Semesta Melebar Lebih Cepat dari Perkiraan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI - Sejumlah peneliti yang menggunakan Hubble Space Telescope dalam membuat pengukuran terhadap tingkat perluasan alam semesta, secara akurat menemukan bahwa studi terbaru yang mereka lakukan ternyata tidak sesuai dengan prediksi sebelumnya. Temuan terbaru menunjukkan bahwa alam semesta ternyata meluas lebih cepat dari perkiraan, dan hukum fisika butuh ditulis ulang untuk memahaminya. Space Telescope Science Institute (STScI), sebuah organisasi antariksa yang beberapa kali memimpin penelitian menggunakan Hubble Space Telescope dan James Webb Space Telescope, menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam penelitian tersebut. "Kami dan orang-orang yang terlibat tengah bergumul dalam memahami perbedaan yang muncul ini," ujar Adam Riess, pemimpin studi tersebut, seperti kutip dari Space, Selasa (27/2). Riess, yang sempat meraih penghargaan Nobel bidang Fisika pada 2011, kini menjabat sebagai ahli astronomi di STScI dan profesor di John Hopkins University, Baltimore, Amerika Serikat. Dalam mengukur luasnya alam semesta, Hubble Space Telescope menghitung jarak antar galaksi dengan memeriksa sebuah tipe bintang bernama Cepheid yang memiliki tingkat kecerahan yang beragam. Bintang-bintang itu memiliki siklus terang dan redup yang dapat diprediksi, atau disebut sebagai variabel Cepheid, sehingga memungkinkan para peneliti untuk mengukur jarah antar objek tersebut. Data tersebut kemudian digunakan untuk menakar seberapa besar tingkat perluasan oleh alam semesta, yang disebut juga sebagai konstanta Hubble. Penemuan terbaru ini menunjukkan bahwa delapan variabel Cepheid di dalam galaksi Bima Sakti berada lebih jauh hingga sepuluh kali lipat dibanding dengan analisis-analisis terhadap bintang tersebut sebelumnya. Mereka pun telah mengembangkan sebuah teknik pemindaian yang memungkinkan Hubble Space Telescope untuk mengukur posisi bintang secara periodik, yaitu 1.000 kali setiap menitnya. Cara ini ianggap dapat meningkatkan akurasi dalam menakar tingkat kecerahan dan jarak sebenarnya dari bintang-bintang tersebut, mengingat cukup sulit melakukan pengukuran terhadap Cepheid karena letaknya cukup jauh, mencapai 6.000 hingga 12.000 tahun cahaya dari Bumi. Para peneliti pun membandingkan penemuan mereka dengan data dari satelit Planck milik European Space Agency (ESA). Satelit yang menjalani misi berdurasi empat tahun ini memetakan radiasi yang masih tersisa hasil dari fenomena Big Bang. Data tersebut memperlihatkan bahwa konstanta Hubble berada di kisaran 67 hingga 69 kilometer per detik per megaparsec, dengan satu megaparsec (Mpc) kurang lebih setara dengan 3,2 juta tahun cahaya. Sedangkan temuan terbaru ini memperkirakan bahwa alam semesta mengalami perluasan pada 73 kilometer per detik per megaparsec, yang berarti memunculkan teori bahwa galaksi bergerak lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. "Hasil keduanya telah diuji coba dalam berbagai cara untuk menghindari kesalahan yang dapat terjadi. Hal tersebut pun menunjukkan bahwa temuan ini bukan sebuah kekeliruan, melainkan keistimewaan dari alam semesta itu sendiri," pungkas Riess.yn
Tag :

Berita Terbaru

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI com, Ponorogo — Lebih dari 10.000 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap kembali ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti Reuni A…

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…