Sholat Jumat Dua Shift Dipersilahkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaksanaan sholat jumat di Masjid Al Akbar pada masa transisi PSBB menuju New Normal, Jumat minggu lalu. Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur mempersilahkan bila ada masjid yang menggelar sholat jumat dua gelombang.

Foto: Sp/Julian Romadhona
Pelaksanaan sholat jumat di Masjid Al Akbar pada masa transisi PSBB menuju New Normal, Jumat minggu lalu. Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur mempersilahkan bila ada masjid yang menggelar sholat jumat dua gelombang. Foto: Sp/Julian Romadhona

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur, M. Roziqi, memperbolehkan seandainya ada masjid di Jawa Timur yang akan melaksanakan Sholat Jumat dua gelombang.

Hal ini menanggapi usulan dari Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla (JK) yang mengusulkan dua gelombang Sholat Jumat dengan metode penggunaan nomor handphone ini sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan di masjid. "Jika ada masjid yang menginginkan Sholat Jumat dua gelombang, boleh saja. Monggo, Silahkan," ujar Roziqi kepada Surabaya Pagi, Kamis (18/6/2020).

Namun, hingga saat ini Roziqi belum menerima laporan adanya masjid yang akan menerapkan usulan dua gelombang tersebut. Menurutnya, mungkin kapasitas masjid di Jawa Timur umumnya cukup luas untuk melakukan Sholat Jumat satu gelombang saja dengan menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing.

"Sejauh ini masih belum ada masjid yang melaporkan. Termasuk jadwal Sholat Jumat di minggu ini, masih belum ada laporan dari masjid yang akan menerapkan itu (sholat jumat dua gelombang). Mungkin juga karena umumnya masjid disini kan luas, banyak juga yang dua lantai. Jadi cukup lah untuk satu kali gelombang dan shafnya diberi jarak sesuai protokol yang ada," jelasnya.

Roziqi juga menambahkan jika usulan Sholat Jumat melalui Surat Edaran nomor 105-Khusus /PP-DMI/A/Vl/2020 itu ditanda tangani Ketua DMI, Jusuf Kalla itu hanya sebagai solusi bagi masjid di Jakarta yang jamaahnya meluber hingga ke jalan akibat adanya pelonggaran shaf saat melaksanakan Sholat berjamaah.

"Itu (Surat Edaran) kan hanya solusi. Pak JK hanya menjelaskan di Jakarta ada masjid yang jamaahnya meluber sampai ke jalan. Nah mangkannya beliau mengeluarkan edaran itu. Jika diikuti masjid-masjid lainnya ya monggo," kata Roziqi.

Namun dirinya juga tetap menghimbau jika seluruh jamaah masjid harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada meskipun sudah tidak sedang dalam masa PSBB. Jika seandainya ada Gugus Tugas Covid-19 setempat ataupun aparat yang melakukan himbauan di area masjid, Roziqi berharap masyarakat dapat bekerjasama demi kebaikan bersama.

"Jika masyarakatnya patuh, maka Gugus Tugasnya juga akan enak menghimbaunya. Tapi saya berharap juga kepada Gugus Tugas, untuk menghimbau secara wajar dan sabar saja agar tidak terjadi kegaduhan. Apalagi kan di masjid tempatnya orang beribadah," pungkasnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia menyampaikan usulannya mengenai Sholat Jumat dua gelombang saat kunjungannya di Gedung Grahadi pada Rabu (17/6/2020).

"Tergantung masjidnya, karena begini kalau kapasitas masjid 1.000 orang, kalau dilonggarkan 1 meter, maka berarti sisa kapasitas itu 40 persen. Sisa 400. Kalau jamaahnya banyak dan berpotensi meluber ke jalanan, maka solusinya digelar 2 gelombang," ujar Jusuf Kalla.

JK juga menghimbau untuk pihak masjid jika sebelumnya selalu menghimbau untuk merapatkan shaf sholat, namun sekarang shaf tersebut harus dijaga jaraknya dan dilonggarkan.

"Semua sudah disetujui, solusinya 2 shift dan itu sudah disetujui ulama, dengan keputusan boleh satu kali atau dua kali. Secara agama sudah kita bicarakan. Kita berdosa kalau kita tidak memberi kesempatan sholat Jumat," katanya.

Jusuf Kalla meminta para pengurus masjid dan jamaah juga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan selama melakukan ibadah di masjid. Sehingga, diharapkan upaya itu dapat memfasilitasi warga tetap beribadah dan juga berada dalam kondisi yang sehat. adt

Berita Terbaru

Sentuhan Humanis Kapolres Gresik di SLB

Sentuhan Humanis Kapolres Gresik di SLB

Kamis, 09 Apr 2026 19:40 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti kegiatan kunjungan Kapolres Gresik Ramadhan Nasution di SLB Kemala Bhayangkari 2 G…

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Dugaan penipuan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai terkuak setelah b…

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Satu unit handphone dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi dari hasil penggeledahan di rumah pengusaha event organizer Faizal Rachman d…

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya baru-baru ini mencatat terjadi lonjakan kasus terhadap suspek penyakit campak yang mana…

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Perihal rencana dua koridor baru Bus Trans Jatim Malang Raya, saat ini masih menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga pasca hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan…