Hutan Dijadikan Pembuangan Sampah, Perhutani Pasang Spanduk Ekstrim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Sudah berbagai cara pihak Perhutani mengingatkan warga setempat, mulai lesan, tulisan, pemasangan spanduk agar tidak membuang sampah di lahan Perhutani, namun himbauan itu tidak pernah digubris oleh warga sekitar hutan. Karena sudah kehabisan cara dan akal, bahkan sangking kesalnya akhirnya pengelola hutan di KPH Tuban Timur meliputi Kranji, Sundulan dan Jompong Yang berada wilayah Lamongan sempat memasang spanduk ekstrim. Spanduk yang dipasang di lokasi pembuangan sampah itu berbunyi " Sing Mbuang Sampah Nang Kene Tak Dongakno Uripe Mlarat" dalam bahasa Indonesia disebutkan "Yang Membuang Sampah di Lokasi Ini Saya Doakan Hidupnya Serba Kekurangan". Spanduk ini sudah bisa dilihat oleh warga sekitar. Teryata, spanduk yang bertuliskan bahasa ekstrim dan terkesan mendoakan bagi yang membuang sampah itu, seperti Wawan Gunawan Wakil Administratur Perhutani KPH Tuban Timur, Senin (22/7/2019) cukup efektif dan membuat jera warga sekitar. "Ya Alhamdulillah setelah beberapa kali spanduk himbauan tidak pernah dihiraukan, akhirnya pihak perhutani membuat spanduk dengan tulisan yang agak ekstrim, teryata cukup membuat jera masyarakat,"terang Wawan panggilan akrab Wawan Gunawan kepada Surabaya Pagi. Semua itu dilakukan lanjutnya, agar masyarakat tidak membuang lagi ke hutan, karena selain menggangu keindahan, sampah yang dibuat di hutan juga kerap dibakar dan mengancam membakar hutan. "Ini kan kondisi kemarau, coba bisa anda bayangkan kalau sampah itu dibakar, apa ndak bakar hutan, upaya ini semua untuk menyelamatkan hutan dari ancaman kebakaran," terangnya. Karena sebelum ada spanduk tersebut, warga yang ada di sekitar hutan, se enaknya membuang dan membakar sampah. Kondisi seperti ini sudah terjadi bertahun-tahun. Pihaknya meminta kepada aparat desa dan pihak instansi terkait untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, agar membuang sampah pada tempatnya, bukan di buang di pinggir hutan yang bisa mengancam kebakaran hutan.jir
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…