Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Digaungkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Direktur Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira mengatakan, penanggulangan sampah plastik paling tepat saat ini adalah mendorong pengurangan plastik dari sumbernya. Sebab, daur ulang yang selama ini dicanangkan banyak pihak tidak memberikan pengaruh signifikan. Tiza mencatat, dalam skala dunia, setidaknya hanya sembilan persen sampah plastik yang benar mengalami daur ulang. Di Indonesia sendiri, hanya tujuh persen yang utamanya disebabkan pengelolaan sampah kurang tepat. "Pemahaman yang ditanamkan pada masyarakat Indonesia bahwa plastik bisa didaur ulang tidak sepenuhnya benar," tuturnya saat mengisi diskusi bertajuk Disruption in Sustainable Environment dalam acara Disrupto 2018 di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (23/11). Di samping faktor pengelolaan sampah yang kurang baik, Tiza menambahkan, juga ada fakta bahwa plastik tertentu memang tidak mudah didaur ulang. Misalnya, tutup botol dalam minuman kemasan plastik dan label yang menempel di badan botol. Melihat kondisi ini, upaya paling tepat adalah mengurangi atau bahkan menghentikan penggunaan plastik dari sumbernya. Penekanan itu tidak hanya berlaku kepada masyarakat melalui sosialisasi, melainkan juga regulasi. Beberapa pemerintah daerah telah menerapkan kebijakan plastik berbayar, seperti Banjarmasin dan Balikpapan. Bogor dan Bali akan menyusul dalam waktu dekat. Upaya lain yang kini tengah berlangsung adalah munculnya usaha kreatif berbasis lingkungan. Misalnya, Enviplast, produsen plastik ramah lingkungan dari tapioka yang dapat terdegradasi di tanah. Contoh lain, Evoware dengan produk plastiknya yang dapat dimakan, sehingga tidak menimbulkan sampah baru. Tapi, Tiza menjelaskan, industri kreatif ini belum dapat berkembang secara maksimal di Indonesia. Penyebab utamanya, plastik konvensional yang berdampak negatif terhadap lingkungan masih tidak dikenakan biaya penggunaan. Sementara, produk kreatif lokal seperti Enviplast dan Evoware membutuhkan penerapan biaya jual agar siklus produksinya terus berjalan. Tiza mengatakan, bagaimana inovasi tersebut bisa tumbuh apabila plastik konvensional tetap gratis. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong agar pemerintah kian menggencarkan plastik berbayar. "Kalau pemerintah ingin mendukung gerakan pengurangan plastik, tapi plastik konvensional terus gratis, tentu tidak masuk akal," ucapnya. Sales & Marketing Division Head Enviplast, Lanny Tjahjono menjelaskan, Enviplast mempelopori pembuatan kantong berbahan nabati atau kantong yang terbuat dari bahan baku singkong. Produk ini sempat sudah mulai dijual secara komersial pada 2012 tapi kurang mendapatkan respons dari masyarakat. Banyak faktor yang menyebabkan sulitnya kantong nabati masuk ke pasar. Di antaranya, permintaan pasar yang tinggi akan kantong plastik konvensional serta lebih murahnya harga produksi kantong plastik dibanding alternatifnya. "Padahal, kantong nabati memiliki berbagai kelebihan dibanding kantong plastik biasa, terutama mampu diuraikan oleh mikroorganisme dalam waktu singkat sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan," ujar Lanny. Sementara itu, Evoware merupakan bisnis rintisan yang mengenalkan pengganti kemasan plastik yang larut saat diseduh. Plastik ini dapat terurai dengan mudah, bahkan aman dimakan karena terbuat dari rumput laut. David Christian dari Evoware menyebut bisnisnya sebagai pendekatan solusi dari permasalahan sampah plastik yang menggunung di Indonesia. David menjelaskan, setelah digunakan, kemasan Evoware dapat dimakan atau dimanfaatkan sebagai pupuk. Apabila kemasan plastik konvensional membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terurai, daur hidup produk Evoware hanya dua tahun. "Kami sudah dapatkan sertifikasi halal dan diproduksi sesuai standar HACCP," ujarnya. HACCP merupakan standar dari Organisasi Kesehatan Dunia. Apabila suatu produk sudah sesuai standar ini berarti dipastikan bersih dan bahan pangannya aman. Kini, Evoware sudah diminati perusahaan besar seperti produsen mie instan dan kosmetik asal Inggris. Lanny dan David sama-sama mengakui, tantangan terbesar yang dijalani model bisnisnya adalah modal besar. Dengan sistem produksi yang berbeda dari konvensional dan membutuhkan teknologi tinggi, biaya mereka terbilang lebih mahal dibanding saat produksi plastik biasa.
Tag :

Berita Terbaru

Fakta Sidang Ungkap Sikap Arogan Maidi, Bawahan Diancam Nonjob dan Dipecat jika Tak Patuh

Fakta Sidang Ungkap Sikap Arogan Maidi, Bawahan Diancam Nonjob dan Dipecat jika Tak Patuh

Jumat, 26 Jun 2026 18:26 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:26 WIB

SURABAYPAGI.COM, Madiun - Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi berkedok corporate social responsibility (CSR) dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor…

Diduga Pakai Mahar, Belasan Tenaga Magang RSUD dr. Harjono Ponorogo Tuntut Kejelasan 

Diduga Pakai Mahar, Belasan Tenaga Magang RSUD dr. Harjono Ponorogo Tuntut Kejelasan 

Jumat, 26 Jun 2026 18:22 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Belasan tenaga magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono Ponorogo, Jawa Timur, menuntut kejelasan nasib ke pihak m…

Kebutuhan Dana Tunai Naik, Gadai Emas Jadi Solusi Likuiditas Jangka Pendek bagi Masyarakat

Kebutuhan Dana Tunai Naik, Gadai Emas Jadi Solusi Likuiditas Jangka Pendek bagi Masyarakat

Jumat, 26 Jun 2026 18:14 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan likuiditas rumah tangga menjelang tahun ajaran baru mendorong peningkatan signifikan pada pembiayaan gadai emas di PT Bank S…

Akhirnya! Pelaku Pengirim Pil Doble L ke Lapas di Ancam Hukuman 12 Tahun Penjara.

Akhirnya! Pelaku Pengirim Pil Doble L ke Lapas di Ancam Hukuman 12 Tahun Penjara.

Jumat, 26 Jun 2026 16:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Akhirnya DR 20 seorang wanita warga Kec.Sananwetan Kota Blitar di jerat pasal 435 yo Pasal 436 ayat ke (2) tentang UU Nomer 17 tahun …

Program BARUNA, PLN Pulihkan Terumbu Karang Bali Guna Alam Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Program BARUNA, PLN Pulihkan Terumbu Karang Bali Guna Alam Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Jumat, 26 Jun 2026 14:34 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 14:34 WIB

SurabayaPagi, Karangasem – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian l…

Akses Operasi Bibir Sumbing Diperluas, 20 Balita Jalani Tindakan di Surabaya

Akses Operasi Bibir Sumbing Diperluas, 20 Balita Jalani Tindakan di Surabaya

Jumat, 26 Jun 2026 14:29 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 14:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Akses layanan kesehatan bagi anak dengan kelainan bawaan masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, terutama bagi keluarga dengan k…