Walikota Risma, Diduga Mulai Panik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Catatan Politik Oleh: Dr. H. Tatang Istiawan (Direktur eksekutif Lembaga Riset Indonesia non Partisan) Walikota Tri Rismaharini, tanggal 7 April 2020 lalu, mengeluarkan surat kepada kantor Otoritas Bandara Juanda dan PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Surabaya. Walikota yang tak lama lagi lengser dari kedudukan orang nomor satu di kota Surabaya, minta penumpang pesawat terbang untuk membersihkan diri dengan mandi, dan berganti baju sebelum keluar dari bandara Internasional Juanda. Tujuan Risma, memang baik yaitu sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di kota Surabaya. Tetapi sebagai pejabat publik, suratnya layak untuk dicermati? Maklum, Risma adalah seorang pejabat publik yang menjadipublic figure. Jadi apa saja yang dia perbuat akan menjadi sorotan publik. Termasuk penilaian. Ini karena pejabat publik sering ditempatkan oleh masyarakat pada posisi terhormat. Masuk akal bila setiap sikap dan perilaku pejabat publik akan punya dampak luas dan menentukan akselerasi setiap perubahan. Termasuk dalam menggunakan logika berpikir. Secara sederhana, saya sejak masih jadi wartawan muda sudah diajarkan berpikir secara logis. Berpikir logis adalah menggunakan alam pikir yang masuk akal. Surat Risma ini menurut saya bersinggungan dengan berpikir secara logis. Apakah ada bandara sekelas Juanda yang memiliki kamar mandi? Apakah pejabat PT Angkasa Pura dan otoritas Bandara Juanda, memiliki kewenangan menyuruh setiap penumpang untuk mandi di bandara begitu turun dari pesawat? Inilah kehidupan kemasyarakatan, individu, budaya, dunia pendidikan, politik, ekonomi hingga birokrasi. Saya tidak percaya pejabat publik sekelas Walikota Risma, tak punya akal sehat. Bisa jadi Risma saat menandatangani surat itu sedang mengalami kepanikan. Pertama, panik kota yang dipimpinnya masuk zona merah pertama di provinsi Jatim. Kedua, ia bisa makin panik warga kota Surabaya mendominasi pasien positif corona di Jawa Timur. Ketiga, sangking paniknya memikirkan dua hal itu, Risma tidak berpikir dengan akal sehat untuk menolak draft surat dari stafnya. Bahkan bisa jadi ada unsur keempat, saat pandemi covid-19, ia tidak dapat panggung untuk mencari perhatian publik. Maklum urusan pencegahan sampai penanganan covid-19 di Surabaya di-cover Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Direktur Utama RSUD dr. Soetomo Karangmenjangan dr Joni Wahyuhadi. Ditambah unsur kelima, sebentar lagi jabatannya sebagai walikota Surabaya, habis dan diganti pejabat sementara. Praktis Risma tidak bisa menggunakan kekuasaannya untuk memback up kandidat yang dijagokan menjadi penerusnya. Dalam kepanikan seperti ini, saya tidak akan mendiskusikan persoalan kota Surabaya telah menjadi zona merah covid-19 ke wilayah politik praktis. Alih-alih mengaitkannya dengan Pemilihan Kepala Daerah Pilkada 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang. Masa-masa orang panik seperti Walikota Risma, hadapi covid-19, bisa mengalami kecemasan atau rasa takut yang luar biasa jangan jangan warga Surabaya yang positif corona sebelum ia lengser bertambah banyak. Ini bisa memukul reputasinya sebagai walikota perempuan Indonesia pertama yang serba bisa, serba kuat dan serba apa saja. Semoga dengan terjadinya bencana corona, Walikota Risma diberi kemampuan untuk mengendalikan diri, sehingga tidak menjadi makin panik. ([email protected])
Tag :

Berita Terbaru

Perkara Dugaan Perampasan Aset Berkedok Cessie di Sidoarjo, Disorot Bawas MA dan KY

Perkara Dugaan Perampasan Aset Berkedok Cessie di Sidoarjo, Disorot Bawas MA dan KY

Sabtu, 07 Nov 2026 17:30 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:30 WIB

SURABAYA PAGI, ​Sidoarjo — Sengketa hukum terkait dugaan perampasan aset (asset grabbing) properti Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 3179 di Desa Sidokare, Sido…

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…