Pertumbuhan Ekonomi Cina Kuartal II Tercatat Paling Buruk dalam 27 Tahun Te

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, BEIJING - Pertumbuhan ekonomi China dilaporkan melambat menjadi 6,2% pada kuartal kedua. Hal ini diketahui sebagai laju ekonomi terlemah dalam setidaknya 27 tahun. Pasalnya, faktor permintaan dari dalam dan luar negeri goyah dalam menghadapi tekanan perdagangan AS yang meningkat. Di sisi lain, kinerja sektor manufaktur pada bulan Juni tampak lebih optimis. Selain itu, penjualan ritel juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Walau demikian, beberapa analis memperingatkan kenaikan itu mungkin tidak akan berkelanjutan. Oleh sebab itu, mereka berharap Beijing akan terus meluncurkan langkah-langkah perbaikan lebih banyak dalam beberapa bulan mendatang. Mitra dagang dan pasar keuangan China pun mengamati dengan seksama sejauh mana kesehatan negara yang memiliki ekonomi terbesar kedua di dunia itu ketika perang perdagangan versus Amerika Serikat menjadi lebih lama dan lebih mahal. Pasalnya, perang dagang tersebut dapat memicu kekhawatiran resesi global. Kecepatan pertumbuhan ekonomi periode bulan April-Juni lalu sejatinya sejalan dengan ekspektasi analis. Mereka sebelumnya telah memprediksi pertumbuhan ekonomi China bakal menjadi yang paling lambat sejak kuartal pertama 1992. "Pertumbuhan China bisa melambat menjadi 6% hingga 6,1% di babak kedua," kata Nie Wen, seorang ekonom di Hwabao Trust. "Memotong rasio persyaratan cadangan bank (reserve requirement ratios/RRR) masih sangat mungkin karena pihak berwenang ingin mendukung ekonomi riil dalam jangka panjang." Selain itu, Nie Wen memprediksi, ekonomi China akan terus melambat sebelum stabil di sekitar pertengahan 2020. China sendiri sebetulnya telah memangkas RRR sebanyak enam kali sejak awal 2018 untuk membebaskan lebih banyak dana pinjaman. Ekonomi China sendiri sebetulnya sebagian besar bersandar pada stimulus fiskal untuk menopang pertumbuhan ekonomi tahun ini. Mereka mengumumkan pemotongan pajak besar-besaran senilai hampir 2 triliun yuan ($ 291 miliar) dan kuota 2,15 triliun yuan untuk penerbitan obligasi khusus oleh pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan pembangunan infrastruktur. Namun, ekonomi lambat merespons, dan sentimen bisnis tetap berhati-hati. Tekanan perdagangan telah meningkat sejak Washington menaikkan tarif barang-barang China dengan tajam pada bulan Mei. Sementara kedua belah pihak telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan dan menunda tindakan lebih lanjut, mereka tetap berselisih mengenai masalah-masalah penting yang diperlukan untuk suatu perjanjian.
Tag :

Berita Terbaru

Cegah Penimbunan di Tingkat Pengecer, Pemkab Lumajang Perpendek Distribusi Gas Elpiji 3 Kg

Cegah Penimbunan di Tingkat Pengecer, Pemkab Lumajang Perpendek Distribusi Gas Elpiji 3 Kg

Kamis, 09 Apr 2026 12:59 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 12:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Baru-baru ini, masyarakat di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur khawatir terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) di…

Bupati Jember Pastikan hingga 2027 Tak Ada PHK PPPK, Asal Kinerjanya Bagus

Bupati Jember Pastikan hingga 2027 Tak Ada PHK PPPK, Asal Kinerjanya Bagus

Kamis, 09 Apr 2026 12:51 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti fenomena dan isu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Bupati…

Belum Kantongi Sertifikat Halal, Satgas MBG Bangkalan Beri Deadline 1 Bulan bagi 41 SPPG yang Tak Berizin

Belum Kantongi Sertifikat Halal, Satgas MBG Bangkalan Beri Deadline 1 Bulan bagi 41 SPPG yang Tak Berizin

Kamis, 09 Apr 2026 12:41 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 12:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Baru-baru ini, Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan, mencatat sebanyak sebanyak 41 Satuan…

Dukung Efisiensi Anggaran, Pemkot Malang Lakukan Penyesuaian Agenda Perjalanan Dinas

Dukung Efisiensi Anggaran, Pemkot Malang Lakukan Penyesuaian Agenda Perjalanan Dinas

Kamis, 09 Apr 2026 12:34 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali melakukan penyesuaian…

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Terkait OTT Walikota Nonaktif Maidi 

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Terkait OTT Walikota Nonaktif Maidi 

Kamis, 09 Apr 2026 12:32 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 12:32 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pengusaha event organizer Faizal Rachman di Kota Madiun, Kamis (9/…

Antisipasi Kriminalitas Profesi, Pemkab Magetan Jamin Perlindungan Hukum Bagi Guru Jenjang TK - SMP

Antisipasi Kriminalitas Profesi, Pemkab Magetan Jamin Perlindungan Hukum Bagi Guru Jenjang TK - SMP

Kamis, 09 Apr 2026 11:30 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 11:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya antisipasi terjadinya kriminalisasi terhadap profesi guru di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melalui Dinas…