Bayi Diduga Tertukar, Manajemen RSUD Dr. Soetomo Angkat Suara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Siti Romlah, 44 tahun dibuat kebingungan oleh perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya. Bagaimana tidak, bayi yang ia lahirkan pada Jumat 12 April 2019 malam hari dikatakan berjenis kelamin perempuan. Namun, tiba-tiba pada hari Minggu 14 April 2019, sambil mengantarkan sang bayi ke ibunya, sang perawat berkata bahwa sang anak berjenis kelamin laki-laki. Suami Siti Romlah, Mughni yang tak menerima hasil tersebut melakukan protes kepada pihak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun, tak ada tanggapan sedikit pun. Manajemen RSUD Dr. Soetomo juga beralasan bahwa bayi yang dilahirkan Romlah memang bayinya laki-laki. "Ya itu saya bingung, lha wong Jumat pas selesai operasi cesar itu bilang nya perempuan. Saya dan saudara saya ini yang menerima ari-ari ya dibilangi perempuan," ujar Mughni. Pria berusia 55 tahun tersebut akhirnya meminta tolong kepada pengacara Muhammad Sholeh untuk mengurus kasusnya ini. Kini, kasus Mughni diurus oleh Sholeh, bahkan pengacara asal Krian itu berjanji akan menuntaskan kasus Mughni hingga selesai. "Kami akan urus hingga selesai. Yang terpenting adalah pertanggungjawaban dari pihak RS, dan ini kasus yang kami tangani pro bono (suatu perbuatan/pelayanan hukum yang dilakukan untuk kepentingan umum atau pihak yang tidak mampu tanpa dipungut biaya,red) karena kami tahu keluarga Pak Mughni membutuhkan pertolongan," ujar Sholeh. Sholeh menambahkan apabila tidak ada tanggung jawab dari manajemen RSUD Dr Soetomo, pihaknya akan membawa ini ke jalur hukum. "Harus ada konfirmasi dari pihak RS kok bisa berubah dalam dua hari. Apakah kesalahan ucap atau ada unsur kriminalitasnya. Jika tidak ada keterangan hingga hari ini (kemarin,red), kami akan minta RS fasilitasi untuk tes DNA. Jika tidak ada pertanggungjawaban apa pun dan itikad baik, kami akan seret ke meja hijau dengan delik PMH (Perbuatan Melanggar Hukum)," ujarnya. Tanggapan Pihak RS Humas RSUD Dr Soetomo, dr Pesta Parulian, mengungkapkan proses penanganan bayi setelah operasi caesar dikatakannya sesuai prosedur. Namun, pihaknya masih menelusuri kebenaran kabar adanya pasien yang merasa mendapat kabar anaknya perempuan tetapi setelah dipertemukan berjenis kelamin laki-laki. "Kami perlu menelusuri dan masih memeriksa dokumen rekam medis bayi yang bersangkutan. Apakah benar bayi tersebut tertukar atau ada misinformasi," kata Pesta, Senin (15/4). Ia mengungkapkan penelusuran meliputi kapan bayi itu lahir, siapa dokter yang menangani, siapa dokter atau perawat yang memberi informasi. Dari situ, lanjutnya, bisa diketahui apakah ada informasi yang salah atau belum tepat. "Kalau nanti harus ada pembuktian, kami bisa buktikan bahwa bayi itu tidak tertukar," urainya. Ia menegaskan tidak hingga Senin (15/4), tidak ada pihak kuasa hukum yang datang ke rumah sakit yang menanyakan kasus tersebut. Pihaknya juga masih mencari informasi dan keterangan lebih lanjut dari pihak orangtua yang masih mengurus administrasi di rumah sakit. "Biasanya operasi caesar. Bayi akan segera dipertemukan dengan orangtua dan ditentukan jenis kelaminnya," pungkasnya.
Tag :

Berita Terbaru

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peternak ayam pedaging atau ayam broiler mengaku rugi hingga ratusan juta akibat harga ayam di kandang terjun bebas. Perhimpunan…

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup…

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah  ‎

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah ‎

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mendesak Pemkot segera menutup lahan parkir milik PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr Soetomo. M…

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka baru ini…

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan Iran berkerudung hitam turun ke jalanan meneriakkan "matilah…

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dipicu oleh temuan BPK atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMAN di Sulsel,…