Laporan Investigative Reporting Dugaan TPPU 22 Per

Bisnis Sipoa Cenderung Business Crime

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolri dan Kapolda Jatim Yth, Penguasa bisnis di Sipoa, selama saya melakukan investigasi ada enam orang. Mereka adalah Budi Santoso, Klemens Sukarno Candra, Aris Birawa, Pdt Ronny Suwono, Rusdi Tumbelaka dan Sugiarto. Diantara enam orang petinggi Sipoa ini, hanya Pdt Ronny dan Budi Santoso, yang dikenal masih kerabat keluarga. Sedangkan kerabat dari bangku kuliah adalah Budi Santoso, Klemens dan Aris Birawa. Tiga orang yang dikenal Trio Sipoa ini sama-sama lulusan Universitas Petra Surabaya, tapi beda fakultas. Budi dan Klemens, sama-sama lulusan Jurusan Teknik-sipil. Sedangkan Aris Birawa, lulusan Arsitektur. Sementara Rusdi Tumbelaka, satu-satunya petinggi di Sipoa yang berusia tua. Suka menggunakan batik lengan pendek. Penampilannya paling perlente, diantara enam petinggi Sipoa ini. Sedangkan Sugiarto, yang kelola dana investasi para investor, berpenampilan sederhana. Tapi, pria yang sudah berusia kepala 6 ini perokok berat. Sugik atau Wakde, adalah panggilan akrab Sugiarto, pria yang lama tinggal di Jerman. Sedangkan Harisman, atasan Sugiarto, di PT Sipoa Investama Propertindo (SIP), lebih dulu mengundurkan diri sebelum kasus Sipoa meledak. Pengunduran diri Harisman ini mengguncangkan sejumlah direksi. Mengingat, Harisman dianggap tahu banyak pengelolaan dana PTT SIP. Kedudukan Harisman, kemudian diisi Sugiarto, yang semula Wakil Direktur PT SIP. Dengan 22 perseroan, pengurus dan pemegang saham sekitar enam orang ini. Ditambah pendatang yang teman sendiri. Pendatang ini kemudian keluar. Saya tanya, salah satunya mengatakan, Budi Santoso, dianggap keras kepala yang tidak muda diajak berunding. Sementara jumlah karyawan ada sekitar 60 orang. Tapi yang diakui oleh Klemens, salah satu pendiri Sipoa, ada sembilan karyawan/ti. Sembilan karyawan/ti ini dianggap inti. Lainnya karyawan kontrak, dan free lance. Diantara sembilan karyawan ini yang dipercaya dan menduduki posisi strategis antara lain Niken, manajer kastemer service. Niken membawahi tim pelayan kastemer. Jumlau tim yang dikoordinasi Niken, sekitar 20 orang. Semuanya wanita. Wanita-wanita ini saya nilai tangguh. Mereka ditugaskan menghandle kastemer marah. Mereka umumnya punya kiat dalam menyiasati kastemer yang ingin ketemu Budi Santoso dan Klemens. Meski sering menjadi sasaran umpatan kastemermarah, meraka mendengar. Tapi sejak September 2017, karyawati kastamer service ini mulai mengeluh, karena disuruh pasang badan oleh direksi. Diantaranya merasa tidak tahan. Mengingat membutuhkan pekerjaan, mereka mengeluarkan jurus. Nomor HPnya disetting tidak bisa diakses telepon. Bahkan aa HP kstemert service yang tidak bisa menerima WA. HPnya dibuka tutup pda malam hari. Artinya, mereka bisa membaca, tetapi tidak menjawab. Dengan aksinya ini, membuat kastemer makin tak percaya pada manajemen Sipoa. Artinya, bila dulu, kecewa dengan jajaran direksi, kini memperluas kemarahanya kepada bagian kastemer service. Maklum kastemer service berada di ujun terdepan menerima keluhan kastemer. Kapolri dan Kapolda Jatim Yth, Sampai sekarang yang sudah ditahan baru Budi Santoso, Klemen Sukarno Candra dan Aris Birawa. Pdt. Ronny Suwono, yang dipercaya Budi Santoso, kelola uang Sipoa, belum dikenakan penahanan. Padahal Pdt Ronny juga dikenakan sebagai tersangka pidana penipuan dan tindak pidana pencucian uang. Beberapa Jemaah Ronny mengatakan, Ronny Suwono menganggap dirinya punya akses ke pejabat, sehingga tak ditahan di Rumah tahanan Polda Jatim. Padahal, selama saya melakukan penyusupan dan penyamaran di Manajemen Sipoa, Pdt Ronny dan Budi Santoso cs, seperti sebuah komplotan kejahatan ekonomi yang merugikan masyarakat. Saya mengkatagorikan skandal Sipoa sebagai kejahatan ekonomi, dengan beberaqpa alasan. Pertama, para direksi di Sipoa, semuanya memiliki status sosial tinggi di dalam masyrakat. Kedua, cara kerjanya rapi identik dengan konsepsi White Colar Crime dan Business crime. Ketiga, perbuatan Budi Santoso cs, menurut saya bukan suatu organisasi kejahatan melainkan merupakan kelompok dunia usaha yang ingin cepat kaya dengan berlagak pegusaha property. Ketiga, tindakannya selain dilakukan oleh perorangan para direksi Sipoa, juga oleh sejumlah perusahaan yang diklaim oleh Budi Santoso dkk, sebagai grup perusahaan Sipoa atau holding Sipoa Grup. Dalam beberapa promosi atau audience dengan pejabat, Budi Santoso Cs, sering menyebut Sipoa sebagai entitas atau subyek hukum, menyatakan ingin memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Pada sisi lain, dalam kesehariannya, bos-bos Sipoa saya cium sejak awal tahun 2017 melakukan tindak-tindak pidana (business crime atau corporate crime). Tindakannya ini saya hitung berdampak kerugian terhadap negara dan masyarakat. Kepada Negara terkait sektor pajak yang patut diduga mayoritas perusahaan Sipoa, tidak terbit membayar pajak sesuai ketentuan UU perpajakan. Kedua, kepada masyarakat kastemer, pemiliki tanah dan penanam modal di beberapa proyek Sipoa. Selama 12 bulan lebih saya mencatat, dalam dugaan business crime, bos-bos Sipoa membangun karakter privacy. Budi Santoso misalnya, jarang bertemu dengan masyarakat. Yang dihadapkan umumnya Klemes Sukarno. Demikian juga Pdt Ronny Suwono, Aris Birawa dan Rusdi Tumbelaka, mertuanya. Kesan yang saya telisik, gaya bisnisnya yang berkarakter privacy, menonjolkan semangat semangat individualisme dan liberalisme. Bahkan bergaul dengan sejumlah tokoh property di REI pusat dan spekulan tanah serta makelar tanah H Antok yang dekat dengan Bupati Sidoarjo Saifull Illah, bos-bos Sipoa ini mengesankan pengusaha property yang memiliki kekebalan (hukum) yaitu sulit disentuh oleh tangan-tangan aparatur penegak hukum. Kesan kekebalan (hukum) ini saya telisik karena ada hak pribadi atau the right to privacy yang dimiliki oleh Budi Santoso dkk. Semula, sebelum kastemer Royal Afatar World, aparat hukum tidak ‘’berani’’ menyentuh pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan bos-bos Sipoa. Artinya ada kesan kuat dari Budi Santoso, bahwa apa yang dilakukan saat ini bukan suatu pelanggaran terhadap kepentingan umum (publik) [lack of public order violaton]. Kapolri dan Kapolda Jatim Yth, Jadi, Business crime yang saya temukan dalam skandal Sipoa, sejak tahun 2016-awal tahun 2018, tak ubahnya berkarakter white collar crime. Temuan Business crime di Sipa sedikit ada tujuh indikator. Pertama, praktik dugaan penipuan dan TPPU sulit dilihat , karena tertutup oleh kegiatan pekerjaan para direksi di Sipoa yang normal dan rutin. Kedua, melibatkan beberapa orang yang memiliki keahlian professional dan system organisasi Sipoa yang kompleks. Antara lain, jumlah PTnya banyak, tetapi kantornya hanya di Esa Sampoerna. Padahal direksi puluhan perseroan itu, ya nama-nama yang dikenal trio Sipoa. Ketiga, dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan dan TPPU, saya nilai sangat kompleks karena berkaitan dengan kebohongan, pemcurian dan penipuan, serta berkaitan dengan sesuatu yang ilmiah menyangkut financial dan legal. Keempat, bisnis Sipoa cukup rapi dan cenderung terorganisir, karena melibatkan banyak orang serta berjalan bertahun-tahundari tahun 2013 baru terbongkat triwulan pertama tahun 2018. Keempat, menelaah badan hukum dan struktur organisasinya, seperti ada penyebaran tanggungjawab . Dari tahu ke tahu penyebaran tanggungjawabnya semakin meluas akibat kompleksitas perseroan. Apalagi sejak Juli 2017 Budi Santoso, mengajukan cuti. Tetapi masih sering ke kantor yaitu saat karyawan belum datang, yaitu pagi pagi antara pukul 07.00 – 09.00 Kelima, ada penyebaran korban yang luas yaitu tidak hanya kastemer Royal Afatar Wolrd saja, tetapi ada New Mount Afatar. Hong Kong In Surabaya, Bali Binar di Bali dan Surya Bali Cemerlang. Keenam, sejak kastemer di Bali dan Surabaya, marah pada bulan September 2017, aparat belum menyentuh. Ini seperti ada hambatan dalam pendeteksian aparat hukum. Ketujuh ada kesan sikap mendua dari Budi Santoso dkk yang seolah-olah merasa tidak melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan TPPU. Saya amati, inilah ciri tindak pidana ekonomi, yaitu para direksi Sipoa bukan orang yang secara moral salah. Mereka merasa hanya melanggar peraturan pemerintah untuk melindungi kepentingan umum. Ini yang berulang-kali mereka menolak dianggap melakukan penipuan dan penggelapan, apalagi tindak pidana pencucian uang. Kapolri dan Kapolda Jatim Yth, Menyimak pergaulan para direksi sehari-hari, trio Sipoa plus Pdt Ronny Suwono, (tiga direksi kini sudah menjadi tersangka), seperti prang yang sedang berkomplot mencari uang cepat agar kaya raya. Akal sehat saya berbisik menggunakan rasa keadilanmasyarakat, perlakuan yang berbeda terhadap sesama komplotan di Sipoa, rasanya kurang adil. Terutama bagi masyarakat yang dirugikan Sipoa. Mengingat, penyerahan uang, pengelolaan uang dan promosi penjualan, mayoritas dilakukan oleh kaastemer ke PT KJS yang dipimpin Pdt. Ronny Suwono. Menggunakan tolok ukur tindak pidana dan hukum acara pidana (HAP), penahanan terhadap Ronny, menurut saya sudah memenuhi unsur Pasal 21 KUHAP. Pasal ini mengatur tentang tiga hal yaitu dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya. Sampai sekarang, urusan Sipoa, ditangani oleh Rusdi dan Pdt. Ronny Suwono. Nah, dengan model seperti ini, kemungkinan menghilangkan barang buki dan melarikan diri, bisa terjadi. Bahkan urusan sertifikat kastemer dan penerimaan uang cicilan, pasca Budi, Klemens dan Aris ditahan, adalah Ronny Suwono dan Rusdi Tumbelaka. Jadi bila Ronny, tak segera ditahan, bisa menjadi polemic di kalangan kastemer. Apalagi Pdt Ronny sendiri sudah siap mental menghuni Rumah Tahanan. Ini karena Pdt Ronny pernah bersumbar pada karyawan Sipoa, bahwa dirinya telah menyiapkan mental untukditahan. “ Kalau saya ditahan, semua napi akan saya kotbahi,” janjinya saat bertemu dengan seorang pengurus Sipoa. Kesiapan mentalnya masuk bui, mungkin belum pernah membaca kisah hidup Pendeta Richard Wurmbrand. Pendeta yang juga dikenal sebagai pendiri dari organisasi non-profit The Voice of the Martyrs (VOM) ini saat itu fokus melayani umat Kristen yang teraniaya. Richard menyatakan dirinya juga menjadi saksi mata dari kejamnya pemerintah komunis Rumania. Dalam bukunya yang berjudul Tortured for Christ (Disiksa Demi Kristus, red) terbitan tahun 1967, Wurmbrand mengisahkan tentang pengalamannya disiksa di penjara Rumania selama 14 tahun. Dia dipenjara karena aktivitas politik kirinya serta penginjilan radikal yang dilakukannya bersama sang istri Sabina Oster di masa-masa Perang Dunia II.([email protected],bersambung)
Tag :

Berita Terbaru

Warganet Jangan Buru-buru Menghakimi, Laporan Palsu KDRT Maia Estianti Jadi Contoh

Warganet Jangan Buru-buru Menghakimi, Laporan Palsu KDRT Maia Estianti Jadi Contoh

Senin, 11 Mei 2026 20:20 WIB

Senin, 11 Mei 2026 20:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Fenomena masyarakat yang cepat memihak dalam konflik figur publik hanya dari tontonan sosial media makin menguat di era digital.…

Petarung Bebas Madiun Siapkan Atlet untuk Turnamen MABOX x Shaduk Jotosh di Magetan  ‎

Petarung Bebas Madiun Siapkan Atlet untuk Turnamen MABOX x Shaduk Jotosh di Magetan ‎

Senin, 11 Mei 2026 19:26 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:26 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sasana Petarung Bebas Madiun matangkan persiapan menjelang keikutsertaan dalam turnamen tarung bebas dan boxing “MABOX x Shaduk Joto…

Khofifah: Serapan Lulusan SMK Jatim Meningkat Berkat Kolaborasi dengan Industri

Khofifah: Serapan Lulusan SMK Jatim Meningkat Berkat Kolaborasi dengan Industri

Senin, 11 Mei 2026 19:25 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tingkat keterserapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur menunjukkan tren positif melalui program BMW (Bekerja, M…

Ratusan Siswa Alami Gejala Keracunan, Operasional Dapur MBG Tembok Dukuh Dihentikan

Ratusan Siswa Alami Gejala Keracunan, Operasional Dapur MBG Tembok Dukuh Dihentikan

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di k…

Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan MBG, Dinkes Lakukan Investigasi Sampel Makanan

Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan MBG, Dinkes Lakukan Investigasi Sampel Makanan

Senin, 11 Mei 2026 19:09 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:09 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ratusan siswa dari berbagai jenjang sekolah di Surabaya dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan makanan, S…

Ahli Gizi IPB: Pemenuhan Gizi Anak Sesuai Usia Jadi Kunci Tumbuh Kembang Optimal

Ahli Gizi IPB: Pemenuhan Gizi Anak Sesuai Usia Jadi Kunci Tumbuh Kembang Optimal

Senin, 11 Mei 2026 19:08 WIB

Senin, 11 Mei 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemenuhan gizi anak masih menjadi perhatian utama bagi orang tua, terutama dalam mendukung tumbuh kembang sejak usia dini. Mengacu p…