Malaysia Tak Pedulikan Segala Fakta Kim Jong-nam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal menuturkan persidangan kali ini akan dilanjutkan dengan mendengar ulang kesaksian dan bukti dari dua saksi pihak Malaysia. JAKARTA, M. Burhanudin. Sidang Siti Aisyah, tersangka pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut), terus bergulir. Persidangan dilakukan kembali hari ini, Kamis 8 Februari 2018 dan besok 9 Februari. "Saksi pertama yang akan didengar ulang adalah Raja Subramaniam, dia diminta pengacara Siti Aisyah untuk memberikan cross examination terhadap pernyataan dia di kesaksian pada November lalu," kata Iqbal di Kemenlu, Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan kembali kesaksian dari petugas investigasi, Wan Azirul Nizam. Kehadirannya kembali juga merupakan permintaan dari pengacara Siti Aisyah. Iqbal menyampaikan ada beberapa fakta menarik dalam persidangan Siti Aisyah. Salah satunya tidak adanya ketertarikan dari pihak Malaysia untuk mencari tahu pria Amerika Serikat (AS) yang bertemu dengan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-un, pada 8 hingga 12 Februari 2017. "Yang kita lihat pihak investigator tidak membangun link antara peristiwa yang terjadi pada 8 hingga 12 Februari tahun lalu, dengan pembunuhan. Terbukti pihak penyelidik tidak mencari tahu apa yang dilakukan Kim Jong-nam di sana dan tidak mencari tahu apa pembicaraan dengan warga negara AS yang ditemui," jelasnya. Iqbal menuturkan persidangan Siti Aisyah akan berlangsung lama. Bulan depan, akan dilakukan penyampaian tuntutan jaksa. Usai hal tersebut, baru pihak kuasa hukum Siti Aisyah akan melakukan sidang pembelaan. Siti Aisyah dituduh menjadi pembunuh Kim Jong-nam. Dia dituding, bersama dengan warga negara Vietnam Doan Thi Huong, membunuh kakak tiri Kim Jong-un tersebut dengan menggunakan racun VX. 03
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…