Tentang Marketplace, Bappenas: Kurangi Jual Barang China

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengimbau para pelaku e-commerce untuk tidak mendominasi pasar jual beli online dengan barang produk China. Bambang meminta produk UMKM bisa mendominasi pasar jual beli online yang sedang ramai saat ini. Meski meminta, namun pemerintah enggan mematok kewajiban penjualan barang dalam negeri di dalam marketplace tersebut. Bambang menjelaskan pemerintah hanya ingin mendorong agar marketplace bisa menjadi salah satu wadah strategis bagi produk indonesia. "Kurang tepat kalau harus dibatasi sekian persen, yang bisa kita dorong adalah himbauan atau dorongan agar terutama ada dua, pertama fasilitasi dari pemerintah untuk memeprtemukan potensial produsen yaitu yang dari umkm terutama dengan pihak market platformnya," ujar Bambang, Selasa (12/3). Bambang menjelaskan dengan marketplace yang sedang berkembang saat ini bisa menjadi wadah yang baik untuk para produsen yang selama ini mengeluhkan soal penetrasi pasar. Melalui marketplace, kata Bambang, hubungan antara produsen dan konsumen bisa lebih dekat. "Kadang market platform tidak kenal dengan siapa produsennya. Dan produsen tidak tahu bagaimana menjual produknya platform tersebut. Tugas pemerintah bukan membuat aturan membelit tetapi memfasilitasi supaya hubungannya lancar," ujar Bambang. Saat ini kata Bambang jika dirinci marketplace Indonesia masih didominasi barang barang dari China. Komposisinya bahkan mencapai 70 persen dari barang yang dijual di marketplace. Ia berharap komposisi antara produk China dan dalam negeri bisa seimbang. "Paling tidak kita jangan didominasi, lebih bagus di atas 50 persen. Tapi untuk e-commerce dari luar paling tidak 50 persen lah produk dari dalam negeri. Lebih banyak lebih baik," ujar Bambang.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…