Polres Blitar Kota Selidiki Jamu Tradisional Setelah Sita Ratusan Botol Jam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar Kota terus selidiki peredaran Jamu Tradisonal yang telah di sita sejak satu Bulan lalu. Penyelidikan itu setelah pihaknya menyita sekitar 90 kardus jenis jamu tradisional yang beredar di beberapa wilayah Hukun Polres Blitar kota, setelah pihaknya menerima laporan dari masarakat. "Setelah mendapat laporan masarakat,adanya Jamu tradisional yang di kemas dalam botol tanpa level dalam kemasan botol yang di simpan dalam kardus." Kata Kasat Reskoba Akp.Moh.Imron SH pada wartawan. Penyitaan jamu Tradsional tersebut tanpa ada level perusahaan dan jenis Jamu itu berisi Obat kuat dan beberapa jenis Jamu kesehatan lainya, juga awalnya kita sita 50 kardus obat kuat dari distributor di wilayah Wonodadi, Kabupaten Blitar. Jamu jamu tradisional yang dikemas dalam botol air mineral ukuran 1,5 liter itu awalnya dicurigai ilegal. "Awalnya, kami curigai jamu itu diproduksi ilegal. Sebab, saat dijual di toko-toko kecil tidak ada labelnya. Ternyata labelnya dilepas. Setelah kami cek di BPOM Kediri dan pabriknya, ternyata izin-izinnya sudah lengkap," kata Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Imron, Senin (12/8/2019). Imron juga mengatakan seluruhnya dapat menyita 40 kardus jamu tradisional, awalnya menyuta dari sebuah Toko jamu di wilayah Dusun Genengan, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar,sisanya dari sebuah toko di wikayah kec.Wonodadi Kab.Blitar sebanyak 31 botol jamu. Polisi curiga dengan jamu tradisional yang dikemas dalam botol air mineral yang tidak ada labelnya. Polisi menduga jamu tradisional itu ilegal. Polisi kemudian mengembangkan temuan jamu tradisional itu. "Pemilik toko mengaku jamu itu dibeli dari seseorang di wilayah Wonodadi, Kabupaten Blitar. Kami langsung mengecek ke lokasi," tambah mantan Kanit Reskrim Polsek Lawang Kab.Malang ini. Polisi mendatangi distributor jamu tradisional itu di wilayah Wonodadi. Polisi menyita 50 kardus jamu tradisional dari distributor, dan setiap kardus berisi 12 botol jamu tradisional dengan volume 1,5 liter. Ternyata di ketahui bahwa dari distributor jamu tradisional itu berasal dari distributor di wilayah Wates, Kabupaten Kediri. "Di tempat distributor di Wates, Kediri, ini kami juga menemukan sembilan kardus obat kuat," katanya. Dikatakan Imron, dari hasil penyelidikan jamu tradisional itu diproduksi oleh pabrik di Banyuwangi. Guna menuntaskan penyelidikan Unit Reskoba Polres,Blitar kota mendatangi pabrik jamunya di wilayah Kabupaten Banyuwangi, setelah dicek produksinya ternyata menantongi izin-izin produksi jamu itu lengkap. "Kami juga sudah koordinasi dengan BPOM Kediri. Hasil koordinasi, produksi jamu itu sudah ada izin dari BPOM," Akp.Imron menambahkan. Karena izinnya lengkap masih menurut Imron pihaknya akan mengembalikan sejumlah jamu tradisional itu ke pemiliknya. "Tetapi, untuk obat kuat, tetap kita amankan karena di labelnya tidak tercantum tanggal kedaluwarsanya. "Untukk jamu tradisionalnya akan kami kembalikan ke pemiliknya. Karena sudah ada izinnya," Pungkas Akp.Imron.les
Tag :

Berita Terbaru

Komitmen Permudah Layanan Publik, Pemkab Jember Hadirkan MPP Mini di Wilayah Pinggiran

Komitmen Permudah Layanan Publik, Pemkab Jember Hadirkan MPP Mini di Wilayah Pinggiran

Jumat, 24 Apr 2026 13:01 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai upaya mendekatkan sejumlah layanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghadirkan Mal Pelayanan Publik…

Demi Verval Data Warga Miskin, Guru di Jember Rela Tempuh Jarak Jauh hingga Medan Ekstrem

Demi Verval Data Warga Miskin, Guru di Jember Rela Tempuh Jarak Jauh hingga Medan Ekstrem

Jumat, 24 Apr 2026 12:53 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Baru-baru ini, salah seorang guru di Jember harus menempuh perjalanan sulit termasuk medan ekstrem di wilayah terpencil saat…

Pemkab Dorong Penataan Berkelanjutan, Alun-alun Jombang Bersih dari PKL Liar

Pemkab Dorong Penataan Berkelanjutan, Alun-alun Jombang Bersih dari PKL Liar

Jumat, 24 Apr 2026 12:34 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Demi arus lalu lintas yang lebih lancar serta meningkatnya kenyamanan bagi pengunjung, program penataan kawasan Alun-alun Jombang…

Dongkrak Sektor Pariwisata Berkelanjutan, Pemkab Dorong Kebijakan Presisi

Dongkrak Sektor Pariwisata Berkelanjutan, Pemkab Dorong Kebijakan Presisi

Jumat, 24 Apr 2026 12:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka mendongkrak sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi perekonomian masyarakat, Pemerintah…

Uji Coba Drone Semprot Pupuk Disambut Antusias Sejumlah Petani di Bojonegoro 

Uji Coba Drone Semprot Pupuk Disambut Antusias Sejumlah Petani di Bojonegoro 

Jumat, 24 Apr 2026 12:14 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 12:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Terbaru, sektor pertanian kini didukung dengan alat-alat canggih untuk mempermudah para petani, salah satunya di areal…

Tahun 2027, Pemkot Madiun Target Tambahkan 10 Ribu Peserta Pro JKK-JKM

Tahun 2027, Pemkot Madiun Target Tambahkan 10 Ribu Peserta Pro JKK-JKM

Jumat, 24 Apr 2026 11:46 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai langkah dan fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur khususnya untuk membantu keluarga penerima ketika terjadi…