Jepang Ingin Kembangkan Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Kementerian Pertahanan Jepang berencana untuk mengembangkan rudal anti-kapal jarak jauh buatan dalam negeri. Rencana itu muncul setelah kapal-kapal perang China yang dilengkapi rudal anti-udara dianggap sebagai ancaman. Dengan meningkatkan rudal jelajah yang telah dikembangkannya, kementerian itu bertujuan untuk mengembangkan rudal yang mampu menyerang target dari luar jangkauan rudal anti-udara yang dipegang musuh. Kementerian itu berharap untuk memasukkan belanja proyek terkait dalam pengajuan anggaran negara untuk tahun fiskal 2020. Beberapa kritikus menganggap pengembangan "rudal kebuntuan" itu bermasalah dalam hal kebijakan yang berorientasi pada pertahanan eksklusif Jepang. Alasannya, hal itu dapat menyebabkan akuisisi kemampuan negara untuk menyerang pangkalan musuh. "Kita harus memiliki peralatan jarak jauh untuk merespons keadaan sambil memastikan keamanan anggota Pasukan Bela Diri," kata Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya dalam menanggapi kritik yang bermunculan. Pemerintah memasukkan kebijakan untuk memperkenalkan senjata jarak jauh dalam program pertahanan jangka menengah baru, yang diadopsi pada pertemuan kabinet akhir tahun lalu. Rudal baru akan menjadi model yang di-upgrade dari rudal jelajah udara ASM-3 supersonik, yang pengembangannya selesai pada tahun fiskal 2017. ASM-3, yang terbang dengan kecepatan sekitar Mach 3, direncanakan akan dipasang pada jet tempur F-2 Angkatan Udara Pasukan Bela Diri. Namun, misil itu belum dikerahkan karena jangkauannya yang sekitar 200 kilometer dianggap terlalu pendek. Kementerian itu bertujuan untuk memperluas jangkauan rudal baru menjadi 400 kilometer atau lebih.
Tag :

Berita Terbaru

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Nama Fu Liwen menjadi salah satu dari 41 warga negara asing (WNA) yang didakwa dalam perkara dugaan sindikat penipuan daring atau s…

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Tidak hanya menawarkan suasana pedesaan dan panorama pegunungan, kawasan Desa Wisata Pandanrejo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu juga…

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto kembali melaksanakan Profiling ASN melalui Program ProASN sebagai bagian dari tahapan penerapan ma…

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu,…

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui penangkaran di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Dinas Pertanian (Diperta)…

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena pasokan cabai rawit yang seret dan kualitas cabai yang banyak rusak, membuat sejumlah pedagang di Kabupaten…