Tak Ada Bukti Siti Aisyah Bunuh Kim Jong-nam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, - Siti Aisyah, wanita asal Indonesia, menjadi tersangka pembunuhan Jong-nam, kakak tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang tewas pada Februari 2017 lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. KUALA LUMPUR, M. Burhanudin. Seorang polisi bersaksi di hadapan pengadilan Malaysia bahwa tidak ada bukti video yang menunjukkan Siti Aisyah mengolesi racun agen VX ke Kim Jong-nam. Kepala penyidik Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz juga setuju dengan pernyataan saksi bahwa video dari kamera CCTV bandara hanya menunjukkan kontak fisik antara Jong-nam dan Doan Thi Huong, tersangka lain asal Vietnam. Namun, ia melihat ada seorang wanita yang berjalan. Tetapi, wajahnya tidak dapat terlihat jelas. "Tidak ada sedikitpun bukti yang menunjukkan fakta bahwa Siti Aisyah terlibat dalam pembunuhan tersebut," kata pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, dikutip dari ABC. Jika terbukti bersalah, kedua tersangka ini bisa menghadapi hukuman mati. Wan Azirul juga setuju dengan Gooi bahwa tidak ada video gerakan Jong-nam selama enam menit setelah ia diserang. "Di mana Jong-nam setelah diserang? Apakah ia pergi ke toilet untuk mencuci bekas racun? Enam menit adalah waktu yang sangat lama," ungkap Gooi lagi. Gooi juga membeberkan bahwa malam sebelum insiden itu terjadi, Siti Aisyah sempat merayakan ulang tahunnya di Hard Rock Cafe bersama teman-temannya. Tepat setelah insiden itu terjadi yakni 13 Februari, Siti Aisyah juga sempat berbelanja di sebuah mal di Kuala Lumpur. "Jika ia tahu ia melakukan kejahatan, mengapa ia tak melarikan diri?" tanya Gooi. Siti Aisyah dan Doan Thi Huong mengaku ditipu oleh empat pria asal Korut yang memberinya USD600 untuk bermain di dalam sebuah reality show. Namun, mereka tak tahu jika reality show tersebut merupakan rencana pembunuhan. 04
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…