Ini Penyebab Satu Hari Bakal Jadi 25 Jam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Studi tim peneliti geologi dan astronomi menemukan di masa depan, waktu satu hari di Bumi akan makin bertambah, bukan lagi 24 jam tapi menjadi 25 jam. Kesimpulan ini diambil peneliti, setelah mereka mempelajari Bulan yang makin menjauh dari Bumi. Dikutip dari Techtimes, Rabu 6 Juni 2018, peneliti di Universitas Columbia dan Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat berupaya merekonstruksi sejarah hubungan antara Bumi dan Bulan. Tim ini ingin melihat bagaimana Bulan telah memengaruhi Bumi selama periode 1,4 miliar tahun belakangan ini. Dalam studinya tim menggunakan metode statistik yang menghubungkan teori astronomi dengan pengamatan geologi atau disebut astrokronologi. Hal ini untuk bisa merekonstruksi sejarah kuno Tata Surya. Tim ini yakin dengan menggunakan astrokronologi, mereka bisa memberi tahu bagaimana waktu di masa lalu dan mengembangkan skala waktu geologis yang sangat kuno. Dengan metode itu, peneliti mengatakan sekitar 1,4 miliar tahun lalu, waktu satu hari di Bumi berlangsung 18 jam. Saat itu, Bulan lebih dekat dengan Bumi sehingga mengubah cara planet berputar pada porosnya. Namun saat ini, perhitungan menunjukkan Bulan makin menjauh dari Bumi dengan laju 3,82 sentimeter per tahun. Bulan rata-rata mengorbit Bumi pada jarak 384 ribu kilometer. Artinya, profesor sains geologi Universitas Wisconsin-Madison, Stephen Meyer mengatakan, dalam tiap abad terjadi penambahan waktu 2 milidetik pada hari di Bumi. Dengan pola seperti itu, tim menyimpulkan butuh waktu 200 juta tahun, sehingga terjadi penambahan satu jam untuk satu hari di Bumi. Maka 200 juta tahun nanti, satu hari bukan lagi 24 jam tapi 25 jam. "Ketika Bulan bergerak menjauh, Bumi seperti pemain skat yang berputar melambat, saat mereka merentangkan tangan keluar," jelas Meyers yang merupakan salah satu penulis dalam studi tersebut. Selain Bulan yang menjauh, hari akan bertambah panjang lantaran juga rotasi Bumi yang melambat akibat satelit Bumi. Jadi, interaksi Bumi dan Bulan terjadi tarik menarik gravitasi. Gravitasi Bulan berdampak pada tonjolan pasang surut laut di permukaan Bumi. Nah dalam kondisi ini, Bulan juga sama-sama menarik tonjolan pasang surut laut itu, yang dampaknya memperlambat rotasi Bumi. Tarik menarik gravitasi ini terjadi selama jutaan tahun dan dampaknya memperpanjang hari dengan 74 seperseribu detik per tahun. Studi baru ini telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences.
Tag :

Berita Terbaru

Usung Energy of Soerabaja, JConnect Run 2026 Perluas Kategori dan Dongkrak Sport Tourism

Usung Energy of Soerabaja, JConnect Run 2026 Perluas Kategori dan Dongkrak Sport Tourism

Minggu, 03 Mei 2026 11:19 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 11:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ajang lari tahunan Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K dipastikan kembali digelar pada 27 September 2026. Memasuki penyelenggaraan t…

Lewat Sektor Pendidikan, Pemkab Jember Rancang Strategi Tekan Angka Kemiskinan

Lewat Sektor Pendidikan, Pemkab Jember Rancang Strategi Tekan Angka Kemiskinan

Minggu, 03 Mei 2026 11:13 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 11:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur telah berkomitmen…

Terjunkan 60  Petugas, Pemkab Sampang Beri Edukasi dan Perketat Awasi Kesehatan Hewan Kurban

Terjunkan 60  Petugas, Pemkab Sampang Beri Edukasi dan Perketat Awasi Kesehatan Hewan Kurban

Minggu, 03 Mei 2026 11:05 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di bulan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur telah menerjunkan…

Peringatan Hardiknas, Momentum untuk Merefleksi, Meneguhkan dan Menghidupkan Semangat Pendidikan Nasional

Peringatan Hardiknas, Momentum untuk Merefleksi, Meneguhkan dan Menghidupkan Semangat Pendidikan Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 10:39 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 10:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto menyampaikan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukan sekadar seremonial, melainkan m…

Wali Kota Mojokerto Resmi Serahkan SK kepada 7 Kepala Sekolah Terpilih

Wali Kota Mojokerto Resmi Serahkan SK kepada 7 Kepala Sekolah Terpilih

Minggu, 03 Mei 2026 10:33 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Bertepatan dengan peringatan Hardiknas pada Sabtu (02/05/2026) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari secara langsung menyerahkan…

Dalam Satu Kwartal 1 Tercatat 20 Insident di Perlintasan Sebidang di Daop 7 Madiun

Dalam Satu Kwartal 1 Tercatat 20 Insident di Perlintasan Sebidang di Daop 7 Madiun

Sabtu, 02 Mei 2026 17:23 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Berbagai insiden yang terjadi di perlintasan sebidang akhir akhir ini terus menjadi sorotan serius bagi masyarakat dan seluruh…