 ton. Tidak itu saja, di bawah reruntuhan juga ada mobil sehingga saat pengerjaan proyek berlangsung masih ada orang. "Harusnya dalam radius tertentu kondisi di sekitar lokasi proyek bersih dari pekerja. Tapi saat pengerjaan berlangsung masih ada orang," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Drs Frans Barung Mangera. Adanya kejanggalan itu, penyidik terus mengorek keterangan dari saksi-saksi yang ada. Apakah saat pengerjaan berlangsung ada pengawas atau orang yang bertanggung jawab terhadap proyek atau tidak. "Keterangan dan bukti terus dikumpulkan penyidik untuk melengkapi proses penyidikan," ujarnya. Korban yang meninggal dunia seketika, kabarnya saat itu sedang melakukan pengelasan di bawah girder yang tengah dipasang. Di situ juga ada genset yang dipakai untuk kegiatan mengelas korban. Tak pelak, tubuh korban langsung tertindih begitu girder jatuh. Karena itulah, Barung menegaskan pengerjaan proyek yang dilakukan pada Minggu (29/10/2017), juga menjadi pertanyaan besar. "Banyak hal yang bisa digali dan banyak celah untuk menemukan kelalaian itu hingga menyebabkan kecelakaan. Standar sertifikasi dan spesifikasi human pelaksana juga akan menjadi fokus lainnya," papar Barung.
Tag :

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…