Kedubes AS di Montenegro Diserang Granat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, - Montenegro, salah satu negara termuda di dunia, adalah negara kecil dengan 640.000 yang terletak antara Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Kosovo dan Albania. Negara itu pernah menjadi bagian dari Yugoslavia. Kemudian, ia menjadi setengah dari negara Serbia dan Montenegro sebelum mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 2006. PODGORICA, John Robbinson. Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Ibu Kota Montenegro, Podgorica, diserang oleh granat oleh orang tidak dikenal (OTK). Pelaku kemudian meledakkan dirinya sendiri. Pasca serangan tersebut, pihak Kedubes AS mengeluarkan peringatan agar menghindari kawasan tersebut. "Kedutaan Besar AS di Podgorica memberitahu warga AS terkait situasi keamanan di Kedutaan Besar AS di Podgorica. Hindari kedutaan sampai pemberitahuan lebih lanjut," bunyi pengumuman yang dikeluarkan Kedubes AS seperti dikutip dari Daily Express. Lebih lanjut, Kedubes AS memberikan peringatan kepada warga AS. "Hindari pertemuan dan demonstrasi besar-besaran, serta ikuti instruksi dari pemerintah setempat," peringatan Kedubes AS. Sampai saat ini belum diketahui apakah Kedubes AS masih diserang atau berapa orang yang terluka. Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 waktu setempat. Sebanyak 34 orang Amerika dan 134 staf lokal bekerja di Kedubes AS. Seorang saksi kejadian tersebut mengkonfirmasi: "Seseorang meninggal di luar Kedutaan Besar. Mobil terbakar atau semacamnya." "Seseorang melemparkan granat ke Kedutaan Besar dan satu meledak dan bunuh diri," imbuh saksi kejadian. Seorang fotografer di Ibu Kota Montenegro mengatakan sebuah kendaraan polisi memblokir jalan di mana kedutaan berada, namun tidak ada kerusakan yang terlihat. Sementara itu di Washington, Departemen Luar Negeri membenarkan kejadian tersebut. "Sekitar tengah malam waktu setempat, saksi melihat pria yang tidak dikenali, melemparkan benda ke dinding properti kedutaan di Ibu Kota Podgorica," menurut Steve Goldstein, staf Kementerian Luar Negeri untuk urusan diplomasi dan urusan publik seperti dikutip dari New York Times. Ledakan tersebut menewaskan pelaku namun tidak melukai siapa pun di kedutaan, yang tutup pada malam hari. "Petugas keamanan diplomatik membersihkan area dan tidak menemukan bahan peledak lainnya," jelas Goldstein, dan bangunan itu tidak rusak. Kedutaan telah meminta pegawai lokal untuk tinggal di rumah pada hari Kamis sebagai tindakan pengamanan. Goldstein mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri tidak tahu apa motif serangan tersebut atau apakah ini dimaksudkan untuk menjadi serangan bunuh diri. Terakhir kali sebuah Kedubes AS diserang adalah pada tahun 2015 ketika Kedubes AS di Uzbekistan menjadi target seorang pria tak dikenal. Pria itu melemparkan dua bahan peledak improvisasi ke dinding tempat diplomatik tapi tidak ada yang terluka. 02
Tag :

Berita Terbaru

Dua Kombes Nyamar Ojek Online, Buru Mafia Sabu

Dua Kombes Nyamar Ojek Online, Buru Mafia Sabu

Rabu, 22 Apr 2026 23:05 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 23:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, telah melakukan pemeriksaan X-ray terhadap paket tersebut dan ternyata benar paket t…

Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

Rabu, 22 Apr 2026 22:58 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menkeu Purbaya mengaku tidak suka jika ada yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di kisaran 5%. Menurutnya, pernyataan …

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 Apr 2026 22:51 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) turut memastikan kelancaran pelaksanaan Tes Kompetensi A…

Polisi selidiki laporan hilangnya pakaian tampil Madonna di Coachella

Polisi selidiki laporan hilangnya pakaian tampil Madonna di Coachella

Rabu, 22 Apr 2026 22:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:41 WIB

SURABAYAPAGI.com – Departemen Kepolisian Indio di California, AS, menyelidiki laporan hilangnya dua tas berisi set pakaian dan perhiasan dari arsip lama milik M…

Prediksi Chaos JK, Antara Peringatan konstruktif dan Provokasi

Prediksi Chaos JK, Antara Peringatan konstruktif dan Provokasi

Rabu, 22 Apr 2026 22:27 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Pernyataan JK mengenai potensi situasi "chaos" pada periode Juli-Agustus 2026, hingga Rabu (22/4) masih menjadi perhatian pakar . K…

Pentingnya Karakter dan Mental Health bagi Generasi Muda

Pentingnya Karakter dan Mental Health bagi Generasi Muda

Rabu, 22 Apr 2026 21:48 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 21:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – "No results can define me, no failure can erase me, and no expectations can define who I am." Prinsip hidup mendalam ini menjadi p…