Reka Ulang Pembunuhan Mar'atus Sedot Perhatian Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Rekonstruksi tersangka Muhammad Choirul (39) pelaku pembunuhan janda tanpa anak Mar'atus Sholikah (37), di Jalan Sindujoyo 18/89 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyedot perhatian warga. Hingga petugas memasang police line agar memudahkan jalannya rekonstruksi. Bahkan beberapa warga sempat memberikan bogem mentah ke arah pelaku saat di bawah petugas di tempat kejadian perkara (TKP). Rekonstruksi berjumlah 13 adegan yang dilakukan oleh pelaku, pada adegan ke 10 pelaku mencekik leher korban sambil menutup wajahnya dengan bantal. Sehingga, korban tidak bisa bernafas dan meregang nyawa. Dengan wajah pelaku yang ditutupi mengundang penasaran warga yang ingin melihat pembunuh keji tersebut. Diterangkan Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Gresik, Iptu Suparmin, rekontruksi ini dilakukan guna melengkapi berkas perkara kasus 365 KHUP. Yakni, pencurian yang disertai dengan kekerasan yang berakibat hilangnya nyawa seseorang. "Kasus ini berawal dari korban Mar'atus Sholikhah yang meninggal namun keluarga curiga karena ada unsur kekerasan yang dialami korban. Dari informasi itu, kami membongkar makam korban, dan memang benar ada unsur kekerasan dalam diri korban," kata Iptu Suparmin, Kamis (4/1/2018). Suparmin menambahkan keterlibatan pelaku pada kasus ini karena yang bersangkutan sebelum kejadian melakukan komunikasi. Awalnya, pelaku hanya ingin menguasai ponsel korban tapi kepergok selanjutnya mencekik leher korban sambil menutup wajah korban dengan bantal. Menurut keterangannya, korban dan pelaku merupakan teman sejak kecil. Sebelumnya diwartakan Surabaya Pagi, Satreskrim Polres Gresik membongkar kasus meninggalnya Mar'atus Sholikhah yang ditemukan saudaranya terbujur kaku di atas kasur pada 12 Desember lalu. Korban meninggal dunia akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan oleh Muhammad Choirul yang berprofesi sebagai ojek perahu sekaligus teman korban sejak kecil. Pengakuan pelaku hanya ingin meminta handphone korban yang rencananya akan diberikan ke teman wanitanya. Terungkapnya kasus curas ini bermula, polisi mencurigai adanya tindak pidana curas kendati korban telah dimakamkan oleh keluarganya. Kecurigaan polisi semakin terang. Pasalnya, saat jenazah korban dimandikan. Warga yang memandikan melihat luka lebam merah di sekitar leher korban. Sehingga, keluarga korban menduga Mar'atus Sholikhah adalah korban pembunuhan, dan selanjutnya keluarga korban melaporkan kejadian ini ke polisi. Mis
Tag :

Berita Terbaru

Dua Kombes Nyamar Ojek Online, Buru Mafia Sabu

Dua Kombes Nyamar Ojek Online, Buru Mafia Sabu

Rabu, 22 Apr 2026 23:05 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 23:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, telah melakukan pemeriksaan X-ray terhadap paket tersebut dan ternyata benar paket t…

Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

Rabu, 22 Apr 2026 22:58 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menkeu Purbaya mengaku tidak suka jika ada yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di kisaran 5%. Menurutnya, pernyataan …

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 Apr 2026 22:51 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) turut memastikan kelancaran pelaksanaan Tes Kompetensi A…

Polisi selidiki laporan hilangnya pakaian tampil Madonna di Coachella

Polisi selidiki laporan hilangnya pakaian tampil Madonna di Coachella

Rabu, 22 Apr 2026 22:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:41 WIB

SURABAYAPAGI.com – Departemen Kepolisian Indio di California, AS, menyelidiki laporan hilangnya dua tas berisi set pakaian dan perhiasan dari arsip lama milik M…

Prediksi Chaos JK, Antara Peringatan konstruktif dan Provokasi

Prediksi Chaos JK, Antara Peringatan konstruktif dan Provokasi

Rabu, 22 Apr 2026 22:27 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Pernyataan JK mengenai potensi situasi "chaos" pada periode Juli-Agustus 2026, hingga Rabu (22/4) masih menjadi perhatian pakar . K…

Pentingnya Karakter dan Mental Health bagi Generasi Muda

Pentingnya Karakter dan Mental Health bagi Generasi Muda

Rabu, 22 Apr 2026 21:48 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 21:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – "No results can define me, no failure can erase me, and no expectations can define who I am." Prinsip hidup mendalam ini menjadi p…