Alasan Anda Harus Berhenti Makan Roti Panggang Gosong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Roti panggang memang jadi pilihan andalan banyak orang sebagai menu sarapan. Mudah dibuat namun sekaligus cukup mengenyangkan. Dalam mengonsumsi roti panggang, pastinya insiden kita membuatnya menjadi sedikit gosong adalah hal yang biasa dialami oleh setiap orang. Namun, kebiasaan yang ada, kebanyakan orang biasanya tidak keberatan untuk tetap mengonsumsi bagian roti yang gosong tersebut. Tapi, tahukah Anda bahwa sebetulnya kebiasaan yang dianggap sebagai hal sepele tersebut dapat membahayakan kesehatan hingga di titik poin, pihak Food Standards Agency (FSA) di Inggris, sebagaimana dikutip Ndtv, Senin (12/2/2018) disebutkan telah meluncurkan program kampanye yang berisikan peringatan tentang keterkaitan adanya risiko kanker dengan memakan roti panggang atau makanan lain yang mengandung pati yang dimasak pada suhu tinggi. Walau sejauh ini belum ada bukti ilmiahnya, tapi hal-hal berikut ini disebutkan sebagai alasannya. Pertama, menurut Dr. Preeti Jain, sebagai Senior Dietitian di Action Cancer Hospital, sejatinya direkomendasikan untuk tidak memasak sayuran atau roti panggang ketika memasaknya di alat memanggang roti atau toaster. "Sangat disarankan untuk tidak terlalu berlebihan memasak sayuran atau membakar roti saat dipanggang. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah senyawa akrilamida yang terbentuk, yaitu zat kimia yang hidup pada makanan yang mengandung pati, seperti roti. dan kentang. Ini belum terbukti secara ilmiah bahwa makanan seperti ini mengandung zat kimia yang terkait dengan kanker. Lebih baik hindari memasaknya pada suhu tinggi, makanan seperti ini sendiri tidak dihitung sebagai camilan yang sehat," jelas Dr. Preeti Jain. Sementara itu, menurut FSA sendiri menyebutkan lebih lanjut, ada beberapa studi yang mengidentifikasi bahwa tingkat tinggi akrilamida menyebabkan peningkatan risiko kanker. Acrylamide ini adalah senyawa yang membuat roti dan kentang berwarna keemasan berwarna coklat saat dipanggang, dipanggang atau digoreng. Senyawa ini terbentuk dari gula sederhana seperti glukosa, bereaksi dengan asam amino yang dikenal sebagai asparagin, saat makanan ini dimasak pada suhu tinggi. Nah jika makanan ini dimasak untuk waktu yang lebih lama, hingga berubah warna dari cokelat keemasan dan akhirnya menjadi hitam. Dalam prosesnya tersebut, maka akan menghasilkan kadar akrilamida yang lebih tinggi, yang selanjutnya berpeluang dapat meningkatkan risiko kanker, seperti yang dikampanyekan oleh FSA. Terakhir, menurut World Health Organization (WHO), sementara informasi mengenai kadar akrilamida dalam makanan masih tidak lengkap. besarnya risiko kanker yang diajukan oleh senyawa tersebut belum dihitung. Namun tentu tidak ada salahnya untuk selalu berhati-hati dalam memasak makanan, salah satunya makanan tidak boleh dimasak secara berlebihan, terlalu lama atau pada suhu tinggi. (oz/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Lewat Hilirisasi Produk Olahan Melon, Pemkab Madiun Dorong Industri Kecil

Lewat Hilirisasi Produk Olahan Melon, Pemkab Madiun Dorong Industri Kecil

Selasa, 21 Apr 2026 14:47 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Pemerintah Kabupaten Madiun mulai mendorong hilirisasi Melon sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang…

Ratusan Calon Jemaah Kloter 1 dan 2 Tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya

Ratusan Calon Jemaah Kloter 1 dan 2 Tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya

Selasa, 21 Apr 2026 14:45 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pada Selasa (21/04/2026), sebanyak 760 calon jemaah haji (CHJ) kloter pertama dan kedua tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya…

Stok Mulai Langka, Harga Minyakita di Surabaya Tembus Rp20 Ribu per Kemasan

Stok Mulai Langka, Harga Minyakita di Surabaya Tembus Rp20 Ribu per Kemasan

Selasa, 21 Apr 2026 14:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Harga minyak goreng merk Minyakita mengalami lonjakan harga yang signifikan di beberapa daerah, salah satunya di Kota Surabaya…

Prioritaskan Fungsi Pedestrian, Pemkot Surabaya Bongkar Fasad Eks Toko Nam

Prioritaskan Fungsi Pedestrian, Pemkot Surabaya Bongkar Fasad Eks Toko Nam

Selasa, 21 Apr 2026 14:11 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menata ruang publik dengan memprioritaskan fungsi pedestrian,…

Jaga Stabilitas Pangan, TPID Kota Madiun Perkuat Langkah Pengendalian Harga

Jaga Stabilitas Pangan, TPID Kota Madiun Perkuat Langkah Pengendalian Harga

Selasa, 21 Apr 2026 13:48 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun terus memperkuat langkah pengendalian…

Resahkan Rusak Ekosistem, DLH Surabaya Tegaskan Populasi Ikan Sapu-sapu Masih Terkendali

Resahkan Rusak Ekosistem, DLH Surabaya Tegaskan Populasi Ikan Sapu-sapu Masih Terkendali

Selasa, 21 Apr 2026 13:42 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyikapi viralnya kemunculan banyak populasi ikan sapu-sapu di berbagai daerah, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui…