Sudah Mundur dari Dirut Jawa Pos Koran, Azrul Anan

AZRUL DIBURU PARPOL

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Setelah gagal mendapatkan Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) belum menyerah. Koalisi dua partai ini masih bisa mengusung Calon Gubernur (Cagub) sendiri di Pilgub Jatim 2018, lantaran memiliki 20 kursi di DPRD Jatim. Kabar santer hingga semalam, Gerindra dan PAN Pusat (pengurus DPP) tetap ingin mendekati Azrul Ananda untuk diusung sebagai Cagub Jatim, mengimbangi generasi milenial Azwar Anas (PDIP) dan Emil Dardak (Demokrat). Padahal, Presiden Persebaya dan putra kesayangan Dahlan Iskan, kabarnya sudah menolak dipinang di area politik praktis. Upaya menggoda Azrul Ananda, lantaran pria yang akrab disapa Ulik itu sudah mundur sebagai Direktur Utama (Dirut) Jawa Pos Koran. ------------ Laporan : Ibnu F. Wibowo – Riko Abdiono, Editor: Ali Mahfud Elite Partai Demokrat, PKB, Golkar, PDIP dan PPP sampai Kamis (7/12) sore, membicarakan kans wartawan lulusan AS ini, bersedia maju lewat jalur partai Gerindra. Prabowo, konon tergiur untuk menjadi penyeimbang cawagub PDIP dan Demokrat. “Katanya Azrul gak mau. Dia niru gaya bapaknya yang sering menolak jabatan, padahal pengin,” jelas wartawan senior Surabaya, yang dikenal ucapan A, arahnya B. Selain itu, beberapa elite parpol yang mengikuti survei, menyebut Azrul itu tak ada jaringan ke kaum Nahdhiyin maupun GMNI. Jadi mereka tak risau, Gerindra dan PAN tergiur. “Sulit dijadikan pendulang suara,” kata elite PDIP, di sebuah hotel, Kamis siang. Kabar mundurnya Azrul, dari JP, juga ramai dibicarakan wartawan di Surabaya. Ini setelah digelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSLB) Jawa Pos Group, November 2017 lalu. Beberapa wartawan JP yang sudah mundur, mengobral hasil RUPS Jawa Pos. Dahlan Iskan disebut-sebut telah menjual sahamnya ke Ciputra Grup dan Eric Samola. Namun dibantah oleh lingkaran satu Dahlan. Ditegaskan Dahlan, batal menjual sahamnya, namun merelakan mundurnya Azrul dari kursi Dirut Jawa Pos Koran. Sumber dari anak buah Azrul Ananda di Jawa Pos memastikan bahwa anak kesayangan Dahlan Iskan itu tidak maju di Pilgub Jatim 2018. Ia mengakui bahwa permintaan banyak datang dari kalangan partai politik (parpol). Baik itu Gerindra maupun PAN. “Para petinggi Gerindra dan PAN, mulai Mas Sadad (Sekretaris DPD Gerindra Jatim) dan Pak Masfuk (Ketua DPW PAN Jatim) sudah melobi, tapi Mas Ulik nggak mau,” kata sumber ini yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Kamis (7/12/2017). Tim Redaksi Jawa Pos ini tidak menyangkal bahwa Ulik kini tidak lagi menjadi Direktur Utama PT Jawa Pos Koran. Namun hal itu bukan berarti pensiun dari harian Jawa Pos. Ulik masih terlihat aktif dan rajin datang ke kantor di Graha Pena, Jl Ahmad Yani Surabaya. “Sekarang fokus ngurusi halaman Persebaya di Jawa Pos dan DBL (Deteksi Basket League),” imbuh sumber ini. Namun, lanjutnya, keseriusan partai-partai meminang Azrul Ananda itu bukan isapan jempol lagi. Bahkan, Masfuk Ketua DPW PAN Jatim terlihat paling ambisi. Masfuk memberikan tawaran langsung kepada Dahlan Iskan, ayah Azrul. Dengan melemparkan wacana pasangan DIMAS (Dahlan Iskan-Masfuk) dan pasangan MAZ (Masfuk-Azrul). “Pasca pak Masfuk gagal menjadi pasangan Khofifah atau Gus Ipul, sekarang ini pak Masfuk semangat lagi, karena perintah DPP harus gandeng Dahlan Iskan,” ungkap sumber ini. Faksi Jawa Pos Sementara itu, Dhimam Abror, mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos mengaku lumayan kenal sosok Azrul Ananda. Ia menganggap wajar-wajar saja ada spekulasi politik agar Azrul maju di Pilgub Jatim. “Namanya, spekulasi politik ya boleh-boleh saja. Tapi perlu digarisbawahi, Kalau kepemimpinan itu tantangannya berbeda antara memimpin perusahaan dengan memimpin 40 juta masyarakat Jawa Timur,” terang mantan Ketua PWI Jatim ini. Untuk bisa memimpin 40 juta orang di Jatim, dengan tingkat keberagaman tinggi dibutuhkan kualitas kepemimpinan yang beda dengan memimpin sebuah perusahaan yang relatif homogen. “Apalagi perusahaan itu masih di-back up oleh orang tua. Legitimasinya juga dari orang tua,” papar Dhimam. Menurut Abror, kalau kepemimpinan politik ini bisa dipahami, tatkala Azrul bersedia maju pilgub Jatim, maka perubahan 180 derajat bagi Azrul. Karena Azrul selama ini mendapat legitimasi dari dirinya sendiri. Masyarakat nanti harus bisa diyakinkan, bahwa dirinya mampu mendengar masyarakat. Bukan cuma memerintah,” imbuhnya. Namun, kepemimpinan politik itu bisa dipoles. Caranya bisa diangkat dari pencitraan, promosi media dan sebagainya. Sehingga jika tidak layak pun bisa menjadi layak. “Yang penting Azrul mulai banyak mendengar daripada memerintah,” sarannya. Abror mengungkapkan, di internal Jawa Pos sangat ramai orang membicarakan Azrul bakal maju Pilgub Jatim. Bahkan, sejak pak Dahlan terbelit masalah hukum, ada faksi di Jawa Pos yang meminta agar Azrul masuk ke dunia politik. “Itu tapi jauh sebelum politik Pilgub. Apalagi Azrul selama ini tidak pernah suka dengan urusan politik. Maka, sejak ada masalah Pak Dahlan, Azrul mau tidak mau harus terjun ke dunia politik,” ungkapnya. Alasannya, kata Abror, ketika ada kasus hukum, Dahlan Iskan menyebut ada rezim kekuasaan politik yang berpengaruh. DI berkesimpulan bahwa kalau masih di politik, dia akan dihabisi. “Bu Dahlan sudah kapok-kapok dan mungkin tidak mengizinkan pak Dahlan kembali ke dunia politik lagi. Tapi bagi Azrul, ini kan generasi kedua, pilihannya adalah masuk ke politik atau tidak sama sekali, nah di dalam Jawa Pos banyak juga yang mendorong Azrul masuk ke politik,” ungkapnya lagi. Abror yang juga sangat dekat dengan Zulkifli Hasan, Ketum DPP PAN mengaku pernah dimintai untuk melobi Dahlan Iskan untuk tampil di Pilgub Jatim. “Pak Ketum Zulhas, nelpon saya. Dan pak Zulhas meminta nomernya pak Dahlan dan Azrul. Tolong sampaikan ke pak Dahlan, pak Dahlan mau siapa (cagub). Mau nomer satu atau nomer dua, silakan milih,” cerita Abror terkait tawaran Zulhas belum lama ini. Sehingga kemudian ditindaklanjuti dengan komunikasi dan kunjungan elit PAN Jatim dan Gerindra Jatim menemui langsung Azrul Ananda di Graha Pena. Sikap PAN dan Gerindra Sebelumnya, Poros Tengah diinisiasi Gerindra, PAN dan PKS. Poros ini dibentuk untuk melawan Khofifah dan Gus Ipul di Pilgub Jatim, 27 Juni 2018. Namun hingga kini, poros ini belum menemukan tokoh untuk posisi Cagub. Bahkan, PKS disebut-sebut sudah merapat ke pasangan Gus Ipul-Azwar Anas. Meski tanpa PKS, Gerindra dan PAN masih bisa mengusung pasangan calon sendiri. Geridra di DPRD Jatim memiliki 13 kursi dan PAN 7 kursi. Dengan demikian memenuhi syarat minimal mengusung Cagub. Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun membenarkan dirinya sudah menemui Azrul Ananda. Menurutnya, Azrul masuk ke dalam radar PAN. Hanya saja, hal tersebut belum mencapai tahapan final. "Kalau berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, ada nama Azrul Ananda. Tapi pada prinsipnya PAN masih terbuka pada seluruh opsi yang ada," cetus Agus Maimun dikonfirmasi terpisah, Kamis (7/12) kemarin. Agus menjelaskan nama Azrul pun saat ini juga telah berada di tangan DPP PAB. "Sudah tahu kok (DPP). Dan semua sedang dipertimbangkan lebih lanjut," imbuh dia Hanya saja, menurut Agus, beberapa waktu lalu Azrul Ananda sudah mengutarakan ketidaksiapannya maju Pilgub Jatim. "Katanya ingin lebih fokus di pekerjaan yang tengah dijalani. Belum ada hasrat ke politik. Kan bisnisnya banyak. Ada DBL, Persebaya," cerita Agus. Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim Abdul Malik menegaskan saat ini keputusan terkait Pilgub Jatim berada di tangan DPP Partai Gerindra. "Logikanya begini, Gus Ipul sudah (diusung PKB dan PDIP, red), lalu Khofifah juga sudah (diusung Partai Demokrat, Golkar dan Hanura, red). Berarti sekarang kan tinggal La Nyalla. Tapi, semuanya ya bergantung dengan DPP semua. Itu sudah sesuai dengan hasil Rakerda di Batu dan Surabaya," jelas Malik. Dengan kondisi demikian, Malik mengimbau agar semua pihak di Partai Gerindra untuk menahan diri. "Jangan mengeluarkan isu yang tidak-tidak selama belum ada keputusan resmi dari DPP," tegas pria yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jatim. Senada, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad juga mengatakan hal yang serupa. Partai Gerindra, menurutnya masih sangat cair dan belum terkerucut. "Karena, seperti kata Sekjen, semua opsi masih terbuka. Pak Muzani sudah menegaskan bahwa Partai Gerindra masih mempertimbangkan semua opsi yang ada. Baik dengan Gus Ipul, Khofifah, maupun poros tengah," jelas Sadad lebih lanjut. Beberapa nama pun, menurut Sadad, saat ini juga telah dipertimbangkan untuk menjadi jago bagi poros tengah. Sebelumnya, nama-nama seperti Achsanul Kosasih dan Moeklas Sidik juga disebut-sebut menjadi bakal jago bagi poros tersebut. "Saya rasa akan semakin berkembang ya daripada dulu. Cuman kalau itu kewenangan DPP," tegasnya. Sementara itu, ditanya tentang waktu pengumuman sikap resmi Partai Gerindra untuk Pilgub Jatim 2018, menurut Sadad hal tersebut mutlak menunggu sikap resmi DPP. Sebab, pengambilan keputusan terkait Pilgub memang merupakan kewenangan mutlak dari DPP. "Intinya begini, kami menunggu perintah DPP. Pokoknya tunggu perintah, lalu dijalankan, dan kemudian menang. Itu saja," pungkas Sadad. n
Tag :

Berita Terbaru

Hakim Jakarta Tolak Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok

Hakim Jakarta Tolak Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok

Selasa, 21 Apr 2026 23:48 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan yang diajukan mantan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka …

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bandung – Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru kasus video porno yang menjerat Lisa Mariana dan mantan manajernya sebagai tersangka. Kabid P…

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memastikan PDIP tidak terusik dengan pernyataan JK. Andreas awalnya menyampaikan bahwa p…

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan anak-anak dan perempuan seringkali menjadi korban radikalisme pemahaman k…

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Hercules, Hercules Rosario Marcal, Ketua Umum GRIB Jaya, "tarik" beberapa pejabat, Ketua Satgas Anti-Mafia, tangani lahan yang ia k…

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Belakang ini Ustaz Solmed digunjingkan terlibat kasus pelecehan seksual. Ia tak terima. Ada dampak serius akibat fitnah yang b…