Habiskan Rp 500 Miliar Tiap Tahun, Banjir tak Tertasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Vinsensius Awey, anggota Komisi C DPRD Surabaya menyatakan sistem drainase Surabaya perlu dievaluasi total. Sebab, menurutnya, saluran yang tidak terkoneksi dengan saluran lain menjadi penyebab banjir di Surabaya. “Pembangunan sistem drainase pun lebih kepada pemerataan sehingga dengan anggaran yang ada bisa dibagi ke seluruh area. Namun, banyak ditemukan pembangunan drainase yang tidak tuntas, tidak terintegrasi antara satu saluran ke saluran lain dari sisi elevasi dan volume penampungannya”, ungkap Awey dikonfirmasi terpisah, Kamis (31/1) kemarin. Ia menambahkan sebenarnya Pemerintah Kota Surabaya melakukan pemerataan pembangunan saluran hanya untuk menunjukkan mereka telah mencapai berbagai kawasan. Permasalahannya, hal ini tidak menyelesaikan banjir di Surabaya akibat saluran primer, sekunder, tersier tidak menjadi satu kesatuan yang terintegrasi. “Anggaran yang dihabiskan tiap tahunnya untuk pengendalian banjir sendiri hingga mencapai Rp 500 miliar, namun tidak ada perubahan signifikan. Justru semakin parah”, tambahnya saat membahas mengenai anggaran yang digunakan dalam penanggulangan banjir di Surabaya. “Idealnya Pemerintah Kota Surabaya seharusnya melakukan pengendalian banjir berdasarkan peta titik lokasi banjir di seluruh kota. Pembangunan drainase berdasarkan skala prioritas kawasan yang nantinya harus dilakukan secara tuntas. Tidak seperti yang ada saat ini dengan pembangunan sistem drainase ada dimana mana namun belum terselesaikan”, tandasnya ketika melihat permasalahan banjir di Surabaya. Namun, lanjut dia, Pemerintah Kota Surabaya cenderung menyatakan bahwa yang terjadi saat ini bukan sebagai banjir melainkan hanya genangan air biasa. “Akibat tidak ingin mengakui sebagai banjir maka sampai kapanpun pengendaliannya tidak bisa terwujud dengan baik. Hal ini disebabkan karena mindsetnya untuk mengatasi genangan air bukan banjir,” tandas politisi Nasdem ini. n
Tag :

Berita Terbaru

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peternak ayam pedaging atau ayam broiler mengaku rugi hingga ratusan juta akibat harga ayam di kandang terjun bebas. Perhimpunan…

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup…

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah  ‎

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah ‎

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mendesak Pemkot segera menutup lahan parkir milik PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr Soetomo. M…

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka baru ini…

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan Iran berkerudung hitam turun ke jalanan meneriakkan "matilah…

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dipicu oleh temuan BPK atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMAN di Sulsel,…