Melancarkan Ekspor, Tujuan China Melemahkan Yuan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com – Keputusan Pemerintah China untuk menurunkan nilai mata uangnya sangat berpengaruh kepada kegiatan ekspor impor didunia. Dengan nilai yang begitu rendah, produk produk asal China dapat membanjiri pasar pasar dunia dengan mudah, terutama melalui E-commerce. Di China, Bank Sentral memang punya wewenang untuk menentukan nilai tengah mata uang, sehingga perubahan kurs tidak murni digerakkan oleh mekanisme pasar. Selain itu ada pula batas pergerakan mata uang harian sebesar plus-minus 2%. Menurunkan nilai mata uangnya sendiri memang bukan tanpa alasan. Perang dagang yang sedang berlansung antara China dengan AS memiliki dampak negatife terhadap kegiatan Ekspor China. Dilansir dari CNBC perang dagang AS-China telah resmi tereskalasi satu tingkat pada bulan Mei 2019. Kala itu, Presiden AS, Donald Trump, menaikkan bea impor produk China senilai US$ 200 miliar menjadi 25% (dari yang semula 10%). China membalas dengan memberikan bea impor tambahan antara 5-25% atas produk AS senilai US$ 60 miliar. Harga yang tinggi atas produk asal China tentu mempuat importir di Negara AS mengurangi konsumsi barang barang asal china tersebut. Hal tersebut merupakan pukulan terhadap China karena tujuan ekspor terbesar China adalah Amerika itu sendiri. Dari total nilai ekspor China yang mencapai US$ 2,4 triliun di tahun 2018, US$ 479,7 miliar atau 19,2% di antaranya datang dari AS. Sementara Hong Kong menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai mencapai US$ 302 miliar di tahun 2018. Itu artinya, saat impor barang China di AS turun karena adanya kenaikan tarif, akan ada banyak barang-barang yang menumpuk di pabrik-pabrik Negeri Tirai Bambu. Itulah yang tampaknya berniat dilakukan oleh China. Dengan melemahkan nilai tukar yuan, maka importir bisa mendapatkan barang dengan harga yang relatif murah.
Tag :

Berita Terbaru

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peternak ayam pedaging atau ayam broiler mengaku rugi hingga ratusan juta akibat harga ayam di kandang terjun bebas. Perhimpunan…

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup…

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah  ‎

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah ‎

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mendesak Pemkot segera menutup lahan parkir milik PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr Soetomo. M…

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka baru ini…

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan Iran berkerudung hitam turun ke jalanan meneriakkan "matilah…

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dipicu oleh temuan BPK atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMAN di Sulsel,…