Berawal Coba-Coba Membuat Face Shield, Kini Banyak Pesanan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Home industri pembuatan face shield milik Dwi Rahmawati di Ngoro, Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)
Home industri pembuatan face shield milik Dwi Rahmawati di Ngoro, Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Selalu ada peluang usaha di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Siapapun dapat memanfaatkan peluang dengan membuat face shield, Selasa (16/6/2020).

Seperti halnya yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai dua anak ini. Yang dapat menangkap peluang usaha dengan membuat face shield atau pelindung muka di rumahnya.

Dwi Rahmawati, yang tinggal di Dusun Bakalan, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, megelola usaha rumahannya membuat face shield dengan dibantu empat orang.

Hingga saat ini, usaha pembuatan face shield milik seorang istri yang juga sebagai anggota Persit (Persatuan Istri Tentara) Kartika Chandra Kirana TNI-AD Kodam V/ Brawijaya ini, banyak dipesan dari lembaga TK dan TPQ.

Dwi Rahmawati mengatakan, berawal adanya berita anak masuk sekolah pada bulan Juni 2020. Pada masa pandemi Covid-19 ini, sebagai orang tua khawatir akan kesehatan.

"Saat itu saya membelikan anak saya face shielld untuk persiapan kembali masuk sekolah. Namun saat dipakai anak saya ternyata ukurannya tidak cocok, kekecilan," katanya, saat ditemui dirumahnya, Senin (15/6/2020).

Dwi menjelaskan, kebiasaan anak-anak di sekolah tentunya masih suka berkerumun, tidak nyaman jika memakai masker, sering dilepas karena suka jajan. Maka timbulah inisiatif untuk membuat face shield.

"Saya pertama kali mencoba belajar membuat face shield melalui tutorial di Youtube. Dan saya juga mencoba mencari bahan di salah satu toko langganan biasa belanja, ternyata bahannya ada," jelasnya.

Akhirnya, papar Dwi, dirinya lantas nekat mencoba membuat face shield yang hanya disiapkan untuk dipakai anaknya. Dan anaknya ternyata minta dibuatkan yang bisa buka tutup.

"Setelah itu baru saya mencoba menawarkan ke lingkungan dan teman-teman yang kebetulan mengajar di PAUD maupun TK. Dan ternyata face shield buatan saya banyak peminatnya," paparnya.

Menurut keterangan Dwi, awalnya di share ke media sosial, dan semakin ramai pemesan. Bahkan, ada reseller minta dikirimi. Namun menurut Dwi, kendala yang dihadapi adalah bahan yang sulit didapatkan.

"Dalam proses pembuatan face shield ini saya kerjakan sendiri di rumah dengan dibantu suami. Tapi jika ada pesanan dengan jumlah agak banyak, saya juga dibantu keponakan," terangnya.

Untuk bahan-bahan yang disiapkan dalam pembuatan face shield yaitu, mika roll ukuran 40/30 mm. Lalu plastik jenis fiber, busa ukuran 1 cm, matras 4 mm, karet elastis, paku keling, kancing plastik, dan stiker.

"Stiker itu untuk penamaan lembaga sekolah dan nama pemilik yang memesan. Selain itu perlengkapan lain yakni gunting, penggaris, tang pelubang, pemasang kancing, martil, lem tembak dan solder," ujarnya.

Dwi mengungkapkan, dalam sehari, pihaknya bisa memproduksi face shield sekitar 50 pcs. Untuk produknya belum pernah di cek, apakah sesuai standar SNI atau belum. Karena hanya usaha mikro, dan pembuatannya tergantung pemesanan.

"Sejauh ini, saya meladeni pesanan face shield dewasa dari reseller penjual online. Sedang untuk pesanan ratusan face shield anak-anak, dari lembaga sekolah TK dan TPQ sebanyak 250 pcs," pungkasnya.suf

Berita Terbaru

Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Rabu, 30 Sep 2026 17:52 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 17:52 WIB

SurabayaPagi, Pagi, - Sidang perkara penganiayaan di Pasar Buah Tanjungsari masuk babak baru di Pengadilan Negeri Surabaya 29 September 2026. Dua saksi,…

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Jangan Hanya Pandai Akademik, Adab Nomor Satu

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Jangan Hanya Pandai Akademik, Adab Nomor Satu

Rabu, 30 Sep 2026 17:22 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat etika, n…

Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya

Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya

Rabu, 30 Sep 2026 15:29 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat s…

Kasus Kantor Desa Serag, Pemkab Ponorogo Terjunkan Inspektorat

Kasus Kantor Desa Serag, Pemkab Ponorogo Terjunkan Inspektorat

Rabu, 30 Sep 2026 15:28 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Polemik pembangunan kembali Kantor Desa Serag, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (…

Gubernur Teken BP BUMD, Fraksi Golkar : Harus Diisi Pejabat Paham Bisnis

Gubernur Teken BP BUMD, Fraksi Golkar : Harus Diisi Pejabat Paham Bisnis

Rabu, 30 Sep 2026 15:27 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Terbitnya Peraturan Gubernur No 13/2026 yang didalamnya mencantumkan Biro Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) mendapat d…

Dishub Sidoarjo Perketat Pengawasan Kendaraan Angkutan di Jalur Nasional

Dishub Sidoarjo Perketat Pengawasan Kendaraan Angkutan di Jalur Nasional

Rabu, 30 Sep 2026 15:19 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo memperketat pengawasan kendaraan angkutan barang melalui operasi gabungan…