Satu Hal yang Ditakuti oleh China

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Republik Rakyat China tidak takut menghadapi banyak hal yang pada umumnya menimbulkan ketakutan. Terorisme Islam, misalnya, tak berhasil menggetarkan kepemimpinan China. Kepemimpinan itu puas hanya dengan menekan setiap gerakan kemerdekaan Islam di provinsi-provinsi wilayahnya, sambil melibatkan dunia Islam di luar China dengan sistem uang dan pembayaran yang sangat besar sehingga dapat mencegah kritik. China akan membawa Islam tunduk di dalam negeri. Jika hal seperti itu biasanya memancing terorisme, biarkan saja mereka mencoba, pesan itulah yang tampaknya disampaikan China. Sedangkan untuk militer AS yang menakutkan, entitas itu adalah sesuatu yang sering dipermainkan oleh China alih-alih diberi respek secara konsisten. Mereka mengerahkan kapal selam mereka di tempat-tempat yang nyaris menantang kedaulatan Amerika. Sikapnya kurang ajar, mengarah ke superiotas. Lalu ada spionase industri, pelecehan norma-norma bisnis internasional, mengangkat rahasia perusahaan melalui mata-mata di dalam perusahaan. Ada debat yang sehat tentang seberapa banyak kegiatan semacam itu benar-benar dapat merusak secara ekonomi. Tampaknya cukup untuk mengatakan bahwa China merasa bebas dan tidak terikat oleh norma-norma itu. China memiliki kekuatan tanpa rasa takut. Kecuali untuk satu hal. Ada sesuatu yang tampaknya mendapat perhatian kepemimpinan China, bahkan mungkin untuk membuatnya bergidik. Ada keraguan pada pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan di China melambat—sesuatu harus dilakukan. Statistik resmi menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan China sekarang berada di kisaran 6 persen, turun dari level berkelanjutan beberapa poin di atas itu. Per unit populasi perkotaan, yang telah tumbuh sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, tingkat pertumbuhannya lebih rendah. Memang, jika angkanya lebih kecil, urbanisasi mungkin harus melambat atau berhenti. Fenomena demografis yang besar dan memilukan di negara terbesar di dunia ini bisa terhenti sementara, bahkan selamanya. Prospek pertumbuhan ekonomi China berada hanya pada tingkatan yang sama dengan Amerika adalah sesuatu yang muluk. Angka pertumbuhan AS saat ini adalah sekitar 3 persen. Tingkatan ini bisa secara mudah naik menjadi 4 persen, seiring tingkatan pertumbuhan China terjun ke angka itu. Amerika Serikat dan China yang tumbuh pada kecepatan yang sama berarti China tidak akan bisa merebut gelar ekonomi terbesar dunia. Namun yang menjadi prioritas bagi langkah-langkah penting China melawan Islam, militer, dan bisnis dunia, dll, adalah bahwa ini semestinya terjadi dalam satu dekade atau lebih.
Tag :

Berita Terbaru

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi, komitmen, dan keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga membuahkan a…

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pagi itu, suasana di Jalan Sumber Mulyo IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, terasa berbeda. Di antara deretan rumah w…

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam k…

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada 1.258 mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas …

Perkuat Layanan Terpadu Warga, Pemkab Banyuwangi Luncurkan Lentera Lansia

Perkuat Layanan Terpadu Warga, Pemkab Banyuwangi Luncurkan Lentera Lansia

Rabu, 29 Jul 2026 15:44 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga lanjut usia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi…