Cerita Hidup Yungyung, Rinaldy A. Yunardi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Cerita hidup Desainer Aksesoris Indonesia, Yungyung sapaan akrab Rinaldy A. Yunardi dimasa kecil. Yungyung kecil ternyata tak pernah bersentuhan dengan dunia busana dan bercita-cita menjadi desainer. Bahkan, soal menggambar dan desain pun, asing baginya. Pernah sekali menggambar dan dipajang di mading sekolah: Dua gambar gunung, lengkap dengan sawah dan pohon kelapa. Lulus dari seragam putih abu-abu, Yungyung mantap memilih tak melanjutkan ke jenjang kuliah. Dia merasa jalur kuliah bukan pilihan baik saat itu, karena dia didorong mengikuti jejak sang kakak tertua di dunia elektronik. Beruntung, pilihan anak bontot dari tiga bersaudara ini didukung keluarga - yang akhirnya mencemplungkannya ke dunia kerja. Namun lagi-lagi bukan busana, melainkan marketing di sebuah perusahaan ban. Jenuh, dan dengan berat hati Yungyung remaja melewati hari-hari di balik meja kantor. Berbagai posisi pernah dicoba, mulai dari urusan kreditur-debitur, pajak, dan kembali lagi ke marketing. Semua dilalui tanpa gairah. “Saya dulu bekerja nine to five. Enggak pikir bekerja overtime di rumah, karena saya enggak mencintai pekerjaan itu,” kata peraih tiga piala di ajang lomba desain bergengsi tingkat dunia World of WeareableArt (WOW) di Jakarta Utara, Kamis (23/11/2017). Akhirnya, Yungyung bertemu dengan desainer gaun pengantin sekitar tahun 90-an, Kim Thong. Kala itu, dia langsung disebut tak cocok bekerja di perusahaan ban tersebut; dan ‘dibajak’ untuk menjadi marketing Thong menjual tiara, sejenis mahkota, yang merupakan barang impor. Yungyung memasarkan tiara dari satu desainer ke desainer lain. Di masa itu, Yungyung sedikit berkenalan dengan desainer seperti Sebastian Gunawan hingga Susan Budihardjo. Kendati demikain, Yungyung tak bertahan lama. Enam bulan setelah itu, dia keluar. “Karena desainer masih dikit dan orang belum pecaya sama desainer Indonesia." "Kemudian tiara bisa dikenakan hingga 30 kali kalau enggak rusak, apalagi harganya tinggi. Dengan alasan itu, saya keluar,” kata dia. Yungyung pun kembali berkutat di dunia balik kantor, mengurus pembukuan keuangan perusahaan sang kakak. Siapa sangka, dari situ Yungyung pertama kali menemukan jati dirinya sebagai perancang. Penemuan itu sama sekali tak disengaja, bahkan terjadi seperti sudah digariskan Tuhan, kata dia. Berawal saat dia berjalan-jalan di kantor, dan menemukan mesin potong dan papan akrilik. Rasa penasarannya menuntun untuk mencoba menggunakan alat tersebut. “Pas saya potong, kok jadi begini, teringat saya dengan ukiran tiara itu,” kata dia. Hasrat Rinaldy kian meningkat. Dia pun mencoba untuk mendesain tiara. Bereksperimen dengan bahan akrilik berukuran tebal dan tipis, jarum, kristal, benang. Tiara pertamanya pun jadi. “Simpel, ringan dan kalau dilempar ke bawah pasti hancur, karena hanya pakai lem kayu,” kenangnya sambil tertawa. Namun, karena kepercayaan diri Yungyung tinggi, karyanya diterima dengan baik oleh desainer-desainer kenaamaan dulu, salah satunya Sebastian Gunawan. Sejak itu, karya aksesorisnya mulai dikenakan para desainer-desainer Indonesia. Yungyung yang merasa menemukan jati dirinya mulai merekrut orang untuk membantu mengerjakan karyanya. Dia perlahan mengerjakan semua di rumah. Untuk soal pemasaran, dia melakukan sendiri, pontang-panting naik ojek, bajaj, dan taksi. Hingga akhirnya, Rinaldy masuk ke dunia profesional desainer—khususnya aksesoris, karena diajak oleh para kolega desainernya. Semua dilakukan dengan modal nekat, karena dia tak pernah menginjakan kaki ke sekolah desainer. Dia belajar dari para profesional desainer kala itu. “Muncullah dari situ Rinaldy A Yunardi sebagai desainer aksesoris di setiap peragaan Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo—nama Rinaldy terus dikumandangkan,” katanya. lx/kmp
Tag :

Berita Terbaru

Sparta Pena FC Tak Terkalahkan, Wiwit : Target Kami Juara Turnamen 

Sparta Pena FC Tak Terkalahkan, Wiwit : Target Kami Juara Turnamen 

Rabu, 10 Jun 2026 21:59 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:59 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sparta Pena FC melaju ke babak perempat final Turnamen Mini Soccer Kapolres Madiun Cup 2026 dengan status juara Grup D. Kepastian i…

Bahana Bersahaja Hadir di Bangunsari, Bupati Hari Wur Pastikan Layanan Publik Menjangkau Warga

Bahana Bersahaja Hadir di Bangunsari, Bupati Hari Wur Pastikan Layanan Publik Menjangkau Warga

Rabu, 10 Jun 2026 21:16 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:16 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menggelar program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) pada 9–1…

PDIP Minta Pemerintah tak Umumkan Kebijakan Prematur

PDIP Minta Pemerintah tak Umumkan Kebijakan Prematur

Rabu, 10 Jun 2026 21:03 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:03 WIB

  SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PDIP Minta pemerintah harus menjaga konsistensi kebijakan. Menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah …

Prabowo, Minta Pengelola RSUD Jangan Korupsi

Prabowo, Minta Pengelola RSUD Jangan Korupsi

Rabu, 10 Jun 2026 21:00 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Prabowo berpesan agar rumah sakit dikelola dengan baik dan memprioritaskan pelayanan masyarakat. "Rakyat masyarakat harus…

Pertamax Naik, Kemenperin Mikir Sektor Manufaktur

Pertamax Naik, Kemenperin Mikir Sektor Manufaktur

Rabu, 10 Jun 2026 20:58 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 20:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal mengkaji dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax terhadap sektor manufaktur.…

Pertamax Naik, Subsidi BBM Meningkat

Pertamax Naik, Subsidi BBM Meningkat

Rabu, 10 Jun 2026 20:54 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 20:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mewanti-wanti bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax bisa membuat…