SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali mengajak warga Banyuwangi di luar daerah memperkuat jaringan sebagai agen promosi budaya, ekonomi, hingga investasi melalui Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) yang tersebar di berbagai daerah.
Lebih lanjut, menurut Ipuk, Ikawangi beserta diasporanya bukan hanya kebanggaan, tetapi juga kekuatan strategis dalam pembangunan daerah. Dan di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks, daerah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Selama ini, pemerintah daerah telah berupaya meningkatkan kinerja pembangunan.
"Ikawangi telah menjadi gerakan orang Banyuwangi di manapun berada yang tidak hanya bangga pada asalnya, tetapi juga berkontribusi nyata untuk masa depan daerah," kata Ipuk, Selasa (21/04/2026).
Diketahui dari berbagai capaian diraih pada 2025, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen, lebih tinggi dari Jawa Timur dan nasional. Angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen, IPM meningkat menjadi 75,17, dan pendapatan per kapita mencapai Rp 67,08 juta.
"Perjalanan ini belum selesai. Tantangan masih ada, mulai dari infrastruktur hingga keterbatasan fiskal yang membuat tangan pemerintah semakin terbatas dalam mengelola daerah. Karenanya bantuan dan dukungan sekecil apapun menjadi energi besar bagi Banyuwangi," ujar Ipuk.
Oleh karenanya, Bupati Ipuk mengajak Ikawangi untuk bergerak bersama pemerintah daerah memberikan kontribusi nyata dan berdampak. "Ikawangi dengan jaringannya yang semakin luas bisa menjadi kekuatan bagi daerah sebagai untuk promosi budaya dan Pariwisata, penghubung investasi dan peluang ekonomi serta ruang berbagi gagasan dan Inovasi," harap Ipuk.
Bahkan, saat ini Ikawangi juga telah memperluas jaringan hingga ke tingkat internasional. Hal itu karena daerah Banyuwangi memiliki banyak potensi untuk mendorong percepatan ekonomi, mulai dari sektor pariwisata, blue economy (perikanan dan kelautan), hingga pengembangan logistic hub melalui peningkatan akses pelabuhan. by-03/dsy
Editor : Redaksi