Warga Rohingya Tolak Kembali ke Myanmar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kesepakatan yang telah ditandatangani oleh Myanmar dan Bangladesh pada November lalu untuk mulai memulangkan pengungsi, telah membuat para pengungsi ketakutan. Mereka kembali diselimuti trauma akan kekerasan yang terjadi di tanah air mereka. COX'S BAZAR, M. Burhanudin. Wabah penyakit, kelaparan, dan kesengsaraan telah membayangi warga Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsi Bangladesh. Namun, meski menghadapi banyak kesulitan, hanya sedikit dari mereka yang bersedia mempertimbangkan untuk pulang ke Myanmar. "Mereka membuat kesepakatan, tapi kami tidak akan mengikuti kesepakatan itu. Ketika kami kembali, mereka akan menyiksa dan membunuh kami lagi," kata seorang pengungsi Rohingya, Mohammad Syed, (33 tahun). Kelompok HAM juga mengkhawatirkan kondisi yang tidak aman bagi para pengungsi untuk kembali ke Myanmar. Kesepakatan itu dinilai tidak dapat memberikan jaminan akan keselamatan mereka. "Ini jebakan, mereka telah memberikan jaminan seperti itu sebelumnya, tapi kami masih hidup seperti di neraka. Saya lebih suka tinggal di sini. Kami mendapatkan makanan dan tempat berlindung di sini, dan kami bisa berdoa dengan bebas. Kami diperbolehkan untuk tinggal," kata Dolu, wanita Rohingya yang tinggal di kamp pengungsi di Cox's Bazar. Kelompok-kelompok bantuan telah memperingatkan Myanmar, mereka akan memboikot kamp-kamp baru yang diperuntukkan bagi orang-orang Rohingya yang telah kembali. Mereka mengatakan, pengungsi harus diizinkan tinggal di rumah mereka sendiri, bukan di kamp. "Mereka harus mengakui kami sebagai warga negara. Mereka harus memberi kami kartu identitas Rohingya yang benar. Baru setelah itu kami akan kembali. Kalau tidak, kami lebih baik mati di sini di Bangladesh," kata seorang pria Rohingya, Aziz Khan (25), yang tinggal di Kutupalong. Bangladesh telah banyak mendapat pujian karena bersedia membuka perbatasannya saat gelombang warga sipil Rohingya melarikan diri dari kekerasan yang dilakukan tentara Myanmar. Namun pemerintah Bangladesh selalu menekankan, suatu hari para pengungsi akan kembali ke rumah mereka di Myanmar. Sebelum kedatangan lebih dari 600 ribu warga Rohingya baru, Bangladesh telah menjadi tuan rumah bagi ratusan ribu warga Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan sebelumnya. Krisis ini telah memberi tekanan besar pada masyarakat Bangladesh yang tinggal di Cox's Bazar, setelah populasi pengungsi tumbuh empat kali lipat sejak Agustus lalu. "Ini adalah kabar baik, selamat tinggal pada mereka. Sudah saatnya mereka kembali ke tempat mereka berada," kata Ehsaan Hossain, seorang pemilik toko di Cox's Bazar, yang menanggapi kesepakatan pemulangan pengungsi. Akan tetapi, sopir becak Mohammad Ali khawatir pendapatannya, yang berlipat ganda sejak banjir pengungsi, akan merosot jika warga Rohingya tiba-tiba pergi secara massal. "Di satu sisi, saya akan merindukan mereka jika mereka pergi," kata pria berusia 30 tahun itu, dikutip Strait Times. 07
Tag :

Berita Terbaru

Siswa SMA-SMK Raup Rp483 Juta dari Program Wirausaha, Ekonomi Kreatif Kian Menjanjikan

Siswa SMA-SMK Raup Rp483 Juta dari Program Wirausaha, Ekonomi Kreatif Kian Menjanjikan

Sabtu, 01 Agu 2026 17:20 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 17:20 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah di Indonesia membukukan pendapatan kolektif lebih dari Rp483 juta melalui program k…

Sidang Maidi, Saksi Sebut Fee Proyek di Dinas PUPR Digunakan Untuk Kepentingan Pemkot Madiun

Sidang Maidi, Saksi Sebut Fee Proyek di Dinas PUPR Digunakan Untuk Kepentingan Pemkot Madiun

Sabtu, 01 Agu 2026 13:12 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 13:12 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Saksi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun menyebut hasil pengumpulan fee proyek dari para kontraktor d…

Dasco Diduga Jadi 'Makcomblang' PWI dan Hotman Paris, IAW Tuding Ada Intervensi Hukum

Dasco Diduga Jadi 'Makcomblang' PWI dan Hotman Paris, IAW Tuding Ada Intervensi Hukum

Jumat, 31 Jul 2026 21:36 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 21:36 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta- Indonesia Accountability Watch (IAW) melayangkan kritik tajam kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dasco disinyalir telah…

BPJS Ketenagakerjaan Malang Perluas Perlindungan bagi Pengurus Masjid

BPJS Ketenagakerjaan Malang Perluas Perlindungan bagi Pengurus Masjid

Jumat, 31 Jul 2026 19:06 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 19:06 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Malang memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor keagamaan dan …

KBIHU Annadliyin Sekar Madu Laren Sumbang Pembangunan Masjid Gus Dur PCNU Lamongan

KBIHU Annadliyin Sekar Madu Laren Sumbang Pembangunan Masjid Gus Dur PCNU Lamongan

Jumat, 31 Jul 2026 18:21 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 18:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Komitmen mendukung syiar Islam dan pembangunan fasilitas keagamaan terus ditunjukkan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh …

Dishub Lamongan Teken Kerjasama  Pembayaran  Retribusi Parkir Pakai Qris dengan Bank Jatim

Dishub Lamongan Teken Kerjasama  Pembayaran  Retribusi Parkir Pakai Qris dengan Bank Jatim

Jumat, 31 Jul 2026 18:14 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 18:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan melaksanakan penandatanganan kerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank…