Pelaku yang Belum Tertangkap Akan Ditindak Tegas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hampir dua pekan lamanya, Tim khusus (Timsus) yang dibentuk Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, mencoba mencari dua pelaku lainnya kasus pembunuhan terhadap Andi Prawangsa, 19, warga Pepelegi, Waru, Sidoarjo. Dan kemarin (8/11), polisi menangkap satu pelaku bernama Aziz,21, warga Geluran, Taman, Sidoarjo. Pelaku sendiri saat diamankan sedang tiduran di rumahnya." Ya kita amankan satu pelaku lagi di rumahnya," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum AKBP Boby Paludi Tambunan kemarin. Nah, pekerjaan rumah kita, lanjut Boby tinggal tiga pelaku lagi yang belum ditangkap." Kita meminta kepada pelaku lainnya yang belum ditangkap segera menyerah,” tegasnya. Kita ketahui, Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Boby P Tambunan, menjelaskan 8 tersangka itu diduga sudah menyebar di 6 wilayah. Wilayah yang kini diubek-ubek kepolisian adalah Kediri, Nganjuk, Pasuruan, Mojokerto, Gresik dan Jombang. "Tim langsung turun setelah kami menangkap 2 tersangka, Abu Dawud dan Gofur di Taman, Sidoarjo," ujar AKBP Boby P Tambunan, Sabtu (28/10). Kepastian lokasi pastinya, AKBP Boby tidak menyebut karena mereka masih dalam pencarian. "Kami minta doanya pada masyarakat agar penanganan pembunuhan ini cepat tuntas. Yang jelas tim terus mencari keberadaan mereka," tandasnya. Untuk mencari 8 tersangka, Timsus bergerak secara mobile dengan tujuan mengawasi terminal, stasiun kereta api, pasar dan permukiman. Karena para tersangka disinyalir bergerak untuk mengamen atau tiduran di tempat-tempat umum lain. "Mereka hidupnya nomaden sehingga tim harus terus bergerak," ungkapnya. Sementara tersangka Abu Dawud yang diperiksa secara maraton mengakui perbuatannya. Ia mengaku menghubungi ponsel korban yang nomornya diperoleh dari ponsel istrinya. Percakapan awal, tersangka Abu Dawud mengajak cangkruk. Sesama anak jalanan, korban menyetujui karena dalam pembicaraan tidak menyinggung soal perselingkuhan. Akhirnya korban dijemput Abu Dawud berboncengan naik motor bersama KR (buron) di Aloha, Gedangan. Mereka bertiga meluncur ke Geluran dan di sekitar TKP (lahan kosong sebelah barat rumah makan siap saji) sudah ditunggu 8 tersangka lain termasuk tersangka Gofur. Di TKP korban Andi ditanya oleh Abu terkait SMS yang dikirim ke istrinya. Namun Andi tidak mengakui. Tak pelak, tersangka Abu Dawud mengarahkan pukulan ke tubuh korban. Rupanya pukulan tangan itu turut disambut 9 tersangka lain. Ada yang menghujamkan batu ke bagian wajah dan timpukan batu ke tubuh korban. Dalam waktu 10 menit korban sudah tidak berdaya dan semua pakaiannya dilucuti oleh para tersangka. "Tersangka Gofur yang kami tangkap turut menghajar korban saat di lokasi," jelasnya. Penyidik kini tengah mencari tersangka siapa yang menyuruh korban membuang ke sumur dan menyuruh memasak air panas untuk disiramkan ke tubuh korban saat sudah meninggal dunia. Dua tindakan yang dilakukan itu dinilai sangat keji. "Setelah tertangkap nanti akan kami berikan ke media peran masing-masing tersangka," papar AKBP Boby. Terungkapnya pembunuhan yang sudah berlangsung 2 tahun lalu, atas peran serta masyarakat. Pasalnya, pihak keluarga korban tidak lapor ke polisi atas hilangnya Andi Prawangsa. "Dari kesadaran masyarakat yang tinggi, Alhamdulillah kami bisa mengungkap peristiwa ini," katanya. Namun untuk mengungkap kejahatan ini, penyidik harus menelusuri lahan kosong yang sudah ditumbuhi ilalang setinggi 1 meter. Setelah ditelusuri ternyata ada empat sumur. Dua sumur masih mengeluarkan air dan kondisinya tidak berbau. Setelah dua sumur lainnya diteliti, salah satunya bagian atas dicor. Dari kecurigaan itu, sumur dibongkar dan ternyata di bagian dalam penuh dengan bongkahan batu dan gragal. Untuk menggali ini, petugas dibantu masyarakat harus bekerja ekstra karena harus mengambil satu persatu bongkahan yang ada. Setelah menyentuh kedalaman hingga 2,5 meter mulai terlihat selimut warna merah motif kembang. Setelah digali lagi ditemukan tulang bagian kaki dan tulang lainnya. Diduga kuat, saat korban dibuang bagian kepalanya ditaruh bagian bawah. Setelah itu ditimbun dengan bongkahan yang ada di sekitar lahan kosong. nt
Tag :

Berita Terbaru

Dua Kombes Nyamar Ojek Online, Buru Mafia Sabu

Dua Kombes Nyamar Ojek Online, Buru Mafia Sabu

Rabu, 22 Apr 2026 23:05 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 23:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, telah melakukan pemeriksaan X-ray terhadap paket tersebut dan ternyata benar paket t…

Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

Rabu, 22 Apr 2026 22:58 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menkeu Purbaya mengaku tidak suka jika ada yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di kisaran 5%. Menurutnya, pernyataan …

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 Apr 2026 22:51 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) turut memastikan kelancaran pelaksanaan Tes Kompetensi A…

Polisi selidiki laporan hilangnya pakaian tampil Madonna di Coachella

Polisi selidiki laporan hilangnya pakaian tampil Madonna di Coachella

Rabu, 22 Apr 2026 22:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:41 WIB

SURABAYAPAGI.com – Departemen Kepolisian Indio di California, AS, menyelidiki laporan hilangnya dua tas berisi set pakaian dan perhiasan dari arsip lama milik M…

Prediksi Chaos JK, Antara Peringatan konstruktif dan Provokasi

Prediksi Chaos JK, Antara Peringatan konstruktif dan Provokasi

Rabu, 22 Apr 2026 22:27 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Pernyataan JK mengenai potensi situasi "chaos" pada periode Juli-Agustus 2026, hingga Rabu (22/4) masih menjadi perhatian pakar . K…

Pentingnya Karakter dan Mental Health bagi Generasi Muda

Pentingnya Karakter dan Mental Health bagi Generasi Muda

Rabu, 22 Apr 2026 21:48 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 21:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – "No results can define me, no failure can erase me, and no expectations can define who I am." Prinsip hidup mendalam ini menjadi p…