Pecah Perang Semenanjung Korea Rugikan Jepang-Seoul

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Awal pekan ini, Korut melakukan uji coba rudal pertamanya dalam dua bulan, dengan menembakkan ICBM yang diduga bisa mencapai daratan AS. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, bereaksi terhadap pengujian tersebut dengan mendesak lebih banyak sanksi terhadap Pyongyang dan mengancam bahwa jika perang terjadi rezim Korut akan benar-benar hancur. MINSK, John Robbinson. Jepang dan Korea Selatan (Korsel), yang Amerika Serikat (AS) coba libatkan dalam provokasi melawan Korea Utara (Korut), akan menjadi korban pertama jika terjadi konflik di wilayah tersebut. Peringatan itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. "Sementara mengutuk peledakan rudal nuklir Pyongyang, kita tidak bisa tidak mengutuk perilaku provokatif rekan Amerika kita," kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Belarusia, STV. "Sayangnya, mereka mencoba menyeret orang Jepang dan Korea Selatan ke arah yang sama, yang akan menjadi korban pertama jika terjadi perang di Semenanjung Korea," imbuhnya seperti disitat dari Russia Today. Lavrov mengulangi pada bulan September, AS memperjelas bahwa latihan militer berikutnya dengan Korsel tidak akan datang sampai musim semi. Rusia mengapresiasi itu dan melakukan upaya untuk bekerja sama dengan Pyongyang untuk mengubah ketenangan menjadi stabilitas yang lebih langgeng. "Ada sebuah petunjuk bahwa dalam situasi ini, bahwa jeda alami dalam latihan AS-Korea Selatan ini bisa saja digunakan oleh Pyongyang untuk menghindari permusuhan yang mengganggu, juga, kondisi dapat diciptakan untuk memulai sebuah dialog," kata menteri luar negeri tersebut. Namun, AS tiba-tiba mengumumkan akan menggelar latihan di bulan Oktober, lalu bulan November, lalu Desember. Itu, menurut Lavrov, mungkin yang memprovokasi Pyongyang. "Ada perasaan bahwa (AS) sengaja memprovokasi (pemimpin Korea Utara) Kim Jong-un untuk mematahkan jeda tersebut, jatuh karena provokasi mereka," ucapnya. Ketegangan terus meningkat di Semenanjung Korea dalam beberapa bulan terakhir karena Pyongyang terus menjalankan program nuklirnya dan melakukan uji coba rudal meskipun ada sanksi dan kecaman internasional, sementara AS dan sekutu-sekutunya meningkatkan latihan di dekat perbatasan Korea Utara. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali memperingatkan sebuah skenario militer untuk Korut, dan baru-baru ini memasukkan negara tersebut dalam daftar negara sponsor terorisme. Keputusan ini membuka jalan untuk mendapatkan lebih banyak sanksi. Rusia dan China telah mengusulkan sebuah peta jalan untuk menyelesaikan krisis Korea melalui transisi ke negosiasi, yang menyiratkan penolakan terhadap tindakan yang memicu ketegangan. Proposal tersebut meminta Korut untuk menghentikan uji coba nuklir dan rudalnya, sebagai pengganti AS juga menghentikan militer bersama dengan Korsel di wilayah tersebut. Namun usulan ini ditolak oleh Washington. Sekelompok anggota parlemen Rusia, yang mengunjungi Pyongyang awal pekan ini, mengatakan bahwa pihak Korut menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembicaraan. Namun mereka menuntut agar Moskow memainkan peran sebagai perantara. 07
Tag :

Berita Terbaru

Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Ladang Desa Kademangan Kabupaten Blitar

Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Ladang Desa Kademangan Kabupaten Blitar

Sabtu, 21 Feb 2026 15:08 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 15:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Penemuan seorang Kakek dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat 20 Pebruari 2026 sekitar pukul.18.00, oleh J 45 warga setempat…

Perkuat Kebersamaan Ramadan, Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Kamtibmas Saat Salat Jumat

Perkuat Kebersamaan Ramadan, Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Kamtibmas Saat Salat Jumat

Sabtu, 21 Feb 2026 13:17 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Untuk mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melaksanakan kunjungan ke Masjid KH A…

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sampang- Pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal tahun ini. Dipusatkan di Alun-alun Trunojoyo…

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memperingati satu tahun masa kepemimpinan m…

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Raja Charles Pastikan Kerajaan Inggris Dukung Pengusutan Kasus Andrew    SURABAYAPAGI.COM, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara t…

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Libatkan Polwan Aipda Dianita Agustina      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri ungkap Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam kasus na…