Bunuh Sales UMC Suzuki, Pelaku Diberi Rp 200 Ribu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasus pembunuhan yang berawal dari penculikan di depan UMC Suzuki Jalan Ahmad Yani, Surabaya, akhirnya tuntas. Polrestabes Surabaya telah menangkap semua pelaku pembunuhan Bangkit Maknutu Dunirat (32), sales UMC Suzuki, yang jasadnya dibuang di Jembatan Cangar, Kota Batu, pekan lalu. Dua pelaku terakhir dibekuk di Sidoarjo dan Sleman, Yogyakarta. ----------- Hendarwanto, Wartawan Surabaya Pagi Dua pelaku yang baru ditangkap itu bernama Alank Resky Pradana (27), warga Jalan Stasiun Kecamatan Taman Sidoarjo dan M. Imron Rusyadi (20), warga Jatirejo Kecamatan Sugio Kab Lamongan. Alank Resky Pradana ditangkap pada Jum’at (18/10/2019) lalu sekitar pukul 08.00 WIB di Masangan Wetan, Sidoarjo. Sedang Imron ditangkap pada Sabtu (19/10/2019) sekitar pukul 17.30 WIB di Gamping, Sleman, Jogjakarta. Sebelumnya, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya telah menangkap empat tersangka lainnya. Yakni, Rulin Rahayu (32) dan suaminya, Bambang Irawan (27), warga Perumahan Magersari Sidoarjo. Lalu M Rizaldy Firmansyah (19), warga Dinoyo Surabaya dan Kresna Bayu (22), warga Jalan Nyamplungan Surabaya. “Tidak ada tersangka lagi ya, ini sudah keseluruhan dan totalnya ada 6 tersangka," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (22/10/2019) Dari tangan dua tangan tersangka, polisi menyita sebuah senjata tajam berupa pedang dan sebuah handpone. AKBP Leonardus Simarmata mengungkapkan, pedang itu ditemukan polisi saat menangkap tersangka Alank. Dari pengakuannya, Alank membawa pedang itu atas suruhan tersangka Bambang yang lebih dulu ditangkap oleh polisi. **foto** Pedang tersebut, lanjut dia, sebenarnya akan digunakan untuk menghabisi korban. Namun, salah satu tersangka tidak setuju dan menyarankan untuk membawa korban ke Jembatan Cangar, Batu. Di situlah, korban dieksekusi oleh para pelaku. "Mereka batal menghabisi korban dengan pedang tersebut. Karena salah satu tersangka tidak setuju dan akhirnya hanya disimpan di mobil saja di samping kiri kursi pengemudi," terang Leo. Peran Tersangka Leo mengungkapkan, Alang dan Imron ini adalah pelaku yang sebelumnya dinyatakan DPO alias buron. Usai melakukan aksinya, keduanya melarikan diri ke luar kota. Sedang peran kedua pelaku ini sama-sama membantu pelaku utama untuk mengeksekusi korban. "Sama dengan tersangka lainnya yang sudah kami tangkap lebih dulu. Mereka melakukan pemukulan, penculikan dan eksekusi di Cangar," jelas dia. Selain pedang, polisi juga menemukan handphone milik korban. Leo mengungkapkan, para pelaku ini juga menjarah barang milik korban setelah menghabisinya. Atas perintah pelaku utama, Alank mengambil uang beserta handphone dari tas korban. Kemudian, uang senilai Rp900 ribu itu dibagikan kepada para pelaku sebagai imbalan telah membantu mengeksekusi korban. Sementara handphone milik korban diserahkan ke pelaku Alank agar dijual. "Saya bantu pegang korban dan memukulinya lebih dari 5 kali. Terus saya dapat Rp200 ribu dari kejadian itu. Saya kabur ke Jogja, karena takut," kata tersangka Imron. Sedang peran Kresna Bayu dan Rizal Firmansyah dalam pembunuhan itu, hanyalah ingin terlihat setia kawan di hadapan teman-temannya. Motif Penculikan Adapun motif penculikan berujung pembunuhan ini dikarenakan masalah utang piutang sebanyak Rp145 juta antara korban dengan pelaku utama, yakni Rulin Rahayu (32) dan suaminya, Bambang Irawan (27). Uang tersebut diakui Rulin merupakan uang penjualan mobil dan tagihan kredit. Lantaran merasa tertipu dan selalu ditagih debt collector menyulut sakit hati Rulin Rahayu dan suaminya Bambang Irawan. Kemudian Bambang melibatkan empat orang rekan kerjanya untuk menghabisi nyawa Bangkit di Jembatan Cangar Batu. Rulin mengaku tak tahu rencana pembunuhan tersebut. Ia mengaku suaminya sudah melaporkan ke Polsek Sumenep perihal uang yang ditilap mantan kekasihnya. "Saya tidak tahu, soalnya yang saya tahu suami saya sudah melapor ke Polsek Sumenep dan suami saya sudah berkomunikasi dengan orang Polres," sebut Rulin. Sebelumnya, jenazah Bangkit Maknutu Dunirat (30) warga Sumenep itu ditemukan meninggal dunia di Sungai Watu Ondo, tepatnya di bawah Jembatan Cangar, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada 16 Oktober lalu. Kasus ini terungkap setelah video detik-detik Bangkit Maknutu Dunirat, diculik sejumlah orang di depan UMC Suzuki Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya, Surabaya pada Senin (14/10/2019) tersebar viral di media sosial. Dalam video yang viral itu tampak Bangkit yang tengah menjalani training sales di UMC Suzuki Surabaya dipaksa sejumlah orang untuk masuk ke dalam mobil. Sang istri, Mei Nuriawati lalu melaporkan penculikan suaminya ke Polrestabes Surabaya, Selasa (15/10/2019) lalu. n
Tag :

Berita Terbaru

Dukung Transformasi Dunia Pendidikan, Bank Jatim Launching JConnect Edu

Dukung Transformasi Dunia Pendidikan, Bank Jatim Launching JConnect Edu

Rabu, 22 Apr 2026 19:57 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 19:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam rangka mendukung dunia Pendidikan di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) baru saja melaunching…

Ribuan Peserta Ramaikan Turnamen Domino HGI di Surabaya, Bukti Olahraga Pikiran Kian Diminati

Ribuan Peserta Ramaikan Turnamen Domino HGI di Surabaya, Bukti Olahraga Pikiran Kian Diminati

Rabu, 22 Apr 2026 19:54 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 19:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Turnamen domino berskala nasional yang digelar Higgs Games Island (HGI) di Grand City Mall Surabaya pada 18–19 April 2026 berlangsung s…

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian yang membuat banyak warga terheran-heran, ditemukan seorang bayi dalam keadaaan terkunci di dalam mobil di kawasan Jalan…

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memanfaatkan momentum Hari Kartini 2026 untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan …

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini tengah viral di media sosial (medsos) terkait unggahan video yang menampilkan pusara angin bak tornado di sekitar…

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan warga terkait Jalan Staisun Wonokromo Surabaya yang selama ini sempit dan kerap menimbulkan kemacetan…