Bahan Bakar Nuklir Jadi Konsep Pesawat Masa Depan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, London - Sebuah konsep pesawat masa depan ditawarkan oleh desainer asal Spanyol, Oscar Vinal. Model pesawat, yang diberi nama Magnavem itu, akan menggunakan reaktor nuklir sebagai bahan bakar, dan diklaim ramah lingkungan, serta dapat melesat hingga kecepatan supersonic. Menurut Oscar, model pesawat ini bisa merevolusi industri aeronautika, terutama dalam hal tenaga penggerak, yang menggunakan reaktor nuklir dengan Compact Fusion Reactor (CFR). Tidak hanya itu, pesawat ini juga diklaim ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi gas karbon. Hal ini tidak terlepas dari tenaga penggerak CFR. Dengan besarnya tenaga yang dihasilkan, pesawat ini mampu melesat hingga kecepatan supersonic, dengan mencapai kecepatan tertinggi hingga 1,5 Mach, atau setara dengan 1,852 km/h). Kecepatan ini pun bisa mempercepat waktu tempuh. Dengan kecepatan ini, waktu tempuh dari London ke New York bisa ditempuh hanya dalam waktu tiga jam. Oscar mengungkapkan, butuh waktu setahun untuk menyelesaikan desain dan konsep dari pesawat Magnavem ini. Secara keseluruhan, Magnavem, yang berarti Burung Besar dalam Bahasa Latin itu, dapat mengangkut lebih dari 500 penumpang. Pesawat ini juga dilengkapi sistem Kecerdasan Buatan (AI), yang berfungsi untuk memonitor fungsi dan kinerja mesin secara keseluruhan. "Respon utnuk desain pesawat ini sangat positif. Saya sangat antusias tentang kemungkinan penggunaan CFR dengan berbagai keunggulannya, termasuk ramah lingkungan dan dapat menghasilkan tenaga yang besar. Kita juga tidak boleh lupa tentang kemungkinan menggunakan pesawat ini untuk mengurangi dampak buruk CO2 di atmosfer," kata Oscar seperti dikutip DailyMail. Meski secara teori, pesawat ini bisa dibuat pada saat ini. Namun, Oscar menegaskan, beberapa teknologi yang dipakai di pesawat ini masih bersifat pengembangan. Alhasil, butuh waktu 10 hingga 15 tahun lagi agar pesawat ini benar-benar bisa dibuat dan diwujudkan. Selama lebih dari 50 tahun, penggunaan tenaga nuklir lewat reaksi fisi atom memang masih terus dikembangkan. Alhasil, fisi atom masih digunakan di sejumlah reaktor nuklir di berbagai belahan dunia. Padahal penggunaan tenaga nuklir lewat fusi atom sebenarnya menawarkan sumber energi yang lebih aman dan bersih. Fisi atom merupakan pemecahan satu atom, yang akhirnya melepaskan energi panas yang besar. Sementara reaksi fusi atom adalah proses pada saat gas dipanaskan dan memisahkan ion dan electron di atom gas tersebut. Saat ion cukup panas, mereka justru akan bergabung. Saat ini terjadi akan menimbulkan energi yang sangat besar, satu juta lebih kuat dari reaksi kimi dan tiga atau empat kali lebih kuat dari reaksi fisi. (bj/04)
Tag :

Berita Terbaru

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memamerkan ketangguhan ekonomi Indonesia di hadapan ratusan akademisi dan mahasiswa Nankai…

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, tidak menampik bahwa pihaknya sempat mengalami kendala operasional dalam proses…

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perayaan ulang tahun Presiden Jokowi ke-65, disambut meriah oleh warga sekitar. Kediaman preside Republik Indonesia (RI) ke-7 itu…

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar di Jawa.…

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perencana Keuangan Aidil Akbar mengatakan menabung dan investasi merupakan dua instrumen yang berbeda sehingga tidak bisa…

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Masuk menggantikan Kai Havertz pada menit ke-60, Deniz Undav langsung menjadi pembeda dengan mencetak gol penyama kedudukan di…