Demi Lingkungan Hijau, China Terapkan Aturan Baru untuk Industri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Konsumsi enegri tinggi sangat tidak efektif, maka dari itu, China akan mengambil langkah-langkah untuk menerapkan penghentian produksi pada perusahaan industri yang mengkonsumsi energi tinggi dalam upaya untuk mendorong produksi yang lebih ramah lingkungan. Saat ini, Pihak berwenang sedang mempertimbangkan skema penilaian untuk perusahaan di 15 industri utama termasuk baja, batu bara dan semen, serta mereka yang memiliki emisi polutan tertinggi akan tunduk pada batas produksi yang paling ketat. Skema penilaian akan di predikatkan dengan abjad A sampai C. Perusahaan dengan peringkat A yang menjadi peringkat tertinggi, akan diminta untuk menangguhkan produksi hanya dalam cuaca ekstrem, sementara perusahaan yang diberi peringkat C akan dikenakan larangan tambahan selama musim pemanasan musim dingin, ketika polusi adalah yang paling parah. “Langkah-langkah tersebut akan mendorong beberapa perusahaan akan mengurangi konsumsi energy tinggi untuk meningkatkan fasilitas pengendalian polusi mereka” kata para analis. Kampanye perangi polusi dan degradasi lingkungan telah dilakukan oleh China sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Meski demikian, ribuan pejabat dihukum karena telah merusak lingkungan setelah inspeksi oleh otoritas pusat. Sementara menerapkan kebijakan yang ketat, pihak berwenang telah menegaskan kembali bahwa tidak ada pendekatan "satu untuk semua" yang harus diadopsi untuk mengatasi masalah lingkungan, dan penutupan kegiatan industri secara selimut tidak dapat diterima. “China akan terus menerapkan kebijakan kontrol produksi yang ketat selama musim dingin yang akan datang ini karena negara itu diperkirakan akan memenuhi banyak target lingkungan tahun depan” kata Li Xinchuang, kepala Perencanaan dan Penelitian Industri Metalurgi Tiongkok. Menurut Liu Bingjiang, seorang pejabat di Kementerian Ekologi dan Lingkungan, skema pemeringkatan akan mengatasi masalah "uang buruk mengusir yang baik", karena beberapa perusahaan baja beremisi tinggi saat ini berinvestasi jauh lebih sedikit dalam perlindungan lingkungan daripada rekan-rekan mereka yang rendah emisi. "Tidak ada cara untuk menerapkan kebijakan kontrol yang sama dengan perusahaan-perusahaan ini," kata Liu.
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…